Monday, September 14, 2009

Konferensi Perubahan Iklim: Negosiasi Terancam Buntu

Obama dan Yudhoyono Didesak untuk Memimpin

Sukses konferensi perubahan iklim yang akan berlangsung di Kopenhagen, Denmark, bulan Desember mendatang belum terjamin karena hingga sekarang negosiasi berjalan alot dan kompleks.

Hal itu dikatakan pemimpin Climate Group yang berbasis di London, Inggris, Steve Howard, di sela-sela acara World Economic Forum di Dalian, China, Sabtu (12/9).

Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim (UNCCC) untuk Pertemuan Para Pihak Ke-13 (COP-13) di Kopenhagen nanti akan membahas terakhir kalinya tentang kesepakatan baru yang lebih mendalam tentang bagaimana menahan perubahan iklim yang merupakan akibat perilaku manusia. ”Hal itu sudah merupakan kesepakatan ekonomi. Oleh karena itu, pertaruhannya amat besar,” tambahnya.

Banyak negara menginginkan segera menyelesaikan perbedaan pendapat soal teks kesepakatan yang tebalnya kini mencapai 280 halaman. Banyak isu masih diperdebatkan, termasuk masa depan mekanisme pembangunan bersih (CDM) yang tercantum dalam Protokol Kyoto—masa berlakunya berakhir tahun 2012.

Program CDM memungkinkan negara maju mendanai proyek pengurangan emisi CO di negara berkembang sebagai pengganti pengurangan emisi yang diwajibkan.

Pihak Uni Eropa menghendaki China dan sejumlah negara berkembang lainnya menerima mekanisme ”berbasis sektor”, dengan semua industri dalam sektor tertentu harus secara substansial mengurangi emisinya. Bentuk CDM yang diinginkan adalah yang lebih cepat, lebih terjamin kepastiannya, dan dalam skala besar.

Di sisi lain, China menganggap bahwa mekanisme berbasis
sektor merupakan suatu upaya menerapkan kewajiban pengurangan emisi CO secara
terselubung dan tidak memasukkan insentif seperti transfer teknologi dan dana investasi sebagai bagian dari kesepakatan Kopenhagen.

Juga ada usulan termasuk rencana untuk membuat negara berkembang berkomitmen pada ”jalur jalan” (pathways) untuk beralih dari sikap business as usual (seperti biasanya, tanpa ada perubahan) soal emisi CO.

Menurut Howard, sifatnya bukan pengurangan emisi absolut jangka pendek, melainkan perubahan dari emisi yang terproyeksikan jika semua dilakukan secara business as usual. Jika itu dilakukan dengan baik, mereka dapat memperdagangkan pengurangan karbonnya.

Obama didesak

Greenpeace dari Taman Nasional Khao Yai, Thailand,
tempat perlindungan gajah terakhir Asia, memulai perjalanan 15 hari dengan gajah sebagai simbol mendesak Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tonggak kepemimpinan dalam urusan perubahan iklim tersebut.

”Asia Tenggara adalah kawasan yang paling rentan, tetapi
paling tidak siap menghadapi perubahan iklim. Gajah Asia
bersama 20 persen keanekaragaman hayati dunia yang ada di kawasan Asia Tenggara saat ini sangat terancam laju cepat deforestasi yang berakibat memperbesar dampak perubahan iklim,” ujar Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Von Hernandez. Indonesia merupakan negara dengan hutan terluas di Asia Tenggara.

”Ini saatnya Obama mengambil alih tanggung jawab dan mewujudkan perubahan yang telah ia janjikan. Ia punya kesempatan kedua untuk membuat sejarah lagi. Kesempatan itu bisa terjadi di ajang Sidang Umum PBB di New York, 22 September mendatang,” tambah Hernandez dalam siaran persnya.

Gerakan itu diikuti sejumlah kelompok aktivis lingkungan, antara lain Wild Animal Rescue Foundation Thailand, Agri-Nature Foundation, dan Ancient Siam. (REUTERS/ISW)

Senin, 14 September 2009 | 05:35 WIB

DALIAN, SABTU - http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/14/05354090/negosiasi.terancam.buntu

Ekspor CPO Terganjal Aturan Uni Eropa

Ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia ke negara-negara Uni Eropa terancam terhenti beberapa tahun ke depan. Hal ini merupakan dampak dari aturan Uni Eropa mengenai penggunaan energi terbarukan dari sumber yang terbarukan dan isu lingkungan seputar CPO.

Karena itu, menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono, Minggu (13/9) di Jakarta, Indonesia mulai melirik pasar baru CPO di Asia, Eropa Timur, dan Timur Tengah. Meskipun demikian, Uni Eropa tidak bisa ditinggalkan karena termasuk pasar potensial CPO Indonesia.

Dari data yang ada, total volume ekspor CPO Indonesia tahun 2008 mencapai 7.904.179 ton. Dari jumlah itu, sebanyak 968.205 ton di antaranya diekspor ke Uni Eropa melalui pelabuhan di Belanda.

Beberapa negara tujuan ekspor lain adalah India, China, dan Singapura. Pasar Eropa merupakan tujuan ekspor nomor dua terbesar untuk CPO Indonesia setelah India.

Untuk dapat menjual CPO ke Uni Eropa dan memperoleh insentif, menurut Ketua Komisi Sawit Indonesia Rosediana Suharto, para eksportir harus memenuhi kriteria direktif Uni Eropa tentang penggunaan energi terbarukan. Bila tidak memenuhi kriteria dalam direktif, tidak ada insentif dan tidak ada negara Uni Eropa yang mau membeli komoditas itu.

Direktif disetujui Parlemen Eropa pada 23 April 2009. Target energi terbarukan tahun 2020 adalah 20 persen dari keseluruhan negara di Uni Eropa, 20 persen perbaikan efisiensi energi, 20 persen penggunaan energi terbarukan, 10 persen penggunaan energi terbarukan dalam sektor transportasi.

Salah satu cara untuk mengantisipasi pemberlakuan aturan itu adalah memperluas pasar ekspor ke negara lain, seperti China, Pakistan, Banglades, dan negara-negara di Eropa Timur.

”Tentunya ekspansi pasar baru itu harus mendapat dukungan dari pemerintah. Pelaku usaha akan sulit berjalan sendiri,” ujarnya menambahkan. (EVY)

Komputasi dan Telekomunikasi: Komputer "Netbook"-"Notebook"

Hanya dalam waktu enam bulan tahun 2009, penjualan global komputer kategori netbook telah mencapai 13,5 juta unit. Sampai akhir tahun ini banyak komputer jinjing jenis baru akan diperkenalkan di pasaran dalam persaingan ketat memperebutkan konsumen.

Margin keuntungan yang semakin kecil akibat persaingan harga berbagai netbook juga ikut didorong keterlibatan operator telekomunikasi yang menjadi bagian supply chain managementbaru untuk mendistribusikan komputer netbook. Di kawasan Eropa, Samsung secara agresif menjadi pemain penting karena menjajakan komputernya melalui gerai operator; di Indonesia kita mulai melihat notebook dan netbook dijajakan sebagai paket untuk mengakses data 3G.

Sebuah era baru sedang berkembang mengantisipasi kemajuan teknologi komunikasi informasi, menggelar model bisnis baru meninggalkan pasaran tradisional melalui distributor dan toko-toko penyalur produk komputer. Di sisi operator, masuknya komputer ke dalam tata bisnis yang mereka kelola menjadi pembenaran investasi infrastruktur mereka dalam rangka menjajakan akses pita lebar kecepatan tinggi melalui UMTS maupun HSDPA.

Secara bersamaan, kehadiran netbook juga diperkirakan mempercepat pembenaran bisnis untuk menggelar teknologi LTE (long term evolution) yang melipatgandakan kecepatan kemampuan akses pita lebar seluler. Fenomena ini yang sebenarnya menjelaskan kenapa produsen raksasa ponsel, seperti Nokia, memperkenalkan produk netbook yang disebut sebagai Booklet 3G.

Mini 110

Perusahaan teknologi global seperti Hewlett-Packard (HP) di Indonesia pun mulai menjajakan beberapa produk komputernya pada salah satu operator sebagai bagian dari strategi untuk ikut menikmati besaran pelanggan operator yang mencapai puluhan juta. Dan, fenomena ini akan menjadi semakin luas karena beberapa alasan.

Pertama, kategori netbook memberikan margin yang sangat tipis yang harus dibagi pada mata rantai penjualan yang panjang dari distributor sampai ke front-end penjualan produk-produk komputer di toko-toko tradisional dan modern. Dan, kedua, kerja sama dengan operator memberi keuntungan selain menikmati besarnya pelanggan seluler, sekaligus berbagi biaya promosi dan pemasaran meraih pembeli baru.

Fenomena kerja sama ini menjadi mutlak dilakukan karena siklus produk yang dihasilkan oleh HP, misalnya, berlangsung dalam waktu yang sangat cepat dengan berbagai model notebook dan netbook yang diperkenalkan dalam waktu 1-2 bulan. Ketika konsentrasi dilakukan pada penjualan netbook dengan monitor sekitar 10 inci (diagonal 25,4 cm) dengan harga jual sekitar Rp 5 juta ke bawah, persaingan menjadi semakin ketat ketika pengapalan komputer jinjing untuk kuartal pertama tahun ini mencapai sekitar 530.000 unit atau dua kali lebih banyak dibanding komputer desktop.

Dari jumlah ini, diperkirakan jumlah netbook mencapai lebih dari 80 persen, termasuk produk HP yang terbaru HP Mini 110 (foto kiri), sebagai produk yang terus berevolusi dalam beberapa seri mengikuti sasaran penggunanya. Produk HP Mini 110 dengan harga yang bersaing memiliki berbagai fitur yang lebih ketimbang Mini 1000 dan memiliki pilihan warna yang bisa dipilih konsumen antara lain hitam, putih, dan pink.

Menggunakan prosesor Atom N280 buatan Intel Corp dengan kecepatan 1,66 GHz, memori 1 GB, dan kapasitas hard disk sebesar 160 GB, Mini 110 dengan monitor 10,1 inci, memiliki rancang desain menarik berbeda dengan netbook yang ada di pasaran. Ketika Mini 110 ini dipasang sistem operasi Windows 7 yang terbaru, terasa kalau netbook kecil ini menjadi lebih cepat dan menyenangkan untuk digunakan.

Rancangan baterai pada Mini 110 ini juga berbeda dengan netbook lain, memberikan tonjolan ke bawah untuk memuat baterai kapasitas besar agar bertahan lama. Dan, rancangan baterai ini pun menjadi penyangga menarik menjadikan Mini 110 berada pada posisi kemiringan sekitar 30 derajat, sehingga bagian touch panel lebih rendah, nyaman digunakan.

Untuk bisnis

Untuk kategori bisnis, HP memperkenalkan produk notebook yang terjangkau di bawah Rp 10 juta, seperti seri ProBook 4411s, memiliki rancangan keseluruhan yang menarik dikemas dalam warna merah maroon. Menggunakan prosesor Core2Duo T5870 dengan kecepatan komputasi 2 GHz, memori 1 GB, ukuran layar monitor 14 inci (diagonal 35,5 cm), serta menggunakan perangkat antarmuka ATI Mobile Radeon HD4330 dengan alokasi memori terpisah sebesar 512 MB.

Dilengkapi perangkat optik Blu-ray Combo DVD+/-RW DL Super Multi LightScribe Drive, produk ProBook 4411s ini menjadi notebook menyenangkan untuk digunakan bagi berbagai keperluan. Dengan berat mencapai 2,26 kg, termasuk baterai, ProBook buatan HP ini ideal untuk digunakan melakukan pekerjaan komputasi berat mengolah angka atau grafis.

Desainnya futuristik, memisahkan papan ketik QWERTY dalam struktur berbeda menghadirkan chiclet-style, dengan tombol-tombol yang terpisah satu sama lain. Bagian atas ditempatkan pengeras suara yang di tengahnya terpasang tombol on-off. ProBook 4411s berbeda dengan produk HP lain, membawa sebuah era baru komputer jinjing yang berkelas dan menunjukkan ciri penting Hewlett-Packard sebagai perusahaan teknologi ternama. (rlp)

Komputer Mungil Daur Ulang

Penggunaan komputer berbeda dengan satu dekade lalu. Sejak tahun lalu, teknologi komputer mengharuskan memiliki kelebihan hemat energi, ramah lingkungan, kecil, faktor bentuk mungil atau mudah dibawa. Konsumsi energi dan ukuran memang menjadi daya tarik sendiri komputer, khususnya kategori desktop.

Sejumlah perusahaan pun terus bersaing untuk menghadirkan komputer yang ramah lingkungan, faktor bentuk yang mungil bisa di pindah-pindah, dan rancang desain yang futuristik mampu mencerminkan kemajuan teknologi penggunanya serta sesuai dengan desain interior idaman penggunanya.

Alkisah, Dell, yang memasok berbagai jenis dan ragam teknologi komunikasi informasi, mulai memperkenalkan komputer desktop yang berbeda dengan 10 tahun lalu, yang kaku, warnanya abu-abu, berbentuk kotak empat persegi panjang, dan tidak menarik di dalam ruangan. Dell menghadirkan komputer meja yang disebut sebagai seri Studio Hybrid 140G, dirancang dalam kemasan pilihan warna-warni yang futuristik.

Menggunakan prosesor Intel Core2Duo T8100 dengan kecepatan 2,1 GHz, memori 2 GB, serta kapasitas penyimpanan sebesar 230 GB, menjadikan Hybrid 140G dengan sistem optik menyatu menggunakan mekanisme sliding sebagai komputer desktop utuh. Ketika digunakan dua layar monitor ukuran 24 inci (diagonal 60,96 cm), pengalaman digital dalam format multimedia dan jejaring sosial digital menjadi lengkap.

Daur ulang

Dell Studio Hybrid 140G dirancang mengikuti pendahulunya komputer desktop dengan berbagai kelengkapan, termasuk rongga multimedia untuk SD Card atau CF Card. Bahkan, Studio Hybrid ini juga dilengkapi dengan sistem tata suara stereo dengan keluaran digital sistem S/PDIF kanal 5.1.

Dikemas layar lebar, Dell Studio Hybrid ini mengasyikkan untuk berbagai aktivitas secara bersamaan juga memungkinkan untuk berbagi monitor karena disediakan kabel yang memungkinkan untuk memasang dua monitor, satu untuk keperluan jejaring sosial mengakses Facebook dan lainnya untuk mendengarkan lagu-lagu video musik di YouTube.

Dell Studio Hybrid menggunakan bahan-bahan daur ulang dan komponennya juga hemat energi. Persoalan pada perangkat dengan harga yang terjangkau ini adalah saat melakukan aktivitas multimedia berat secara bersamaan, terasa kalau chipset grafik yang digunakan tidak memadai untuk merespons kegiatan penggunanya. (rlp)

Senin, 14 September 2009 | 03:11 WIB

Saturday, September 12, 2009

Burung Angsa Dari Sampah Bungkus Kopi

Sebagian besar peminum kopi mungkin akan membuang wadahnya begitu selesai memindahkan isinya ke dalam cangkir atau gelas. Ket.Foto: Oom Rosliawati dengan karya seninya dari sampah bungkus kopi

Tapi, bagi orang kreatif, bungkus kopi itu mungkin lebih berharga dibandingkan dengan isinya. Bahan yang sekilas tampak tak berguna itu bisa juga menjadi bahan untuk hasil karya berupa hiasan di rumah atau karya lain yang indah. Itulah yang dilakukan Oom Rosliawati, warga Jalan Encep Kartawirya, Citeureup, Cimahi Utara. Di usianya yang sudah mencapai 59 tahun, ia masih terus mengembangkan karyanya dengan bahan bungkus kopi.

Lebih dari 20 model sudah diciptakannya. Mulai model tas tangan yang biasa digunakan sebagai wadah kosmetik dan keperluan perempuan, wadah buah, dompet, sarung telepon seluler, hingga vas bunga.

Namun, yang paling menarik adalah model angsa yang dipajang di rak televisi rumahnya. Model itu menghabiskan 1.827 bungkus kopi dan dikerjakan selama dua pekan.

"Angsa itu bisa mengambang di atas air karena saya beri dandang plastik di bawahnya," ujar istri dari Anang Hendi (61).

Menurut Oom, satu karya angsanya pernah dibeli istri Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Sandy Dede Yusuf, pada suatu pameran. Beberapa karyanya dipajang di ruang tengah rumahnya.

Saat ini Oom sedang mengerjakan topi koboi dari bungkus kopi untuk dipajang pada pameran ulang tahun Kota Cimahi, Juni mendatang.

Perempuan yang juga Ketua RT 05 Kampung Sukareja ini mengaku, karya ini berawal dari keprihatinannya saat sampah Leuwigajah tidak bisa digunakan lagi.

Oom sudah sejak kelas 6 SD suka melipat-lipat wadah bekas rokok. Setelah berhenti cukup lama, akhirnya setahun lalu, ibu tiga anak ini memulai kembali hobinya untuk melipat-lipat bungkus kopi yang sudah tidak terpakai. Bahkan, kertas koran pun dijadikan rak buku.

"Saya tidak biasa mematok harganya. Terkadang sungkan untuk membuka harga karena hanya terbuat dari bungkus kopi. Biar konsumen saja, mau beli berapa saja silakan," ujarnya.

Demi mempercepat waktu pembuatan, ia dibantu tiga ibu-ibu tetangganya. "Sebenarnya pengen buka galeri di depan rumah, tetapi saya butuh bantuan banyak ibu-ibu," jelasnya. (agung yulianto wibowo)

Jembata SURAMADU: Dirancang Antigempa, Tahan 100 Tahun

Berdirinya Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia. Jembatan antarpulau sepanjang 5.438 meter yang akan diresmikan besok (10/6) itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara. Ket.Foto: Warga menyusuri Selat Madura saat air surut untuk mengumpulkan kerang di sekitar proyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) di kawasan Tambak Wedi, Surabaya, Jawa Timur. Jembatan Suramadu yang menghabiskan dana sebesar Rp 4,5 triliun itu telah siap dioperasikan dengan membawa harapan baru terjadinya percepatan pembangunan di kawasan Madura.

Sebagai jembatan yang menghubungkan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan jembatan kedua setelah rangkaian jembatan Barelang (Batam-Rempang-Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau ini merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antarpulau.

Sebelum Suramadu dibangun, timbul keraguan, apakah mungkin membangun jembatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan memengaruhi konstruksi jembatan?

Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical studydilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa parameter tanah.

Dari sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan katalog gempa juga tidak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar lokasi jembatan cukup stabil.

Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air laut, serta pengaruh pasang terhadap jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin, berdasarkan kajian, ternyata angin yang melintang kecepatannya sekitar 3,6 kilometer per jam sampai maksimal 65 kilometer per jam.

Tahan gempa

Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan gempa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja.

Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan. Itulah sebabnya, di bagian bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter.

Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter.

”Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.

Kuat 100 tahun

Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.

Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoring kondisi cuaca, khususnya angin.

”Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, jalur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena Jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.

Bukan cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan berat satu as kendaraan sekitar 10 ton.

Cukup lima menit

Setelah diresmikan besok, diperkirakan Jembatan Suramadu akan dilintasi 8.000-9.000 sepeda motor per hari serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari.

Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung-Kamal dengan menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda empat per tahun (38 persen).

Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit.

Sempat tersendat

Pembangunan Suramadu dalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter tersendat September 2008. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui Bank Jatim sebesar Rp 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar 68,9 juta dollar AS cair.

Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga meleset, seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun.

Pembiayaan pembangunan Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah dan 45 persen sisanya pinjaman dari China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar Rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya berutang kepada China. Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu menumbuhkan geliat ekonomi Tanah Air, terutama Jawa Timur.

SELASA, 9 JUNI 2009 | 10:32 WIB

Penulis: AB Kuniawan/Try Hariyono

KOMPAS.com — http://properti.kompas.com/read/xml/2009/06/09/1032308/dirancang.antigempa.tahan.100.tahun

Rumah Tahan Gempa dari Sengkang Benar

Betapa banyak rumah masyarakat yang rusak akibat gempa. Menilik musibah gempa Tasikmalaya pada 2 September 2009, Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan, 67.760 rumah rusak berat dan 150.839 rumah rusak ringan hanya di beberapa wilayah Jawa Barat.

Hengki Wibowo Ashadi, pengajar di Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kamis (10/9), mengatakan, membangun rumah tahan gempa tidak rumit, hanya menuntut pembentukan detail yang tepat di bagian-bagian tertentu.

”Membangun rumah tahan gempa tidak pula mahal. Pemilihan material bisa dimulai dari pemanfaatan reruntuhan batu bata bekas hingga penggunaan material ringan, seperti papan gabus untuk lapisan bagian dalam dinding dengan permukaannya dilapisi beton tipis,” kata Hengki, Kamis (10/9) di ruang kerjanya di Jakarta.

Hengki mengatakan, sebagian besar korban tewas akibat gempa adalah korban yang tertimpa bangunan. Untuk mengurangi risiko tersebut pada masa-masa mendatang, masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa patut mempertimbangkan metode-metode pembangunan rumah tahan gempa.

Berkaca dari gempa Tasikmalaya, sesuai laporan terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana, terdapat 80 orang tewas dan 47 orang dinyatakan hilang. Kemudian sebanyak 1.142 orang terluka. Ini sangat tragis. Andai saja bangunan rumah mereka tahan gempa.

Dari jumlah ribuan rumah penduduk yang rusak akibat gempa, ternyata masih ada data tambahan 1.193 unit bangunan sekolah rusak berat dan 1.664 unit sekolah rusak ringan. Ini menunjukkan, kalangan dunia pendidikan pun masih abai terhadap bangunan tahan gempa.

Sengkang yang benar

Hengki menuturkan, membuat rumah tahan gempa dengan bentuk yang lazim dibuat penduduk seperti sekarang itu mudah dan murah. Kuncinya pada detail penempatan dan pembuatan sengkang (ring pada balok) yang harus benar.

”Saya pernah menyurvei toko-toko bangunan yang menjual kerangka besi untuk balok-balok beton. Rata-rata penempatan posisi sengkang salah semua,” kata Hengki.

Posisi sengkang yang benar bertujuan supaya rumah yang dibangun nantinya tahan gempa. Sengkang yang benar mencermati kerapatan posisi sengkang di ujung-ujung setiap balok beton. Sengkang pada kedua ujung balok itu harus rapat.

Jarak kerapatan sengkang satu sama lain bisa sekitar 5 sentimeter. Namun, patokan yang benar, batu untuk campuran beton yang dipergunakan harus tak bisa lolos. Kalau ukuran kerikil batu sekitar 2 sentimeter, mau tak mau kerapatan sengkang tak lebih dari 2 sentimeter.

Untuk ketinggian rangkaian, posisi sengkang yang rapat itu ditetapkan dua kali lebar balok yang ingin dibentuk. Kalau lebar balok 20 sentimeter, rangkaian sengkang yang merapat di kedua ujung balok tersebut panjangnya harus 40 sentimeter.

”Posisi sengkang yang merapat di kedua ujung balok menjadi penahan gerakan gempa. Bentuk detail sengkang pada ujung balok beton ini yang paling penting, tetapi masih banyak diabaikan,” kata Hengki.

Berdasarkan survei ke toko-toko bangunan yang menjual sengkang, menurut Hengki, bentuk sengkang yang dijual di toko-toko bangunan itu rata-rata salah. ”Ujung besi sengkang yang salah itu posisinya tak dibelokkan ke tengah-tengah diagonal sengkang,” kata Hengki.

Ujung besi sengkang yang dibelokkan ke tengah diagonal berfungsi memberi kekuatan yang lebih untuk menahan gaya gempa.

Terkait dengan penguatan struktur tulang lainnya yang sering diabaikan masyarakat, lanjut Hengki, yaitu tidak ada penjangkaran pada sambungan balok beton vertikal dengan horizontal.

Penjangkaran atau pembelokan ujung besi balok horizontal ke bawah menempel besi balok vertikal itu memiliki rumus panjang 20 kali diameter besi yang digunakan. Kalau besi yang digunakan berdiameter 10 milimeter, penjangkarannya cukup dengan 200 milimeter.

Balok beton fleksibel

Metode lain membuat rumah tahan gempa adalah dengan pembentukan balok beton fleksibel. Balok beton fleksibel tidak menyatu dengan lapisan dinding, tetapi hanya dihubungkan dengan pelat baja.

”Ketika terjadi gempa, struktur balok beton fleksibel itu dibebaskan bergerak. Namun, lapisan dinding dipertahankan tidak bergerak supaya terhindar dari keretakan,” kata Hengki.

Pada prinsipnya, bangunan atau rumah tahan gempa itu menggunakan material yang ringan, tetapi kuat. Logikanya, ketika terpaksa harus runtuh akibat gempa, struktur bangunan dari material ringan itu tidak akan sampai mematikan.

”Di sinilah letak penting untuk kembali menengok cara-cara tradisional kita dalam mendirikan bangunan atau rumah dengan kayu dan bambu. Kemudian, atapnya berupa ijuk, dan sebagainya,” kata Hengki.

Pemilihan material seperti kayu dan bambu memenuhi unsur ringan dan kuat, seperti pembuatan dinding dengan gedek atau rajutan bilah bambu itu jelas akan membentuk lapisan dinding yang ringan dan ramah terhadap gempa.

Untuk menempuh kembali metode tradisional tersebut, Hengki mengatakan, langkah terpenting adalah membuat material yang lebih kuat dan tahan lama, seperti melapisi bambu dengan polimer.

Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia

Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...