Sunday, August 23, 2009

Aplikasi OSS untuk Tunanetra



Open Source Software dikembangkan di Indonesia dengan beragam tujuan. Termasuk juga untuk membuka akses bagi penyandang tunanetra. Karya inovasi ini diperagakan pada Ritech Expo 2009 yang berakhir Senin (10/8), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Ket Foto: Seorang penyandang tunanetra tengah memperagakan permainan pingpong bagi tunanetra yang disebut A-Pong. Permainan pingpong penyandang tunanetra melawan komputer dimungkinkan lewat panduan suara dari headphone.

Keterbatasan, bahkan ketiadaan indera penglihatan, kini memang bukan masalah lagi dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berupa sistem komputer dan telepon serta layanan multi multimedia yang disuguhkan.

Hal itu dimungkinkan karena ada sistem peranti lunak antarmuka atau interface dan sistem sensor yang memungkinkan penyandang tunanetra memanfaatkan kemampuan indera pendengaran dan perabaannya untuk berkomunikasi dengan komputer.

Karya inovasi di bidang TIK yang terkait dengan sistem interaktif manusia-komputer itu ditampilkan Yayasan Mitra Netra, IGOS (Indonesia Go Open Source), dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) pada Ritech Expo 2009 di Plaza Barat Gelora Bung Karno.

Di Yayasan Mitra Netra, dua remaja tengah asyik di depan layar komputer. Di kepala mereka terpasang headphone yang menutup kedua telinga mereka. Rupanya mereka tengah memperagakan game atau permainan pingpong bagi tunanetra yang disebut A-Pong.

Permainan pingpong penyandang tunanetra melawan komputer dimungkinkan lewat panduan suara dari headphone. Bila bola mengarah ke kiri, bunyi "tak" akan terdengar di headphone di telinga kiri dan sebaliknya. "Sedangkan bila mengarah ke tengah meja, kedua headphone akan berbunyi," ujar Hananta Mahendra dari Yayasan Mitra Netra.

Kemenangan bagi pemain bergantung pada kemahiran atau kecepatan jari memencet tombol yang sesuai untuk mengarahkan bola pingpong. Jalannya permainan itu juga ditampilkan pada layar komputer.

Game online untuk tunanetra itu berbasis peranti lunak open source. Ditambahkan Kemal Prihatman, Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT), game online permainan pingpong atau tenis meja yang disebut A-Pong ini merupakan yang pertama di dunia didesain untuk tunanetra berbasis open source.

Game A-Pong dikembangkan oleh komunitas yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), antara lain para mahasiswa dari ITB yang tergabung dalam Sangkuriang Studio, yang mendapat dukungan dari KNRT, dalam pengembangan sistem operasinya. A-pong merupakan turunan dari Nusantara Online yang telah dibuat kelompok itu sebelumnya. Peranti lunak ini dapat diakses melalui intranet dan internet secara gratis.

Nusantara Online dirancang oleh peneliti di Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer ITB. Karya mereka ditampilkan pada Stan IGOS. Nusantara Online dibangun di atas mesin bernama Angel (Another Game Engine Library) menggunakan program opensource. Kemampuan Angel setara dengan mesin game kelas tinggi dan mampu menciptakan obyek tiga dimensi dengan tampilan yang nyata.

Pembaca teks

Di Kampus Ganesha ini juga dikembangkan teknologi pembaca teks petunjuk operasi dan dokumen di layar komputer atau disebut screen reader yang akan menuntun penyandang tunanetra mencapai akses informasi dan komunikasi yang luas.

Inovasi yang disebut openbook ini membantu penyandang tunanetra membuka akses ke internet, bahkan berkomunikasi dan berinteraksi dengan pengguna internet melalui jejaring sosial global, antara lain Facebook.

Menurut Abimanyu dari Yayasan Mitra Netra, program pembaca teks telah mulai dikembangkan di Amerika Serikat tahun 1970-an, tetapi baru masuk ke Indonesia tahun 1990-an, yaitu versi JAWS yang kini telah sampai versi 9. Saat ini aplikasi screen reader bagi tunanetra antara lain dihasilkan Ubuntu berbasis OSS, yang disebut Orca.

Baru belakangan ada upaya mengindonesiakan panduan dan pembacaan teksnya. Untuk itu, Ario Bimo, peneliti dari ITB, memodifikasi JAWS versi 7.10. Pada prototipe ini teks yang dipindai kemudian dikonversikan oleh openbook, kemudian komputer akan membacanya kata per kata secara otomatis. Untuk itu sebelumnya telah dimasukkan ke dalam komputer perbendaharaan kata dari kamus hingga 10 miliar kata.

"Game" interaktif

Pengembangan game interaktif juga dilakukan mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro ITS, Hendra Hermawan, di bawah bimbingan Harris Pirngadi, Ketua Laboratorium Sensor dan Aktuator ITS. Untuk menghasilkan simulator game interaktif atau game Tekken, mereka menerapkan sensor atau transduser ultrasonik untuk pengendali PlayStation dan limit switch.

Sensor ultrasonik untuk mendeteksi gerak reaksi pengguna game. Adapun sensor limit switch yang diletakkan pada setiap pergelangan tangan dan kaki digunakan sebagai deteksi gerakan memukul dan menendang. Menurut Harris, game ini akan dikembangkan lebih lanjut untuk penyandang tunanetra berbasis opensource.

Rabu, 12 Agustus 2009

Source:http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/12/07515148/aplikasi.oss.untuk.tunanetra

Linksys Media Hub, Sentralisasi Definisi Tinggi




Di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi, penyimpanan digital sekarang menjadi kebutuhan semua orang. Kemajuan jejaring internet memungkinkan siapa saja untuk berbagi foto keluarga, teman, handai taulan, atau tayangan teve yang tidak diterima sanak saudara yang ada di negeri lain.

Tanpa disadari, komputer yang kita gunakan selama ini berisi berbagai macam informasi digital, mulai dari berita sederhana, e-mail, foto, hingga video. Celakanya, ketika komputer menjadi semakin terjangkau, kita pun condong berganti-ganti komputer dari notebook ke desktop atau sebaliknya atau dari notebook ke netbook dan lainnya.

Belum lagi para penggemar musik yang selalu melakukan sinkronisasi iPod dengan komputernya. Tanpa disadari, kita berada pada situasi ledakan informasi digital yang luar biasa, mencakup beragam jenis yang menjadi bagian melekat kehidupan kita sehari-hari.

Di pasaran banyak tersedia perangkat teknologi yang menyediakan jenis penyimpanan yang tersentralisasi, disebut sebagai network area storage (NAS). Masalahnya, ketika jumlah file menjadi terlalu besar dan kapasitas hard disk kita juga sudah mencapai bilangan 1.000 GB, persoalan lain muncul bagaimana menatanya dan mencarinya untuk didengar, dilihat, atau dibaca.

Sesuai kebutuhan

Linksys, perusahaan yang diakusisi raksasa jejaring digital Cisco, memiliki perangkat yang disebut Media Hub yang berfungsi sebagai penyalur digital bagi keperluan kita menikmati musik, melihat foto digital, atau menonton video. Penggunaan dan pemanfaatannya sederhana, dan kapasitas penyimpanannya pun disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Mampu menampung dua buah hard disk, Linksys Media Hub memiliki kinerja kecerdasan yang canggih untuk melakukan multi-streaming secara bersamaan ke beberapa pengguna. Perangkat ini mampu mengalirkan alunan musik ke kamar anak-anak, dan secara bersamaan mengalirkan foto atau video digital ke kamar orangtua mereka.

Bahkan, Media Hub ini juga mampu untuk menayangkan tayangan definisi tinggi 1080p tidak hanya ke layar teve, tetapi juga mudah diakses melalui telepon seluler yang terkoneksi dengan jejaring nirkabel. Sebagai konsep, Media Hub buatan Cisco ini dirancang sebagai server kecil yang melayani kebutuhan multimedia definisi tinggi berbagai rumah tangga. (RLP)

Kamis, 20 Agustus 2009

Cip untuk Tersangka Koruptor agar Tak Kabur

Awalnya ide memasang cip itu untuk hewan peliharaan. Kartu identitas tersebut untuk hewan yang berisi data tentang jenis peliharaan, asal negara, dan bukti kepemilikan. Data diperlukan agar hewan kesayangan dapat dideteksi dan diketahui keadaannya.

Namun, pencetus ide malah ditanggapi dengan pikiran yang cukup liar dari pemilik gagasan lain agar cip itu dipasang saja pada tubuh tersangka koruptor supaya tidak kabur ke luar negeri. Demikian ide ditimpali dengan gagasan lain yang tak kalah unik dalam Creative Solution Award.

Ajang yang diselenggarakan PT Aplikasinusa Lintasarta itu berupa penghargaan untuk mereka yang menyampaikan ide-ide kreatifnya. Tercatat, lebih dari 400 usul yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi sudah disampaikan baru pada hari pertama lomba, Kamis (20/8).

Ajang itu berlangsung selama empat bulan hingga 10 Desember 2009. Aditya Darma, pencetus ide cip untuk hewan peliharaan untuk sementara menempati posisi teratas pilihan para juri. Sementara itu, Nugy Anto mengungkapkan ide tentang resume medis online.

Ia menjelaskan, sebelum para pasien diperiksa dokter di rumah sakit berbeda dengan sebelumnya, mereka sering ditanya mengenai sejarah kesehatan. Sistem itu sangat merepotkan karena para pasien harus hapal riwayat kesehatannya.

Sedikit saja para pasien lupa bercerita, proses pengobatan mungkin bisa terpengaruh. Adanya data tentang riwayat kesehatan yang lengkap dan akurat akan sangat membantu para dokter dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit.

General Manager Central Regional Office PT Aplikasinusa Lintasarta Gatot Santoso mengatakan, tersedia hadiahnotebook setiap dua minggu untuk ide kreatif dan bermanfaat. Diperkirakan, lebih dari 50.000 ide akan muncul hingga lomba usai dan sekitar 30 persennya dari Jawa Barat.

Ajang itu terbuka untuk umum. Para calon peserta cukup mengakses situs www.creativesolutionsaward.com dan melakukan registrasi. Mereka kemudian terdaftar menjadi peserta dan dapat langsung berpartisipasi dengan memberikan gagasan kreatif sesuai tema bulanan.

Kompas.com, 21 Agustus 2009

Source:http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/21/0140502/cip.untuk.tersangka.koruptor.agar.tak.kabur..

Apakah Anda Social Butterfly?



Terminologi ‘Social Butterfly’ biasanya diterapkan bagi mereka yang suka lompat dari satu pesta ke pesta lain. Namun batasan ini bisa juga digunakan untuk mereka yang suka bergaul dari satu jaringan sosial online jaringan lain untuk tetap up date informasi terkini.

Anda adalah seorang ‘Social Butterfly’ apabila:
• Memiliki ratusan teman dan kontak di beberapa jaringan sosial seperti Facebook, MySpace, Twitter, LinkedIn, Windows Live dan Friendster.

• Menghabiskan waktu lebih dari dua jam sehari untuk berpartisipasi di beberapa jaringan sosial untuk tetap berhubungan dengan teman-teman; membagi berita terkini dengan komunitas; upload foto; mencoba berbagai ragam kuis; mempersonalisasikan halaman dan hal lainnya

• Tidak bisa berhenti untuk masuk ke jaringan sosial baik melalui PC, laptop ataupun HP setiap kali kamu mempunyai waktu luang.

• Seringkali masuk ke situs jaringan sosial untuk “sekedar mengintip” di saat Anda sedang bekerja (atau pada saat Anda seharusnya bekerja!).

• Merasa terputus dari dunia luar, apabila tidak online atau belum terkoneksi ke berbagai situs jaringan sosial Anda setiap harinya.

Jumat, 21 Agustus 2009 | 17:49 WIB

KOMPAS.com -http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/21/17491734/apakah.anda.social.butterfly

Kiat Sukses Perluas Jaringan Sosial "Online"

Menurut data terakhir ComScore’s (perangkat industri online untuk mengukur khalayaknya) lebih dari 600 juta orang menjadi pengguna aktif jaringan sosial, blog dan situs foto.

Sementara penelitian yang dilakukan Synovate untuk Microsoft dengan subyek usia 15-24 tahun di Asia, menunjukkan bahwa kaum muda Asia menghabiskan waktu rata-rata hampir 5 jam (4,8 jam) per-hari hanya untuk online.

Namun, jika Anda belum ikut tren ini, yakni masuk ke jaringan sosial, berikut beberapa kiat yang dapat membantu menjadi ‘social butterfly’ (suka melompat antar karingan sosial) atau menjadi ‘bintang’ dalam pergaulan sosial online.

Selektif
Ada banyak jaringan sosial dan tidak mungkin Anda terlibat semuanya didalamnya seperti Facebook, Ning, LinkedIn, Twitter, De.li.cious, Flickr, dan Picasa Web. Tanyakan pada diri Anda: Apa yang saya inginkan dari kegiatan ini? Apakah saya ingin menambah teman? Apakah saya ingin mempromosikan hasil karya atau musik ciptaan? Apakah saya hanya ingin memiliki medium untuk berbagi gagasan? Jika Anda ingin meraih semua tujuan di atas, Anda mungkin harus mempertimbangkan jaringan sosial yang besar seperti Windows Live home page, Facebook, MySpace atau Friendster.

Fokus
Jika Anda harus memutuskan untuk berpartisipasi di lebih dari satu jaringan sosial, akan kerepotan untuk mengecek satu persatu perkembangan terbaru setiap hari dan pasti melelahkan. Karena itu, fokuslah pada salah satunya.

Siapakah Anda?

Orang senang memasang profil ‘wajah’ pada nama. Boleh saja memasang foto diri yang menarik dan menulis profil diri secara detil. Namun jika identitas diri terlampau berlebihan, hal ini justru akan menarik para cyber-stalkers. Pandai-pandailah mengatur dan menjaga informasi tentang diri yang ingin Anda tampilkan. Buatlah pengaturan privasi secara baik.

Tetap Aktif
Pastikan bahwa Anda berhubungan dengan teman-teman secara rutin, misalnya ikut ambil bagian dalam diskusi online, memperbaharui status Anda atau juga turut berpartisipasi dalam memberi pendapat dari waktu ke waktu. Pastinya Anda tidak ingin ketinggalan dalam pergaulan dunia online. Satu hal lagi yang penting adalah, jangan pernah banjiri teman-temanmu dengan links, pesan-pesan, komentar dan konten – sebab Anda akan dicap sebagai ‘spammer’.

Have Fun!
Berhubungan dalam jaringan sosial secara online sangat menyenangkan. Jadi buatlah segalanya menjadi menjadi sederhana! Menggabungkan jaringan sosial adalah permulaan yang sangat baik. Bagaimanapun, pada akhirnya adalah soal menambah teman, bersosialisasi dan berbagi kepentingan yang sama.

Jum'at 21 Agustus 2009

Virus Komputer Lokal Lebih Berbahaya

Virus komputer lokal buatan Indonesia yang banyak beredar di dunia maya saat ini diyakini lebih berbahaya dari virus produksi asing. Dalam beberapa kasus, virus lokal sampai menghilangkan data file di komputer korban.

"Sementara, virus asing tidak sampai menghilangkan file penting penggunanya. Produsen virus tersebut hanya ingin menunjukkan kelemahan windows yang ada saat ini," kata Yudhi Kukuh, Technical Security Consultant, ESET Indonesia, perusahaan di bidang keamanan digital, Minggu (23/8).

Namun, jelas dia, dari sejumlah virus yang menyebar di seluruh jaringan komputer di dunia, virus asal Indonesia hanya menyumbang 0,1 persen. "Meski penguasaannya terbilang minim secara internasional, pengguna komputer perlu menyadari pentingnya antivirus untuk melindungi data," ujarnya.

Sampai saat ini, kata dia, variasi virus di dunia sangat beragam. Akan tetapi, yang kini menjadi tren dan berbahaya adalah virus "configure". Virus ini sifatnya bisa menggandakan diri, sehingga kini variannya bisa mencapai turunan ke-30 ("configure" varian AQ).

"Mayoritas, selama ini yang menyerang komputer di antaranya `configure generic`, `configure` varian A, dan `configure` varian AA," katanya.

Sementara, ia mencontohkan, ragam virus lokal yang juga membahayakan data pengguna komputer seperti babon, aksika, "coolface & coolface MP3 player", W32/Kill AV, pendekar "blank", pacaran, "blue fantassy", "Windx-Matrox". Selain itu, ada juga virus amburadul, FD Shield, Purwo C, dan Nadia Saphira.

Terkait pengguna antivirus ESET, Marketing Communications ESET Indonesia, Chrissie Maryanto, menyatakan, sampai saat ini pasar terbesar sebanyak 60 persen berada di Jakarta, 30 persen di Surabaya, dan 10 persennya menyebar di kota lain. "Dari jumlah tersebut, segmentasi pasar kami terdiri dari 80 persen kalangan korporasi dan 20 persen pelaku usaha ritel," katanya.

Khusus di Surabaya, ia siap menembus pasar ritel di kota tersebut. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan peritel yang bergerak di bidang teknologi informasi (TI). Sementara itu, sejak Agustus ini ia telah memiliki reseller di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, dan Papua.

"Mengenai upaya menarik konsumen, kami memberikan promo Merdeka Dari Virus dengan harga promosi untuk Home Edition seperti ESET Antivirus NOD32 yang kini menjadi 24,99 dolar Amerika Serikat (AS), dari harga normal 39,99 dolar AS," katanya.

23 Agustus 2009

JAKARTA, KOMPAS.com -http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/23/17060532/Virus.Komputer.Lokal.Lebih.Berbahaya

Saturday, August 22, 2009

Indramayu Bakal Tenggelam Tidak Lama Lagi

Tanjung Indramayu telah tenggelam akibat abrasi yang tidak bisa dikendalikan, baik oleh masyarakat sekitar maupun Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.


"Pengikisan pantai terus terjadi setiap tahunnya dari peta tahun 2004 masih terlihat ada Tanjung Indramayu. Di tanjung tersebut terdapat dua daratan yaitu Pancar Payung dan Pancar Belah, tetapi pada tahun 2009 sudah tidak tampak, semua berubah jadi lautan," kata Kepala Pelabuhan Indramayu, Sukiman, di Indramayu.

"Tanjung Indramayu memiliki panjang sekitar 3.600 meter dan lebar 1.800 meter telah berubah menjadi lautan, peristiwa tersebut sangat mengkhawatirkan daratan yang masih ada, kalau pihak terkait tidak berupaya mempertahankannya maka semua bibir pantai akan hilang," katanya.

"Untuk lima tahun ke depan bisa terjadi lebih parah, maka dari masyarakat serta pemerintah harus segera melakukan pencegahan lebih awal, supaya daratan yang ada bisa dipertahankan," katanya.

"Saat ini masyarakat di kawasan pantai utara Indramayu belum menyadari serta tidak pernah peduli terhadap pantai dan lingkungan di sekitarnya, maka dalam hitungan waktu yang singkat telah terjadi kerusakan pantai," katanya.

"Solusi untuk mengantisipasinya antara lain, menanam pohon bakau, mangrove, juga menghindari pengerukan bibir pantai yang sering terjadi di kawasan pantai Indramayu, dalam permasalahan ini masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama untuk mempertahankan daratan tersebut," katanya.

"Dalam mempertahankan daratan masyarakat harus peduli terhadap lingkungan juga harus bisa memeliharanya, apabila hal tersebut tidak diperhatikan maka Indramayu akan tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi," katanya.

"Tanjung sangat diperlukan untuk sebuah pelabuhan karena fungsi dan manfaatnya sangat banyak seperti bisa menahan apabila terjadi angin dari timur, lahan bongkar muat kapal juga sebagai penahan gelombang," katanya.

"Selain Tanjung Indramayu, masih banyak daratan yang akan mengalami hal serupa seperti bibir pantai di daerah Sukra yaitu Sumur Adem di mana lahan tersebut dijadikan proyek pembangkit listrik tenaga uap," katanya.

"Yang paling jelas terlihat yaitu kawasan wisata bahari Tirtamaya yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Indramayu, pada tahun 1997 masih ada daratan untuk sarana pengunjung, tapi untuk saat ini daratan tersebut berubah menjadi lautan," katanya.

RABU, 5 AGUSTUS 2009 | 10:29 WIB

Source: http://www.wargahijau.org/index.php?option=com_content&view=article&id=624:indramayu-bakal-tenggelam-tidak-lama-lagi&catid=11:green-activities&Itemid=16

Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia

Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...