Wednesday, May 5, 2010

Telepon Genggam Vs Kesehatan

Penggunaan telepon genggam di dunia terus meluas. Menurut International Telecommunication Union, pemakai telepon genggam tahun ini diperkirakan mencapai lima miliar. Manusia semakin sulit lepas dari genggaman telepon genggam di kesehariannya.

Kenyataan ini memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang radiasi akibat penggunaan telepon genggam terhadap kesehatan. Dugaan dampak radiasi telepon genggam terhadap kesehatan ini dimunculkan banyak peneliti dari sejumlah negara. Penelitian yang luas dilakukan menyebutkan, penyakit yang diduga berkaitan dengan penggunaan telepon genggam antara lain kanker, terutama kanker otak, serta penyakit yang berhubungan dengan saraf, tumor mata, hingga alzheimer.

Namun, penelitian seputar dampak penggunaan telepon genggam terhadap kesehatan, terutama peningkatan angka kejadian kanker, masih pro-kontra. Kesimpulan akan dampak radiasi gelombang mikro dari telepon genggam itu dinilai sumir karena teknologi telepon genggam ke depan masih terus berkembang.

Studi lainnya adalah kaitan antara penggunaan telepon genggam dan peningkatan kasus kecelakaan bermotor. Penggunaan telepon genggam saat menyetir dapat mengganggu konsentrasi yang mengakibatkan mudahnya terjadi kecelakaan yang merenggut jiwa.

Penelitian itu kemudian didukung dengan pelarangan penggunaan telepon genggam di jalan raya. Di Indonesia, pelarangan juga sudah diberlakukan meskipun pada kenyataannya tanpa pengawasan yang ketat.

Tetapi dalam kaitan kesehatan, seperti tumor otak, kanker kulit, atau penyakit-penyakit yang berkaitan dengan saraf masih belum ada titik temu meskipun dampak kesehatan itu dilihat dari penggunaan telepon genggam yang memperhitungkan lamanya seseorang menggunakan telepon genggam.

Di tengah upaya untuk memecahkan misteri dampak penggunaan telepon genggam dengan kesehatan jangka panjang, peneliti Inggris meluncurkan program penelitian terbesar di dunia pada akhir April lalu. Penelitian yang memakan waktu 20-30 tahun ke depan itu diyakini bisa jadi studi yang semakin obyektif untuk menganalisis dampak penggunaan telepon genggam pada kesehatan penggunanya akibat radiasi.

Studi terbesar di dunia tentang keamanan penggunaan telepon genggam itu bakal merekrut 250.000 pengguna telepon genggam di lima negara di Eropa. Pengguna yang diteliti dari Inggris, Finlandia, Denmark, Swedia, dan Belanda.

Prof Lawrie Challis, anggota peneliti, mengatakan, studi ini penting. ”Kami belum bisa mengatakan dengan pasti bahwa telepon genggam memicu kanker. Bukti-bukti yang ada belum kuat,” kata Challis.

Dalam silang pendapat di antara ilmuwan tersebut, dari sekarang perlu diambil langkah untuk memonitor pengaruh telepon genggam pada kesehatan. Hasilnya akan dinilai obyektif karena pengguna yang dipantau jumlahnya besar dan diamati dalam jangka waktu lama.

Mireille Toledano dari Imperial College London menjelaskan, studi ini bukan cuma diarahkan untuk kanker otak. Sebab, penggunaan telepon genggam amat beragam termasuk berselancar di situs internet, yang berarti telepon tidak selalu di kepala.

Yang akan dilihat juga adalah kaitannya pada masalah kesehatan yang lebih luas, termasuk bentuk lain dari kanker, seperti kanker kulit, dan penyakit otak lainnya, seperti penyakit neurodegenerative.

Dalam kaitan penelitian ini, yang dimasalahkan adalah biasanya tergantung pada berapa banyak penggunaan telepon genggam. Penggunaan telepon genggam akan dicatat detail.

Peneliti juga akan memonitor WIFI, telepon tanpa kabel dan penggunaan monitor bayi oleh peserta sebaik dengan penggunaan teknologi yang bergerak, untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang terpaan pada semua radiasi tipe elektromagnetik.

Beberapa penelitian

Sejumlah penelitian yang berlangsung antara lain tentang pengaruh penggunaan telepon genggam pada tumor otak, yang dilakukan selama empat tahun oleh Universitas Leeds, Nottingham, dan Universitas Manchester and Institute of Cancer Research, London. Tahun 2006, peneliti Inggris mengatakan, tidak ada kaitan antara penggunaan telepon genggam dan meningkatnya angka kejadian tumor otak glioma yang biasa terjadi di otak atau tulang belakang.

Andreas Stang dari Martin Luther University of Halle Wittenberg di Jerman dan koleganya melakukan percobaan menguji hubungan antara penggunaan telepon genggam dan risiko uveal melanoma pada 459 pasien dan 1.194 pengontrol.

Mereka dikelompokkan menurut jumlah penggunaan waktu menelepon, tidak pernah menggunakan, pengguna sporadis, dan pengguna reguler. Tidak ada data signifikan antara penggunaan telepon sampai 10 tahun. ”Kami mengamati tidak ada peningkatan angka kejadian uveal melanoma di antara pengguna telepon genggam atau peralatan radio di Jerman, di mana teknologi telepon digital dikenalkan awal 1990-an,” katanya.

Peneliti lain menemukan ada banyak anak muda yang mengeluhkan sakit di ibu jari, leher, dan tangan saat mengetik pesan layanan pesan singkat (SMS). Studi itu dilakukan Sahlgrenska Academy, University of Gothenburg, Swedia. Untuk mengatasi, perlu dilihat penyebabnya seberapa sering pengguna memakai keypad telepon yang kecil. Juga perlu diperhatikan postur tubuh dan jangan mengetik dengan satu ibu jari.

Bagi mereka yang gemar ber-SMS dalam waktu lama, disarankan jangan duduk dengan posisi sama dalam waktu lama. Perlu juga meregangkan jemari dan menggunakan dua ibu jari.

Memang belum ditemukan bukti kuat pengaruh kesehatan pada pengguna telepon genggam anak-anak dan orang dewasa. Para ahli menyarankan penggunaan telepon genggam untuk anak-anak mesti dibatasi. Anak-anak dalam pandangan sejumlah peneliti mudah diserang radiasi microwave karena saraf-saraf mereka masih berkembang, sementara tengkorak mereka masih tipis dibandingkan dengan orang dewasa.

Radiasi yang ditransmisikan telepon genggam bukan radiasi sinar-X, tetapi radiasi microwave. Sebagian ilmuwan khawatir akibat radiasi itu bisa menghancurkan sel-sel otak karena telepon dipakai dekat ke kepala.

Dari studi oleh Pusat Studi Pendidikan Universitas Sheffield Hallam, Inggris, ditemukan 90 persen anak di bawah usia 16 tahun memiliki telepon genggam pribadi dan satu dari 10 menghabiskan waktu lebih dari 45 menit memakainya. Penggunaan SMS di kalangan anak-anak juga tinggi.

Dalam situasi tak pasti disarankan setiap orang berupaya meminimalkan terpaan radiasi dari telepon genggam.

Penggunaan telepon genggam sebisa mungkin jangan sampai membuat ketergantungan yang berlebihan karena bisa memicu stres yang suatu saat juga bisa juga memicu kanker. Disarankan penggunaan hands free saat bercakap-cakap guna meminimalkan radiasi ke otak.

Rabu, 5 Mei 2010 | 03:53 WIB

Ester Lince Napitupulu

Telkomsel Coba Angkat Pamor T-Cash

Sejak dikenalkan ke masyarakat pada 2007, layananmobile walletTelkomsel Cash (T-Cash) bisa dibilang tidak terlalu booming. Kini setelah 3 tahun berlalu, Telkomsel coba mengangkat kembali pamor layanan tersebut.

"Kita akan commercial launch (T-Cash) saat ulang tahun Telkomsel ke 15," ujar General Manager Mobile Commerce Management Telkomsel, Denny Abidin saat berbincang dengan detikINET di garasi Lombok 33, Bandung.

Sebelumnya memang layanan ini sudah di-launching di Surabaya. Rencananya pada akhir bulan Mei, Bandung akan menyusul.

"Di Bandung kita kerjasama dengan PLN untuk melayani pembayaran serta pembelian listrik. Menariknya lagi, bukan purchasing tapi bill payment. Jadi pelanggan bisa mengetahui apa saja transaksi yang telah dilakukan," jelas pria berkacamata ini.

T-Cash sendiri adalah layanan yang memungkinkan pelanggan menggunakan ponselnya melakukan transaksi keuangan. Salah satu keuntungan praktis lain dari layanan ini, imbuh Denny, adalah mengurangi penggunaan uang tunai saat bertransaksi.

"Selain menjadi lifestyle, T-Cash mengurangi resiko dengan penggunaan uang tunai. Sekarang kalau dompet kita hilang, uang kita juga ikut hilang. Nah di T-Cash, walaupun ponsel kita hilang, uang kita tidak hilang," jelasnya.

Saat ini sudah ada 1 juta pelanggan Telkomsel yang menggunakan T-Cash. Saat disinggung nilai transaksi yang sudah terjadi selama ini, Denny mengaku nominalnya masih sangat kecil.

"Masih kecil, rata-rata per bulan bisa mencapai Rp 9-10 miliar total nilai transaksi dari sekitar 1 juta nomor member aktif," ungkapnya.

Pun demikian, Denny mengaku optimistis layanan ini akan booming saat masyarakat sudah teredukasi. Dia menjelaskan bahwa layaknya sebuah layanan yang baru, maka akan sangat tergantung dengan promosi yang dilakukan.

"Tergantung promo. Layanan baru sangat sensitif promo. Contohnya saat kita promo di salah satu merchant kita. Dalam sebulan, trafiknya bisa sampai 1 juta transaksi. Bayangkan jika ini sudah menjadi gaya hidup," ungkapnya.



03 Mei 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/05/03/075050/1349778/328/telkomsel-coba-angkat-pamor-t-cash/

Indosat Keluarkan Mesin Isi Ulang Pulsa

Indosat coba mendongkrak layanan yang dimilikinya dengan melakukan beragam inovasi. Salah satunya dengan meluncurkan e-Galeri yang merupakan mesin untuk mengisi ulang pulsa.

e-Galeri sendiri adalah sebuah mesin yang dapat dimanfaakan untuk beragam transaksi seputar produk Indosat. Mulai dari memberi mengisi pulsa, membayar tagihan, serta beragam informasi seputar produk Indosat.

Bentuknya seperti mesin ATM, hanya saja penggunaannya sedikit berbeda. Untuk mengisi ulang pulsa misalnya, pengguna cukup memilih jumlah pulsa yang tertera di layar. masukan uang senilai dengan pulsa tersebut, dan seketika pulsa secara otomatis akan ditambahkan ke nomor yang dituju.

Selain e-Galeri, Indosat juga memamerkan layanan baru yang dipertontonkan di sela-sela acara ICT Expo 2010 yang digelar di Jakarta Convention Center, Rabu (5/5/2010).

Layanan tersebut adalah i-Buzz, yakni sebuah layanan pengiriman pesan yang dapat ditujukan ke para pengguna ponsel tertentu. Melalui layanan ini, si penerima pesan dapat mengakses konten-konten seperti film, musik, ataupun games.

Namun kedua fitur terbaru Indosat tersebut dikatakan merupakan awal dari sejumlah Inovasi yang akan mereka keluarkan di bulan Mei 2010. "e-Galeri sebagai awal inovasi kami, pokoknya di bulan Mei akan banyak sekali inovasi yang dilakukan oleh Indosat," ujar Teguh Prasetya, Group Head VAS Marketing Indosat. ( eno / ash )



05 Mei 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/05/05/135224/1351584/328/indosat-keluarkan-mesin-isi-ulang-pulsa/

UU Tipiti Disiapkan untuk Menjerat Penjahat Cyber

Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) menjamin bahwa kehadiran Undang-undang Tindak Pidana Teknologi Informasi (UU Tipiti) sangat diperlukan untuk mengawasi tindak kejahatan di dunia maya. Ketika UU ini disahkan, penjahat cyber bersiaplah diberangus.

Dijelaskan Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S. Dewa Broto, penggodokan UU Tipiti itu sejatinya sudah lama dilakukan, sekitar sejak tiga tahun lalu dan hampir bersamaan dengan rancangan Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"UU Tipiti ini untuk menghadapi kriminalitas di duniacyber. Jadi sebagai antisipasi untuk menghadapi semakin maraknya cybercrime, karena peraturan yang secara spesifik mengatur masalah cybercrime selama ini kan belum ada," ujarnya kepada detikINET, Rabu (6/1/2010).

Progress UU Tipiti sendiri saat ini sudah diajukan ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR. Jadi seberapa lama UU ini disahkan tergantung dari seberapa cepat kerja dari para wakil rakyat yang bekerja di Senayan.

UU Tipiti pun dipastikan Gatot tidak akan bersinggungan dengan UU ITE. Sebab, fokus utama dari dua aturan tersebut diyakini berbeda, meski sama-sama beroperasi di internet.

"UU ITE lebih ke transaksi bisnis, sedangkan UU Tipiti ini lebih ke urusan teknis kriminalitas dari aspek negatif penggunaan TI. Jadi tidak akan berbenturan dengan UU ITE, justru akan menyempurnakan," pungkasnya.



06 Januari 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/01/06/110041/1272494/399/uu-tipiti-disiapkan-untuk-menjerat-penjahat-cyber

RUU Konvergensi Jangan Cuma Bahas Aspek Komersial

Rakor pimpinan plus Kominfo yang berlangsung di Bogor pada 1 Mei 2010 telah usai. Beberapa putusan penting telah keluar. Kini Dirjen Postel ditunjuk untuk memimpin pembahasan internal RUU Konvergensi.

Rapat yang dihadiri oleh sekitar 30 pejabat tersebut berlangsung secara dinamis, demokratis dan interaktif. Tampil sebagai pemimpin rapat dalah Menkominfo Tifatul Sembiring, yang secara komperehensif ingin memperbaiki kinerja Kementerian Kominfo.

Salah satu hasil rapat tersebut membahas RUU Konvergensi. Kini Dirjen Postel telah ditunjuk menjadileading unit, untuk pembahasan internal RUU tersebut. Selain itu Dirjen Postel pun diarahkan untuk meminimalisasi permasalahan tumpang tindih, dengan berbagai regulasi yang ada.

"RUU Konvergensi harus juga tetap memperhatikan nation character building, supaya tidak semata-mata hanya aspek teknis dan komersial saja," tulis hasil rapat tersebut, seperti dikutipdetikINET dari situs Kominfo, Minggu (2/5/2010).

Berikut adalah empat poin penting lain, terkait kerangka besar RUU Konvergensi yang telah disepakati rapat tersebut:

  • RUU Konvergensi tidak mengatur konten, karena sudah diatur di UU ITE
  • Konten konvergensi yang terkait dengan penyiaran diatur dalam revisi UU Penyiaran.
  • RUU Konvergensi akan mengatur yang berbasis IP termasuk penyiaran yang berbasis IP.
  • Domain RUU Konvergensi adalah infrastruktur, industry dan bisnis.
02 Mei 2010

Understanding the Presidential Candidates’ Environmental Policies and Potential Stances for the Carbon Marke

  | Carbon Policy Lab Understanding the Presidential Candidates’ Environmental Policies and Potential Stances for the Carbon Market Indonesi...