Wednesday, August 12, 2009

Si Raja Laut Mulai Diteliti Lebih Dalam

Diam-diam, Indonesia memendam kekayaan alam yang melegenda. Selain komodo, kini ditemukan juga ikan purba Coelacanth yang disebut sebagai Raja Laut atau King of The Sea.

Ikan yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada tahun 1938 ini telah memupus anggapan para ilmuwan bahwa ikan purba ini telah punah 65 juta tahun lalu. Tahun 1998, Coelacanth kembali ditemukan di Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara yang kemudian diberi nama Latimeria chalumnae.

Untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap sosialisasi ikan purba berlidah ini, SeaWorld Indonesia bekerja sama dengan Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) akan melakukan penelitian lebih dalam terhadap spesimen ikan tersebut. Spesimen ketiga yang ditemukan di perairan Pulau Talise, Manado pada tanggal 25 November 2008 inilah yang akan diteliti oleh tim peneliti.

Sebelumnya, penelitian serupa telah dilakukan oleh para peneliti Jepang. Namun untuk pertama kalinya penelitian ikan ini akan didukung oleh para peneliti dari dalam negeri.

"Saya bertekad tim kali ini 100 persen murni para peneliti Indonesia. Ini adalah ajang kita untuk unjuk gigi bahwa kita juga bisa setara dengan peneliti asing," ujar Dr. Sudarto, Ketua Peneliti dalam konferensi pers Preservasi dan Pengamanan Sampel Ilmiah Coelacanth, Selasa (11/8).

Tim peneliti tersebut akan melakukan pembedahan terhadap ikan ini untuk meneliti semua karakter yang ada pada ikan tersebut seperti morfologi, genetika, reproduksi, nutrisi, DNA, dan lain-lain. Setelah dibedah, ikan ini akan dijahit kembali kemudian diawetkan dalam formalin.

Fisik ikan yang mempunyai panjang 111,1 cm dan berat 21 kg ini akan dipamerkan di SeaWorld, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. Hasil penelitiannya akan menambah koleksi ilmiah di sana.

"Kita beruntung bisa punya fisiknya. Kalau di luar negeri hanya ada informasi-informasinya saja berupa foto-foto dan film-film," tutur Yongki E. Salim, Presiden Direktur PT. SeaWorld Indonesia.

Dia menambahkan, tim peneliti ini akan membuat sesuatu yang besar dan akan membuat sejarah untuk bangsa ini. Semoga hasilnya dapat berguna bagi anak bangsa.

Selasa, 11 Agustus 2009 | 22:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/11/22564290/si.raja.laut.mulai.diteliti.lebih.dalam

Biadab, Gajah Diracun, Gadingnya Dijarah

Seekor gajah jinak di Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, mati diracun. Pencuri ingin menggasak gadingnya yang harganya sangat tinggi.


"Pencuri memberi pakan dengan mencampuri racun tikus. Setelah gajah ambruk, baru diambil gadingnya," kata Kepala Balai TNWK John Kenedie di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.

Seno (21), dengan berat badan sekitar 1,9 ton, dan berat gading 70 kg, itu ditemukan mati pada Jumat, sekitar pukul 02.00-03.00 di kandang gajah TNWK, Lampung Timur, sekitar 150 km Timur Laut Kota Bandar Lampung.

Menurut Kepala Balai TNWK, kejadian itu diperkirakan berlangsung sekitar pukul 02.00 dan diketahui pukul 05.00. "Pengontrolan saat itu memang tidak sampai tengah malam karena dirasa sudah aman," katanya.

Dia menambahkan, para pencuri menggasak gading gajah dengan panjang sekitar 70 cm yang berjumlah dua gading. "Para pencuri nekat meracuni gajah hanya karena ingin mengambil paksa gading gajah itu," terangnya.

Masih ditambahkannya, gajah yang diracun itu merupakan salah satu gajah atraksi yang menjadi andalan di TNWK, dan gajah itu sudah terlatih untuk mengusir gajah liar yang sering masuk ke lahan pertanian warga.

Salah seorang anggota LSM Wildlife Conservation Society (WCS), di PLG TNWK, M Gio, mengatakan, para pencuri mengetahui kondisi di lingkungan PLG TNWK.

"Para pencuri jelas sudah merencanakan sehingga mereka sebelumnya sudah tahu kondisi di PLG TNWK," katanya.

Gio menambahkan, populasi gajah liar yang terus menurun juga bisa menjadi salah satu penyebab beralihnya para pencuri gading membidik ke gajah yang sudah jinak.

Menurut Gio, populasi gajah liar di hutan TNWK yang luasnya mencapai 125.000 hektar, jumlahnya sekitar 250 gajah lagi.

Selain itu, gajah liar yang berumur 15-20 tahun jarang yang memiliki gading karena diduga telah dicuri.

Selasa, 11 Agustus 2009 | 09:53 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.com — http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/11/09534625/biadab.gajah.diracun.gadingnya.dijarah

Google Siapkan Mesin Pencari Generasi Baru

Google diam-diam tengah bersiap meluncurkan perubahan baru pada mesin pencarinya. Nampaknya, kehadiran mesin pencari Bing dari Microsoft membuat search engine mereka perlu melakukan beberapa perbaikan.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini telah merilis preview dari mesin pencarinya yang telah diperbaiki lewat blog Google Webmaster Central Blog.

"Dalam beberapa bulan terakhir, tim besar dari Google bekerja dalam sebuah proyek rahasia, yakni sebuah arsitektur generasi baru dalam pencarian web Google," demikian postingan artikel dalam blog itu.

Pembenahan dilakukan dalam berbagai dimensi seperti kecepatan pengindeksan, akurasi maupun kelengkapan hasil pencarian. Google mengemukakan pengubahan itu masih belum bisa dilihat kebanyakan user, namun akan mengubah daftar hasil pencarian.

Dalam sebuah tes yang dilakukan blog teknologi Mashable, mesin pencari baru Google ini terbukti lebih cepat dan menampilkan sejumkah perbedaan saat menampilkan hasil pencarian ketimbang versi sebelumnya.

"Meski Anda belum akan melihat sejumlah perbedaan, ini benar-benar sebuah upgrade komplet Google. Tak hanya cepat namun dalam tes kami juga terasa lebih mampu memproduksi hasil pencarian real-time," demikian detikINET kutip dari hasil uji coba yang dilansir Cnet, Rabu (12/8/2009).

Tampilan hasil real-time ini barangkali terinspirasi dari Twiter Search yang bisa langsung menampilkan apa yang dibicarakan user. Sedangkan di Google, seringkali dibutuhkan waktu lama untuk sebuah laman situs agar bisa muncul, tergantung popularitasnya.
( fyk / rou )

Rabu, 12 Agustus 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/08/12/072043/1181526/398/google-siapkan-mesin-pencari-generasi-baru

Google Siapkan Mesin Pencari Generasi Baru

Google diam-diam tengah bersiap meluncurkan perubahan baru pada mesin pencarinya. Nampaknya, kehadiran mesin pencari Bing dari Microsoft membuat search engine mereka perlu melakukan beberapa perbaikan.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini telah merilis preview dari mesin pencarinya yang telah diperbaiki lewat blog Google Webmaster Central Blog.

"Dalam beberapa bulan terakhir, tim besar dari Google bekerja dalam sebuah proyek rahasia, yakni sebuah arsitektur generasi baru dalam pencarian web Google," demikian postingan artikel dalam blog itu.

Pembenahan dilakukan dalam berbagai dimensi seperti kecepatan pengindeksan, akurasi maupun kelengkapan hasil pencarian. Google mengemukakan pengubahan itu masih belum bisa dilihat kebanyakan user, namun akan mengubah daftar hasil pencarian.

Dalam sebuah tes yang dilakukan blog teknologi Mashable, mesin pencari baru Google ini terbukti lebih cepat dan menampilkan sejumkah perbedaan saat menampilkan hasil pencarian ketimbang versi sebelumnya.

"Meski Anda belum akan melihat sejumlah perbedaan, ini benar-benar sebuah upgrade komplet Google. Tak hanya cepat namun dalam tes kami juga terasa lebih mampu memproduksi hasil pencarian real-time," demikian detikINET kutip dari hasil uji coba yang dilansir Cnet, Rabu (12/8/2009).

Tampilan hasil real-time ini barangkali terinspirasi dari Twiter Search yang bisa langsung menampilkan apa yang dibicarakan user. Sedangkan di Google, seringkali dibutuhkan waktu lama untuk sebuah laman situs agar bisa muncul, tergantung popularitasnya.
( fyk / rou )

Rabu, 12 Agustus 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/08/12/072043/1181526/398/google-siapkan-mesin-pencari-generasi-baru

Makin Banyak Karyawan Dipecat karena Email

Jakarta - Pemangkasan budget dan pemutusan hubungan kerja akibat resesi ternyata sangat rawan pada keamanan data perusahaan. Dalam hal ini, email bisa menjadi teknologi yang paling berisiko. Lewat email, data penting perusahaan bisa diteruskan ke mana saja.

Perusahaan keamanan email, Proofpoint menyatakan, lebih dari sepertiga perusahaan menderita kebocoran data dikarenakan email. Angka "kecelakaan" ini naik 28% dibandingkan tahun 2008 lalu. Oleh karena itu, pencegahan terhadap kebocoran email ini juga turut meningkat.

detikINET kutip dari V3, Rabu (12/8/2009), lebih dari setengah perusahaan telah mendisiplinkan staf pekerjanya akibat pelanggaran kebijakan penggunaan email. Bahkan, 31,6% di antaranya telah memecat karyawannya.

Lantas apa hubungannya kebocoran email perusahaan dengan pemecatan karyawan? Ternyata, masih dari survei yang dilakukan perusahaan asal California itu, muncul fakta bahwa kenaikan aksi pemecatan itu mendorong para karyawan untuk mencuri informasi bekas tempat kerjanya itu. Sekitar 18% dari mereka bahkan telah diinvestigasi akibat kasus ini pada tahun lalu.
( sha / rou )

Rabu, 12 Agustus 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/08/12/080313/1181551/398/makin-banyak-karyawan-dipecat-karena-email

Facebook Bersiap Tetapkan Status Terlarang

Facebook berencana menerapkan perubahan pada Terms of Service mereka. Perubahan kali ini akan mencakup, antara lain, hal-hal yang terlarang untuk dituliskan pengguna Facebook pada baris Status mereka.

Seperti dikutip detikINET dari TechCrunch, Rabu (12/8/2009), perubahan aturan itu akan melarang status pengguna yang sifatnya komersial. Dengan demikian, pengguna Facebook yang menjual update Status-nya ke pemasang iklan akan dianggap melanggar peraturan situs jejaring sosial tersebut.

Secara umum, profil pribadi pengguna Facebook akan dilarang digunakan untuk mendapatkan keuntungan komersial. Rancangan peraturan baru itu berbunyi: You will not use your personal profile for your own commercial gain (such as selling your status update to an advertiser).

Saat ini aturan tersebut baru diajukan Facebook melalui blog resmi mereka dan bisa dilihat di Facebook Site Governance. Jika tak ada keberatan, Facebook akan menerapkan rancangan ini sebagai aturan baru yang harus dipatuhi semua anggotanya.
( wsh / wsh )

Rabu, 12 Agustus 2009
Source: http://www.detikinet.com/read/2009/08/12/141258/1181893/398/facebook-bersiap-tetapkan-status-terlarang

Tuesday, August 11, 2009

How Eco-Savvy Are You?

It’s Earth Month, and that means lots and lots of information coming at you about how to live with a lighter environmental footprint. Of course, with all of the media focus on sustainability over the past couple of years, you may figure there’s not much left for you to learn. Maybe… or maybe not! Take this quiz to see how much you do know… and what you can still learn about the green life.



Content courtesy of our partner Intent.com



1. You’re shopping for ingredients to take to a potluck a neighbor is hosting, and want to choose the most Earth-friendly options. Which of the following labels has strict definitions attached to it, and is certified by a third party?



a.Vegan

b.Antibiotic-Free

c.Organic

d.Natural



2. A friend suggests that the two of you chip in and purchase a CSA (community-supported agriculture) membership for the coming year. You think hard, and try to remember what a CSA is. Is it:



a.A farmers market in the neighborhood?

b.A food cooperative?

c.An urban or community garden?

d.A model for buying “shares” in a local farmer’s harvest?



3. The weather warms up, and, one morning, you discover your puppy is covered in fleas after playing outside. What’s the most potentially harmful way (to the environment, and your puppy) to handle this problem?



a.Sprinkling diatomaceous earth over your yard

b.Spraying beneficial nematodes over your yard

c.Bathing your puppy in an herbal flea shampoo containing citrus oils

d.Begin applying a monthly spot-on flea treatment from the veterinarian



4. You've got a sizzling hot weekend of romance planned. Among your plans: introducing some new toys to your relationship (yeah, those kinds of toys). To ensure a safe, healthy experience for your partner and yourself, you want to make sure the sex toys you purchase are free of ____.



a.Phthalates

b.Phlebotomists

c.Phragmites

d.Phalanxes



5. Work, family, and friends have kept you hopping lately, and now the house is well past its deadline for cleaning. What's the one quality you should look for in a "green" cleaning product?



a.It's free of volatile organic compounds (VOCs)

b.It's free of chlorine bleach

c.It's homemade from non-toxic ingredients

d.All of the above



6. Your energy bills have been through the roof lately. What's the most important step you can take to lower your use of energy (and, in the process, lower those bills!)?



a.Replace incandescent light bulbs with compact fluorescents

b.Unplug electronics and appliances when not in use

c.Increase insulation levels in your exterior and basement walls, ceilings, floors, and crawl spaces.

d.Switch from a desktop to a laptop computer



7. Keeping healthy and fit requires a regular exercise routine, but much of the "stuff" associated with working out these days consumes resources unnecessarily, and creates waste and pollution. What's the most important step you can take to minimize the environmental impact of your exercise regimen?



a.Buy (and use) a reusable water bottle.

b.Take your exercise routine off the treadmill and elliptical, and get outside to work out.

c.Join a "green gym"

d.All of the above



8. From excess packaging to the potential presence of parabens (say that three times fast!), the morning beauty routine can take its toll on the environment, and even present health threats. Which of the choices for changing beauty and personal care habits listed below will most likely make multiple positive impacts on your health and your environmental footprint?



a.Buy cosmetics and personal care products labeled "organic"

b.Cut back on the number of products (even "safe" products), and use them less often

c.Buy cosmetics and personal care products labeled "natural"

d.Grind your own minerals, mix your own moisturizers, and boil your own soap.



9. You're cooking for a group of friends, several of whom are vegan. The recipe you want to make lists eggs as an ingredient. What should you do?



a.Ditch the recipe, and serve carrot and celery sticks.

b.Include the eggs--they won't notice.

c.Replace the eggs with mashed bananas

d.None of the above



By Jeff McIntire-Strasburg

Source:

http://www.beliefnet.com/Holistic-Living/Environment/Quizzes/How-Eco-Savvy-Are-You.aspx

Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia

Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...