Monday, August 24, 2009

Cuaca Ekstrem di Indonesia Mulai Selasa Besok


Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Indonesia mulai 25 hingga 27 Agustus. Cuaca ekstrem didukung oleh adanya aktivitas daerah tekanan rendah di Samudera Pasifik sebelah utara Papua dan daerah pumpunan angin yang memanjang dari Sumatera bagian utara, perairan sebelah utara Kalimantan hingga Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.

Faktor pendukung lain cuaca ekstrem adalah masih hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia sebelah utara Katulistiwa dan kelembaban udara di wilayah tersebut yang cukup tinggi. Kondisi ini mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Indonesia terutama wilayah Indonesia bagian utara dan sekitar ekuator.

Adanya aktivitas konvektif yang merupakan aktivitas atmosfer berskala lokal di sebagian wilayah Indonesia juga perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dalam waktu yang tidak terlalu lama. Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terdapat di pesisir barat Sumatera, Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat dan Timur, Kalimantan Tengah bagian utara, Sulawesi bagian utara dan tengah, Maluku bagian utara dan tengah, Papua Barat, Papua Tengah, serta Papua Timur bagian utara.
SENIN, 24 AGUSTUS 2009 | 13:13 WIB

Sunday, August 23, 2009

Hemat Energi, Awali dari Desain Rumah

Melakukan penghematan energi adalah salah satu langkah bijak dalam upaya menghindarkan bumi dari kerusakan akibat pemanasan global. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi, dan salah satunya bisa diawali dari desain rumah sebagai tempat tinggal.


Rumah sebagai pusat aktivitas dan tempat beristirahat selalu menyerap dan menghabiskan energi dalam jumlah tidak sedikit setiap detiknya. Alhasil, kebutuhan listrik dan air bersih akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah rumah dan populasi manusia.

Nah, supaya penggunaan energi di rumah Anda tidak boros, Sahsa Media, Arsitektural Designer Holcim PT Holcim Indonesia, memberikan sejumlah kiat sederhana dalam menciptakan rumah hemat energi berikut ini:

1. Bagi Anda yang sedang membangun rumah, merenovasi atau dalam tahap desain, usahakan posisi rumah tidak menghadap ke timur supaya cahaya matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah.

2. Atur penempatan ruangan dengan cara memperbanyak bidang utara dan selatan. Hal ini dilakukan supaya panas matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah dan mengakibatkan suhu rumah naik.

3. Usahakan setiap ruangan mempunyai jendela atau ventilasi supaya ada pertukaran udara. Udara yang terjebak di dalam ruangan akan membuat suhu ruangan tinggi.

4. Untuk mencegah sinar matahari langsung masuk ke dalam rumah melalui jendela atau ventilasi, Anda bisa memasang shading atau penahan sinar, seperti kanopi.

5. Gunakanlah peralatan elektronik hemat energi, mulai dari lampu hingga perangkat yang memakan daya cukup besar. Bagi Anda yang sudah memiliki perangkat lama, mungkin akan keberatan membeli produk hemat energi karena besarnya uang yang harus dikeluarkan. Namun, jika dipikirkan jangka panjang, mahalnya biaya di awal tidak akan sia-sia. Ke depan, Anda bisa berhemat bayar listrik dan menyelamatkan lingkungan.

6. Kurangi ketergantungan terhadap sumber air tanah dan PAM. Apabila memungkinkan, gunakanlah air hujan sebagai salah satu alternatif sumber air dengan cara membuat sumur resapan.

SELASA, 4 AGUSTUS 2009 | 21:50 WIB

KOMPAS.com — http://properti.kompas.com/read/xml/2009/08/04/21504311/hemat.energi.awali.dari.desain.rumah

Populasi Orangutan Terancam Sangat Serius

Populasi orangutan Sumatra (Pongo abelii) di Jambi dalam ancaman serius seiring rencana pembukaan hutan tanaman industri (HTI) seluas lebih dari 30.000 hektare di areal eks hutan produksi (HP) PT Dalek Hutani Esa, di Dusun Semarantihan, Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi.


Pimpinan Program Frankfurt Zoological Society (FZS) Peter Pratje, Minggu (23/8), mengatakan, lokasi pembukaan HTI itu sangat dekat dengan stasiun reintroduksi orangutan Sumatra yang telah merehabilitasi 20-an ekor orangutan per tahunnya.

"Pembukaan HTI secara langsung akan menghilangkan seluruh potensi sumber daya alam yang ada. Langkah untuk melestarikan kembali populasi orangutan Sumatra yang terus berkembang dalam delapan tahun ini juga akan sia-sia," kata Peter.

Selama ini pihaknya telah melepasliarkan 108 orangutan di areal pelepasan seluas 200 hektare pada pinggiran Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), namun, karena daerah TNBT curam, orangutan lebih memilih untuk tinggal di areal eks hutan produksi.

Hutan produksi juga memiliki banyak tanaman buah-buahan yang menjadi sumber makanan utama orangutan Sumatera. Tanaman buah ini kemungkinan sengaja tidak ditebang karena pengelola hutan produksi hanya mengambil jenis pohon-pohon keras.

FZS juga memantau setidaknya ada tiga ekor bayi orangutan yang dilahirkan oleh induk yang telah dilepasliarkan, ini menandakan hutan produksi tersebut merupakan lokasi yang cocok bagi primata endemik Sumatera ini.

Orangutan juga termasuk dalam hewan yang mempunyai kemampuan reproduksi rendah. Orangutan betina hanya mampu melahirkan tiga ekor anak selama masa hidupnya.

Peter menegaskan, pembukaan HTI tidak hanya mengancam keberadaan orangutan Sumatera tetapi juga TNBT secara langsung, sebab perambahan, pemanfaatan kayu, serta sumber makanan bagi satwa liar banyak berada di areal hutan produksi.

"Komunitas suku terasing seperti warga Talang Mamak dan Suku Anak Dalam juga akan pindah ke TNBT bila hutan produksi ini dialihfungsikan menjadi HTI," kata Peter.

Manajer Stasiun Reintroduksi Orangutan Sumatra, Julius Paolo Siregar mengatakan, orangutan Sumatra termasuk dalam kategori satwa yang terancam punah, diperkirakan jumlah orangutan Sumatera saat ini antara 6.000-7.000 ekor saja.

"Dibandingkan dengan orangutan Kalimantan, orangutan Sumatra lebih rentan hidupnya. Bukan saja jumlahnya yang sedikit tetapi luas wilayah habitatnya juga sangat sedikit," ujar Julius.

Rencananya FZS akan kembali melepasliarkan sekitar 10 orangutan pada Oktober 2009, dan pada bulan ini hingga Januari 2010 diperkirakan sumber makanan dalam hutan sudah cukup seiring masa musim buah.

MINGGU, 23 AGUSTUS 2009 | 20:37 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/23/20371491/populasi.orangutan.terancam.sangat.serius

Rasio Mal dan Penduduk di Indonesia Masih Longgar

Asosisiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat rasio pendirian mal atau pusat belanja di Indonesia dengan jumlah penduduk masih longgar. Artinya masih diperlukan banyak lagi pendirian mal-mal baru untuk mengimbangi tingkat rasionya, termasuk di Jakarta.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan saat dihubungi detikFinance, Minggu (23/8/2009)

"Rasio mal dengan penduduk di Indonesia masih besar, sekarang ini rasionya saja masih satu banding ratusan ribu,"katanya.

Menurutnya perkembangan pembangunan mal di Tanah Air tidak terlepas dari bisnis retail. Saat ini pertumbuhan ritel di Indonesia termasuk yang tertinggi ketiga di dunia namun masih jauh kalah dibawah China. Sehingga kata dia, tidak mengherankan kalau banyak ritel asing yang akan masuk ke Indonesia.

"Hong Kong yang kecil begitu saja sudah ada 200 mal, sedangkan kita yang negaranya besar saja jumlahnya hampir sama 200 juga. Di Hong Kong mal dibangun dengan belasan lantai," katanya.

Bahkan di negara-negara miskin seperti India, lanjut Stefanus, pusat-pusat perbelanjaan dibangun sangat apik dan mewah karena ditopang oleh pasar India dan berkembangnya segala industri disana misalnya kota Mumbai, New Delhi.

Untuk di Tanah Air mecontohkan tingkat pertumbuhan mal di setiap daerah sangat jomplang misalnya, di Bandung yang penduduknya relatif tidak terlalu padat justru rasio malnya relatif sempit dari Jakarta, bahkan di Jawa Timur termasuk Jakarta rasio pendirian mal dengan jumlah penduduk rasionya masih longgar.

"Sebenarnya rasio mal kalau pun sudah mencapai 1: 50.000 orang, itu masih bagus," katanya.
(hen/qom)

Jakarta, 23 Agustus 2009

Mau Dapat Hadiah Netbook? Ikuti Creative Solution Award

PT Aplikanusa Lintasarta meluncurkan kompetisi Creative Solution Award (CSA) yang akan berlangsung mulai dari 20 Agustus hingga 10 Desember 2009. CSA merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan bagi partisipan yang mampu menerbitkan gagasan-gagasan kreatif di berbagai bidang industri dengan memanfaatkan aplikasi ICT (information and communication technology) dari layanan produk-produk Lintasarta yang ada.

CSA terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia. Lintasarta sebagai penggagas secara khusus berharap CSA ini dapat menjadi katalisator serta wadah bagi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), juga bagi pertumbuhan industri kreatif.

Direktur Usaha Lintasarta Samsriyono Nughroho dalam sambutannya berujar, "Intinya adalah memberikan kesempatan supaya masyarakat yang terbiasa sebagai klien dapat pula berkontribusi dalam dunia industri, karena kita semua pada dasarnya adalah pelanggan dari sebuah industri. Kita (yang tahu) ingin diperlakukan seperti apa, lebih nyaman kalau dilayani seperti apa. CSA mendorong masyarakat lebih kreatif mengutarakan apa yang diinginkannya."

Untuk mengikuti kompetisi CSA ini caranya mudah. Dapat langsung mengunjungi www.creativesolutionsaward.com, lalu sign in dengan account email maupun account facebook untuk memposting ide kreatif. Posting-posting yang akan diseleksi oleh juri dari Lintasarta, yang beranggotakan 9 ahli dari berbagi bidang. Setiap peserta yang ide kreatifnya dimuat dalam website mendapat hadiah langsung berupa t-shirt dan sertifikat.

Kemudian pemenang ditentukan oleh voting, setiap dua minggu akan dipilih satu orang pemenang yang berhak atas hadiah netbook. Terakhir 8 orang pemenang yang terkumpul dalam empat bulan kompetisi berjalan kembali dinilai dalam rangka perebutan hadiah utama.

CSA terbagi dalam empat periode, di mana setiap periode mengusung tema berbeda.
Yakni Agustus/September dengan tema Pelayanan Publik, September/Oktober tema Pendidikan, Oktober/November tema Keuangan, dan November/Desember dengan tema Manufaktur, Perdagangan dan Distribusi. Ayo buruan jangan sampai ketinggalan.

Kamis, 20 Agustus 2009 | 15:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/20/15192145/mau.dapat.hadiah.netbook.ikuti.creative.solution.award

Media Online Harus Masuk dari Berbagai Arah

Layaknya memimpin perang, dalam menjalankan suatu usaha juga diperlukan suatu strategi. Begitu juga dalam menjalankan bisnis media online, harus ada perhitungan matang untuk memenangkan peperangan dalam bisnis media online.

"(Media online) bukan bisnis sembarangan. Infrastruktur yang bagus harus disediakan," ujar Taufik H. Mihardja, Direktur Eksekutif Kompas.com saat menjadi pembicara pada Jambore Pers Indonesia 2009 bertema "Masa Depan Pers Indonesia Tantangan Ekonomi, Politik, Teknologi", di Jakarta, Kamis (20/8).

Selain infrastruktur canggih, lanjut dia, untuk mengembangkan bisnis media online, harus menggunakan beberapa platform. Hal tersebut disebabkan agar media online dapat masuk ke seluruh bagian. Bisnis media online, tambah taufik, berbeda dengan bisnis perangkat keras, sehingga harus bisa menyentuh konsumen dari berbagai arah.

Ia mencontohkan, saat ini Kompas.com menggunakan beberapa format, yaitu website, mobile site dan e-Paper. "Pada tahun 2010 akan ada format reader," kata dia.

Selain itu, Kompas.com juga telah menggandeng beberapa sistem operation (OS) yaitu Java/Symbian, BlackBerry, iPhone, dan Brew. Ke depannya akan ada dua OS yang akan digandeng Kompas.com, yaitu Android dan Palm Press. "Nggak ada yang tahu platfrom mana yang akan populer. Oleh karena itu kita masuk ke seluruhnya saja," ujarnya.

Kamis, 20 Agustus 2009 | 12:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/20/12084472/media.online.harus.masuk.dari.berbagai.arah.

Media Online Harus Masuk dari Berbagai Arah

Layaknya memimpin perang, dalam menjalankan suatu usaha juga diperlukan suatu strategi. Begitu juga dalam menjalankan bisnis media online, harus ada perhitungan matang untuk memenangkan peperangan dalam bisnis media online.

"(Media online) bukan bisnis sembarangan. Infrastruktur yang bagus harus disediakan," ujar Taufik H. Mihardja, Direktur Eksekutif Kompas.com saat menjadi pembicara pada Jambore Pers Indonesia 2009 bertema "Masa Depan Pers Indonesia Tantangan Ekonomi, Politik, Teknologi", di Jakarta, Kamis (20/8).

Selain infrastruktur canggih, lanjut dia, untuk mengembangkan bisnis media online, harus menggunakan beberapa platform. Hal tersebut disebabkan agar media online dapat masuk ke seluruh bagian. Bisnis media online, tambah taufik, berbeda dengan bisnis perangkat keras, sehingga harus bisa menyentuh konsumen dari berbagai arah.

Ia mencontohkan, saat ini Kompas.com menggunakan beberapa format, yaitu website, mobile site dan e-Paper. "Pada tahun 2010 akan ada format reader," kata dia.

Selain itu, Kompas.com juga telah menggandeng beberapa sistem operation (OS) yaitu Java/Symbian, BlackBerry, iPhone, dan Brew. Ke depannya akan ada dua OS yang akan digandeng Kompas.com, yaitu Android dan Palm Press. "Nggak ada yang tahu platfrom mana yang akan populer. Oleh karena itu kita masuk ke seluruhnya saja," ujarnya.

Kamis, 20 Agustus 2009 | 12:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/08/20/12084472/media.online.harus.masuk.dari.berbagai.arah.

Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia

Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...