Saturday, September 26, 2009

Bahaya Gas Beracun Kawah Gn Gede

Gunung Gede merupakan salah satu gunung aktif di Jawa Barat, mengingat letusan pada tahun 1747 yang sangat dasyat maka orang mengidentikan nama Gede berasal dari letusan yang sangat dasyat tersebut. Nah Berkenaan dengan aktifitas Gn Gede saat ini, berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede Pasir Sumbul, Badan Geologi-Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, bahwa status gunung Gede adalah aktiv normal (level 1)dengan ciri frekuensi gempa dan semburan gas beracun masih dalam batas normal.

Namun mengingat cuaca mendung dan seringnya turun hujan dapat menyebabkan uap/gas beracun tertahan di sekitar kawah yang dapat membahayakan para pendaki apabila terhisap. Disarankan para pendaki tidak melebihi 30 menit berada di kawah Gn Gede. Jadi kepada para pendaki diharapkan meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan dan kenyamanannya terutama ketika di Kawah. Selamat berwisata dengan aman di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

berikut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi



Atom Hadir untuk Televisi

San Francisco - Memenuhi janjinya untuk menghadirkan prosesor Atom di segala produk, Intel memperkenalan Atom untuk pesawat televisi.

Prosesor Atom untuk televisi, pemutar Blu-ray dan perangkat elektronik lainnya diperkenalkan dalam Intel Developer Forum, yang digelar di San Francisco, 22-24 September 2009.

Eric Kim, Senior Vice President dan General Manager Digital Home Group, Intel Corporation, mengungkapkan prosesor Atom tersebut dalam keynote speech-nya.


Kim menyebut prosesor bernama Intel Atom CE 4100 itu sebagai System on Chip pertama Intel yang berbasis mikroarsitektur Atom. Prosesor dengan pabrikasi 45nm itu memiliki nama kode Sodaville.

Sodaville memiliki beberapa kemampuan yang jadi unggulan. Termasuk dukungan pada format 1080P dan MPEG4, capture video 1080P hingga memori DDR3 dan DDR4.

Pada kesempatan itu Intel juga mendemonstrasikan konsep televisi masa depan. Konsep yang dibangun dengan Adobe Flash 10 itu menampilkan integrasi siaran televisi konvensional dengan fitur ala internet seperti jejaring sosial, video conference, bookmarking dan navigasi.
( wsh / ash )



Jumat, 25 September 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/09/25/144450/1209040/317/atom-hadir-untuk-televisi 

Pendidikan Kunci Pengentasan Kemiskinan Menggunakan ICT

Salah satu hasil atau kesimpulan utama dari pertemuan belasan 'petinggi' ICT4Poverty di Harvard menyimpulkan bahwa 'pendidikan' memegang kunci paling stategis untuk pengentasan kemiskinan menggunakan ICT.

Strategi implementasi akan berbeda antara negara yang kaya, negara miskin, negara pro partai, negara yang pro rakyat.

Indonesia adalah salah satu contoh yang bisa menjalankan proses capacity building ICT yang swadaya masyarakat, mandiri, berbasis komunitas dan berupa gerakan masyarakat. Pendidikan secara informal, melalui mailing list, forum bahkan Facebook di internet.

Saya lihat negara lain seperti Costa Rica atau India lebih banyak merengek ke pemerintah/negara donor. Mereka lebih ke pendidikan secara formal, kalau di Indonesia lebih mengandalkan Diknas lah. Sepertinya tidak ada -- mungkin bisa di hitung pakai jari -- negara di dunia yang punya aktifis ICT seperti di Indonesia, kebanyakan negara lain banyak mengandalkan negara donor.

Kalau kita di Indonesia, rakyat cukup aktif untuk mencari solusi untuk diri sendiri. Jika ini bisa lebih dieksplorasi lagi tampaknya bisa lebih dahsyat lagi urusannya.

Dijadwalkan, saya ke Harvard USA untuk ICT4Poverty sampai 28 September 2009 atas undangan Michael Spence dan Amartya Sen. Keduanya kebetulan pemenang hadiah nobel untuk ekonomi.

Topik akan sekitar ICT Untuk Pengentasan kemiskinan. Pertemuan ini hanya dihadiri oleh belasan pemimpin di dunia IT yang kebanyakan berkecimpung di grass root. Insya Allah, akan hadir juga rekan saya Muhammad Yunus dari Bangladesh yang juga pemenang hadiah Nobel.

Terus terang, dunia banyak belajar dari aktifitas kita bangsa Indonesia bagaimana cara memandaikan masyarakat dan akhirnya mengentaskan kemiskinan secara swadaya masyarakat dan mandiri tanpa perlu dukungan Bank Dunia bahkan seringkali tanpa didukung pemerintah.

Dalam pertemuan tersebut yang akan dilakukan di Faculty Club Harvard, Insya Allah hanya akan dihadiri oleh belasan pemikir dunia terutama untuk IT untuk berdiskusi apa yang dapat 'kita' lakukan untuk bangsa-bangsa di dunia dalam mengentaskan kemiskinan.

Pengalaman saya dalam pertemuan pertama di tahun 2004, kebanyakan cara berfikir orang 'barat' relatif naif di bidang kemiskinan karena mereka jarang sekali hidup sebagai orang miskin. Sementara kita di Indonesia justru terbiasa hidup susah tapi ternyata bisa survivedengan strategi pemberdayaan/memberdayakan masyarakat.
( ash / ash ) 



Jumat, 25 September 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/09/25/131615/1209019/398/pendidikan-kunci-pengentasan-kemiskinan-menggunakan-ict

Pengguna Indosat Habiskan Bandwidth 18 Tb Setiap Hari

Secara year on year trafik komunikasi data Indosat pada tahun ini yang mencapai 18 terabit per hari, dinyatakan telah meningkat 119% jika dibandingkan trafik komunikasi data 2008 lalu.

"Bila dibandingkan hari biasa di tahun 2009, trafik data kami jelang Lebaran kemarin mengalami lonjakan tertinggi sebesar 18,02 terabyte per day atau naik 9,63%," ujar Group Head Corporate Communication Indosat, Adita Irawati kepada detikINET, Sabtu (26/9/2009).

Indosat saat ini memiliki 28,9 juta pelanggan seluler, enam juta pengguna 3G, 150 ribu pelanggan BlackBerry, dan 500 ribu pengguna modem broadband IM2.

Jika disandingkan head to head dengan trafik tahun sebelumnya, trafik komunikasi data Indosat memang mengalami lonjakan kenaikan tertingi dibanding dengan panggilan suara dan pesan singkat (SMS).

"Hal ini tak terlepas dari upaya peningkatan layanan dan kualitas jaringan komunikasi data yang terus dilakukan manajemen seiring dengan tren peningkatan penggunaan komunikasi data oleh pelanggan," lanjut Adita.

Trafik SMS di Lebaran tahun ini mengalami peningkatan 21,1 % bila dibandingkan dengan musim Lebaran 2008. Sedangkan apabila dibandingkan hari biasa, trafik SMS mengalami puncak kenaikan pada hari H menjadi 377,9 juta SMS atau melesat 46,1%. 

Sementara itu, khusus untuk trafik suara mengalami puncak lonjakan di hari H menjadi 3.321.173 juta menit. Peningkatan yang signifikan juga terjadi pada trafik outgoing SLI, dimana saat Lebaran tahun ini meningkat 203% dibandingkan trafik reguler harian.

"Menjadi komitmen kami melayani pelanggan dan masyarakat dalam kondisi apapun. Sehingga keberlangsungan layanan tetap terjamin dengan lancar dan nyaman untuk mendukung aktivitas pelanggan dan masyarakat," tandas Adita.



Jakarta, 26 September 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/09/26/121511/1209358/328/pengguna-indosat-habiskan-bandwidth-18-tb-setiap-hari

Google Rilis Update Browser Chrome

Google telah melakukan perbaikan sistim dan update padabrowser Chrome miliknya dalam versi 4.0.213 yang baru saja dirilis. Salah satu fitur baru yang katanya diperbaiki adalah FTP code.

Jonathan Conradt,engineering program manager Google Chrome menyebutkan, ada beberapa perbaikan yang dilakukan untuk Chrome, seperti perbaikan pada toolstrips yang mengalami crash, serta audio dan video tag yang tidak bekerja pada sumber ekstensinya.

Meski FTP code terbaru ini telah tersedia untuk semua platform, seperti detikINET kutip dari Softpedia, Sabtu (25/9/2009), masih ada beberapa fitur yang belum diperbaiki. Misalnya, FTP server masih membutuhkanauthentication saat pengguna berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain ketika melakukan navigasi.

Namun jika tetap berminat untuk updatetautan berikut bisa digunakan untuk mengunduhnya.



Jakarta, 26 September 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/09/26/104807/1209323/317/google-rilis-update-browser-chrome

Thursday, September 24, 2009

Pemanasan Global Timbulkan Bencana


Pemanasan global menimbulkan bencana besar bagi kesehatan. Negara di kawasan tropis paling rawan terkena dampaknya. Ket.Foto: Pohon terlihat meranggas di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Selasa (19/8). Berdasar perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) musim kemarau di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatera bagian selatan pada tahun ini akan berlangsung hingga November.

Kepedulian terhadap dampak kesehatan itu disuarakan belasan profesional yang tergabung dalam organisasi bidang kesehatan di dunia. Mereka menyatakan keprihatinannya, antara lain melalui publikasi dalam jurnal The Lancet dan British Medical Journal, baru-baru ini.

Keprihatinan itu diutarakan terkait Pertemuan Para Pihak Ke-15 (COP-15) Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNCCC) di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang.

Dalam publikasi itu, para dokter dan profesi kesehatan lain berpandangan, kegagalan mencapai kesepakatan dalam negosiasi perubahan iklim di Kopenhagen akan mendatangkan bencana kesehatan global. Negara-negara tropis yang sebagian besar negara berkembang, dengan kondisi kesehatan yang sudah memprihatinkan, akan menerima akibat yang paling besar.

Berbagai penyakit

Menurut ahli kesehatan masyarakat dari Depkes Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, I Made Jaya, pekan lalu, pemanasan global merupakan akibat dari rangkaian fenomena yang saling kait, antara lain pertambahan penduduk, peningkatan permintaan sumber daya alam, industrialisasi, konsumsi BBM, emisi, peningkatan suhu, mencairnya es, makin tingginya uap air, dan perubahan arah angin muson.

Dia mencontohkan, dengan pemanasan global, amplitudo suhu makin besar. Di siang hari, suhu dapat lebih panas dan lebih dingin di malam hari, tergantung daerahnya. Kondisi itu saja menyebabkan daya tahan tubuh rawan menurun sehingga manusia mudah terjangkit penyakit.

Hal yang lebih mengkhawatirkan, makin merebaknya penyakit akibat perubahan musim. ”Dulu, cacar air biasanya pada September dan Oktober. Masuk musim hujan, pertumbuhan jamur dan virus makin mudah. Namun, kini, sepanjang tahun terdapat kasus itu,” ujarnya.

Kelangkaan sumber air akibat ketidakteraturan musim dan kegagalan manajemen air akan berpengaruh terhadap kelangkaan pangan dan penyakit kurang gizi. Agen penyakit juga gampang bermutasi. Hal ini, misalnya, terlihat dengan kemunculan kasus flu burung dan influenza A (H1N1). Virus corona, misalnya, bermutasi sehingga menyebabkan SARS.

Banyak kawasan menghangat sehingga parasit pembawa penyakit, seperti nyamuk, menyebar ke daerah baru yang tak siap dengan kedatangan pembawa penyakit itu. (BBC/ AFP/ National Geographics/INE)

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2009 | 07:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - http://sains.kompas.com/read/xml/2009/09/24/07461388/pemanasan.global.timbulkan.bencana

Kiat Menghemat Air di Rumah

Menghemat air adalah langkah bijak dan sangat berarti bagi kelestarian dan keseimbangan lingkungan. Ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan di rumah untuk menghemat sumber kehidupan ini.

Di Kamar Mandi
- Matikan keran saat sedang menggosok gigi. Membiarkan keran terbuka 1 menit sama saja dengan membiarkan 9 liter air terbuang percuma.
- Jika mungkin, mandilah dengan menggunakan shower. Mandi dengan gayung menghabiskan 3 kali air lebih banyak daripada mandi dengan shower.
- Segera perbaiki keran yang bocor. Keran bocor bisa membuang air bersih hingga 13 liter air per hari.

Di Dalam Rumah
- Gunakan kloset yang mengunakan dua sistem pembilasan air. Setiap sistem pembilasan bekerja sesuai dengan volume air yang dikeluarkan. Bila kloset hanya digunakan untuk buang air kecil, gunakan pembilasan dengan volume kecil.
- Pilihlah mesin cuci yang hanya membutuhkan sedikit air.

Di Taman dan Luar Rumah
- Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman. Selain menghemat, air bekas cucian sayur, buah dan daging ternyata bisa menyuburkan tanaman.
- Jika mungkin, hindari penggunaan selang. Gunakan kaleng penyiram tanaman atau ember untuk mencuci mobil.
Siramlah tanaman di sore atau pagi hari agar air mudah meresap ke dalam akar. Penyiraman pada siang hari hanya membuat air menguap percuma. (Tabloid Rumah)

Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia

Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...