Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memperkirakan penurunan sektor telepon tetap (fix lines) akan terus berlanjut di 2010. Untuk itu, perseroan mempersiapkan strategi khusus.
"Kami perkirakan EBITDA untuk sektor ini di tahun depan akan tetap menurun. Namun kami akan mengusahakan agar penurunannya tidak tajam," kata Direktur Utama TELKOM Rinaldi Firmansyah di kantornya Jalan Gatot Subroto Jakarta Senin (2/10/2009).
Meski ia tidak menyebutkan angka penurunan yang diprediksi, namun ia mengatakan kalau penurunan sektor fix lines sangat terkait dengan peralihan tren gaya hidup yang lebih memilih telepon berbasis selular.
Ia menjelaskan, tren penurunan pemakaian fixed lines memang terus menurun dari tahun ke tahun. Untuk itu, TLKM siap mengantisipasi dengan program yang menarik. Contohnya adalah paket bundling antara layanan fixed lines dengan layanan lain yang menjadi unggulan baru perseroan.
"Kami telah bersiap dengan paket pembayaran telepon tetap, dan terbukti ini menarik minat pelanggan," papar Rinaldi.
Selain itu, agar EBITDA layanan fixed lines tidak turun terlalu jauh, maka perseroan menghadirkan paket bundling antara flexi dengan telepon tetap. Layanan paket gabungan dengan Speedy juga jadi senjata TELKOM agar pelanggan fixed lines tidak turun.
Strategi ini terbukti ampuh dalam menekan penurunan jumlah pelanggan dan EBITDA di layanan Fixed lines.
Dalam laporan kinerja kuartal III ini tercatat total EBITDA naik dari Rp 25,98 triliun menjadi Rp 28,13 triliun. Secara margin terjadi kenaikan tipis 1,5%, dari 58,2% menjadi 59,7% pada akhir September 2009.
"EBITDA ini akan tetap turun di tahun depan, namun strategi ini akan kami terus lakukan untuk mencegah penurunan yang lebih tajam," imbuhnya.
(dro/dro)
Source:http://www.detikfinance.com/read/2009/11/02/175954/1233588/6/telkom-prediksi-penurunan-fix-lines-di-2010
Membantu Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank Dalam Penerapan Sustainable Finance (Keuangan Berkelanjutan) - Environmental & Social Risk Analysis (ESRA) for Loan/Investment Approval - Training for Sustainability Reporting (SR) Based on OJK/GRI - Training for Green Productivity Specialist (GPS) by APO Methodology. Hubungi Sdr. Leonard Tiopan Panjaitan, S.sos, MT, CSRA, GPS di: leonardpanjaitan@gmail.com atau Hp: 081286791540 (WA Only)
Monday, November 2, 2009
Thursday, October 29, 2009
Google Rilis Android 2.0 (Eclair) SDK
Jelang kehadiran smartphone terbaru yang menggunakan sistem operasi Android 2.0, Google merilis SDK (software develompment kit) yang bisa digunakan para pengembang untuk membuat aplikasi di Android lebih canggih. Dengan SDK tersebut, banyak aplikasi yang bisa dikembangkan berdasarkan fitur-fitur anyar yang disediakan Android 2.0. Ket.foto: Motorola Sholes
"Menggunakan sinkronisasi baru, account manager, dan contact API (application programming interface), Anda dapat membuat aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mensinkronisasi perangkatnya ke berbagai sumber kontak," ujar Xavier Ducrochet, kepala bagian teknologi di tim SDK Android dalam blognya.
Selain itu, pengembang juga bisa membuat aplikasi yang membuat penggunanya dapat mengakses berbagai pilihan komunikasi lebih cepat apakah email, SMS, instant messaging, dengan menggunakan fitur Quick Connect. Sementara, dengan Bluetooth API (application programming interface), aplikasi baru kini bisa dilengkapi fitur koneksi peer to peer.
Selain fitur-fitur tersebut, Android 2.0 yang merupakan versi teranyar sistem operasi berbasis open source buatan Google itu dilengkapi sejumlah fitur baru yang belum tersedia pada versi awal. Antara lain, digital zoom pada kamera, kontrol multitouch pada keypad, dan inbox email yang mengombinasikan pesan dari banyak akun. Android 2.0 juga mendukung Exchange untuk pengelolaan email dari pihak ketiga.
Android 2.0 yang sebelumnya disebut dengan kode Eclair merupakan versi pembaruan dari versi sebelumnya yang disebut Donut dan Cupcake. Meski demikian sejumlha perangkat smartphone yang beredar di pasaran akan menggunakan berbagai versi tersebut. Tidak semua perangkat bisa melakukan upgrade ke versi yang lebih tinggi.
Motorola Sholes yang bakal dirilis di AS akhir bulan ini akan menjadi perangkat pertama yang menggunakan Android 2.0 (Eclair).
WAH
Rabu, 28 Oktober 2009 | 19:09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/28/1909453/google.rilis.android.2.0.eclair.sdk
"Menggunakan sinkronisasi baru, account manager, dan contact API (application programming interface), Anda dapat membuat aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mensinkronisasi perangkatnya ke berbagai sumber kontak," ujar Xavier Ducrochet, kepala bagian teknologi di tim SDK Android dalam blognya.
Selain itu, pengembang juga bisa membuat aplikasi yang membuat penggunanya dapat mengakses berbagai pilihan komunikasi lebih cepat apakah email, SMS, instant messaging, dengan menggunakan fitur Quick Connect. Sementara, dengan Bluetooth API (application programming interface), aplikasi baru kini bisa dilengkapi fitur koneksi peer to peer.
Selain fitur-fitur tersebut, Android 2.0 yang merupakan versi teranyar sistem operasi berbasis open source buatan Google itu dilengkapi sejumlah fitur baru yang belum tersedia pada versi awal. Antara lain, digital zoom pada kamera, kontrol multitouch pada keypad, dan inbox email yang mengombinasikan pesan dari banyak akun. Android 2.0 juga mendukung Exchange untuk pengelolaan email dari pihak ketiga.
Android 2.0 yang sebelumnya disebut dengan kode Eclair merupakan versi pembaruan dari versi sebelumnya yang disebut Donut dan Cupcake. Meski demikian sejumlha perangkat smartphone yang beredar di pasaran akan menggunakan berbagai versi tersebut. Tidak semua perangkat bisa melakukan upgrade ke versi yang lebih tinggi.
Motorola Sholes yang bakal dirilis di AS akhir bulan ini akan menjadi perangkat pertama yang menggunakan Android 2.0 (Eclair).
WAH
Rabu, 28 Oktober 2009 | 19:09 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/28/1909453/google.rilis.android.2.0.eclair.sdk
Stallman: Software Gratis Tak Bahayakan Bisnis Software
Pendiri The Free Software Movement, Richard Matthew Stallman menegaskan bahwa gerakan perangkat lunak bebas dan komunitas Open Source Software yang kini menggema di dunia, tidak berbahaya bagi bisnis perangkat lunak.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan gerakan dan komunitas open source. Bisnis pengembangan perangkat lunak tetap akan berjalan," kata Stallman, yang sedang berkunjung ke Indonesia pada 18 Oktober hingga 2 November pada pidatonya mengenai Free Software Movement, di Jakarta, Rabu (28/10).
Menurut dia, bisnis pengembangan perangkat lunak seharusnya mengkhususkan diri pada pelanggan tertentu yang membutuhkan software bersifat customized atau disesuaikan dengan kebutuhan. Software jenis ini berbeda dengan software sistem operasi yang harus ada untuk menjalankan komputer dan bersifat massal seperti software untuk PC.
"Untuk sistem operasi seperti ini, pilihlah yang gratis. Anda mendapat banyak keuntungan dengan ini," kata hacker terkenal asal AS itu.
Stallman meluncurkan Proyek GNU pada tahun 1984 yang berbasis perangkat lunak bebas dan melahirkan sistem operasi Linux yang bebas diakses (gratis) siapa pun dan terbuka sumber-sumber kodenya (open source) sehingga bisa dikembangkan ke berbagai program software lainnya.
Masuk kurikulum
Karena itu ia menganjurkan agar setiap sekolah di Indonesia mengajarkan mata pelajaran teknologi informasi yang menggunakan perangkat lunak dengan sumber kode terbuka dan tidak sekedar membeli perangkat lunak proprietary.
"Alasannya kenapa harus, pertama adalah uang. Sekolah tentu tidak mempunyai uang untuk membeli perangkat lunak proprietari. Sayangnya banyak sekolah tak mengerti dan tetap memakai, apa lagi promosinya begitu gencar," katanya.
Keuntungan berikutnya bagi sekolah yang menggunakan perangkat lunak open source ini adalah membuat semua siswa menjadi programmer di mana mereka diperkenankan mempelajari sumber kode software dan kemudian belajar mengubah dan menambah-nambahnya, ujarnya.
"Hanya dengan Free Open Source Software anda bisa seperti itu. Buat apa membeli sesuatu yang rahasia dan menjadikan anda hanya sebagai pengguna terus-menerus," katanya.
Keuntungan bagi pemerintah khususnya di negara-negara berkembang, lanjut dia, adalah kemandirian dari ketergantungan terhadap negara maju. Ia mengandaikan AS yang ingin menyerang Venezuela melalui sistem informasinya.
"Hal itu sangat dimungkinkan, jadi mengapa tidak mereka mencoba melindungi diri dengan tidak tergantung pada negara lain," katanya sambil menekankan pentingnya filosofi freedom (kemerdekaan) yang diusungnya dalam gerakan Free Software Movement.
WAH/ANT
Rabu, 28 Oktober 2009 | 20:11 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/28/20115753/stallman.software.gratis.tak.bahayakan.bisnis.software
"Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan gerakan dan komunitas open source. Bisnis pengembangan perangkat lunak tetap akan berjalan," kata Stallman, yang sedang berkunjung ke Indonesia pada 18 Oktober hingga 2 November pada pidatonya mengenai Free Software Movement, di Jakarta, Rabu (28/10).
Menurut dia, bisnis pengembangan perangkat lunak seharusnya mengkhususkan diri pada pelanggan tertentu yang membutuhkan software bersifat customized atau disesuaikan dengan kebutuhan. Software jenis ini berbeda dengan software sistem operasi yang harus ada untuk menjalankan komputer dan bersifat massal seperti software untuk PC.
"Untuk sistem operasi seperti ini, pilihlah yang gratis. Anda mendapat banyak keuntungan dengan ini," kata hacker terkenal asal AS itu.
Stallman meluncurkan Proyek GNU pada tahun 1984 yang berbasis perangkat lunak bebas dan melahirkan sistem operasi Linux yang bebas diakses (gratis) siapa pun dan terbuka sumber-sumber kodenya (open source) sehingga bisa dikembangkan ke berbagai program software lainnya.
Masuk kurikulum
Karena itu ia menganjurkan agar setiap sekolah di Indonesia mengajarkan mata pelajaran teknologi informasi yang menggunakan perangkat lunak dengan sumber kode terbuka dan tidak sekedar membeli perangkat lunak proprietary.
"Alasannya kenapa harus, pertama adalah uang. Sekolah tentu tidak mempunyai uang untuk membeli perangkat lunak proprietari. Sayangnya banyak sekolah tak mengerti dan tetap memakai, apa lagi promosinya begitu gencar," katanya.
Keuntungan berikutnya bagi sekolah yang menggunakan perangkat lunak open source ini adalah membuat semua siswa menjadi programmer di mana mereka diperkenankan mempelajari sumber kode software dan kemudian belajar mengubah dan menambah-nambahnya, ujarnya.
"Hanya dengan Free Open Source Software anda bisa seperti itu. Buat apa membeli sesuatu yang rahasia dan menjadikan anda hanya sebagai pengguna terus-menerus," katanya.
Keuntungan bagi pemerintah khususnya di negara-negara berkembang, lanjut dia, adalah kemandirian dari ketergantungan terhadap negara maju. Ia mengandaikan AS yang ingin menyerang Venezuela melalui sistem informasinya.
"Hal itu sangat dimungkinkan, jadi mengapa tidak mereka mencoba melindungi diri dengan tidak tergantung pada negara lain," katanya sambil menekankan pentingnya filosofi freedom (kemerdekaan) yang diusungnya dalam gerakan Free Software Movement.
WAH/ANT
Rabu, 28 Oktober 2009 | 20:11 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/28/20115753/stallman.software.gratis.tak.bahayakan.bisnis.software
40 Tahun Internet
”Kami sangat terkejut dengan berbagai aplikasi yang muncul,” ujar Kleinrock. Dia dan rekan-rekannya dari University of California Los Angeles (UCLA) mempersiapkan perayaan ulang tahun ke-40 internet, Kamis (29/10).
”Internet sudah menjadi anak remaja sekarang. Dia sudah belajar sesuatu, tetapi masih harus terus belajar,” ujarnya di San Fransisco, Sabtu (24/10).
Pada 29 Oktober 1969, Kleinrock memimpin tim yang kemudian dapat membuat satu komputer ”berbicara” dengan yang lain di dalam bagian riset.
Kleinrock terdorong oleh keyakinan bahwa komputer dirancang untuk dapat berbicara satu sama lain sehingga menghasilkan jaringan yang sederhana, seperti penggunaan pesawat telepon.
Kunci dalam pertukaran data antara satu komputer dan komputer lainnya adalah dengan cara memecahkan kode digital dan menjadikannya sebagai paket- paket terpisah.
Dia telah menjabarkan visinya itu dalam disertasi masternya, bahkan menerbitkannya dalam sebuah buku. ”Akan tetapi, tidak ada yang peduli, khususnya AT&T,” ujar Kleinrock.
Didukung militer
AT&T merupakan perusahaan penyedia jasa sambungan telepon, baik lokal maupun interlokal terbesar di AS. ”Saya melakukan presentasi, tetapi mereka mengatakan bahwa ide itu tidak akan bisa diwujudkan. Bahkan, jika hal itu dapat terjadi, mereka tidak mau melakukan apa pun,” ujarnya.
Namun, AT&T menyediakan sebuah jalur yang menghubungkan komputer untuk ARPANET. Ini adalah sebuah proyek yang didukung militer AS.
Percobaan untuk menghubungkan ARPANET gagal pada awalnya. Tim Kleinrock mencoba mengirimkan data antar-komputer di ARPANET dan berhasil. Sebanyak dua komputer di dua universitas lain juga terhubung pada akhir tahun 1969. Inilah jejak awal dari internet yang semakin berkembang. (AP/joe)
Senin, 26 Oktober 2009 | 06:07 WIB
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com —http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/26/06074856/40.tahun.internet
Sentra Data Digital Bisnis Modern
Di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi, penyimpanan data menjadi persoalan serius bila tidak ditangani secara cepat dan akurat sehingga pada saat dibutuhkan ketersediaan berbagai data digital dalam berbagai format digital bisa secara efektif dan efisien digunakan siapa saja.
Selain cara mengakses dan menyimpan berbagai data digital tersebut, isu lain yang tidak kalah penting dengan semakin membengkaknya jumlah data digital ini adalah masalah keamanan karena sensitivitas data tersebut untuk berbagai kepentingan, terutama berkaitan dengan bisnis atau menyangkut masalah kerahasiaan, termasuk di tingkat pemerintahan.
Sejak lama kita memerhatikan kecepatan akses jejaring digital, khususnya terkait dengan jejaring internet, memang telah menimbulkan berbagai kecenderungan untuk menyimpan data yang diperoleh secara cepat tersebut. Kelipatan kecepatan akses jejaring digital internet menyebabkan terjadinya penambahan eksponensial untuk menyimpan data yang diakses.
Dengan demikian, penyimpanan digital yang bisa diandalkan menjadi terlalu penting dan tidak bisa diabaikan oleh mereka yang memang mengandalkan pekerjaannya dengan mengakses jejaring digital, baik dalam skala internet maupun intranet. Kecepatan akses data digital ini terbukti ikut menentukan keberhasilan berbagai perusahaan, termasuk usaha kecil menengah, untuk bekerja secara efektif dan efisien untuk bisa bersaing secara global.
Di sisi lain, pola penyimpanan yang semakin membesar juga mengharuskan secara paralel untuk melakukan pencadangan (backup) untuk memastikan data yang tersimpan dalam berbagai hard disk bisa terus-menerus tersedia, tidak rusak karena virus, atau rusak karena kegagalan perangkat keras hard disk.
Bisnis modern
Perusahaan asal Taiwan, QNAP Systems Inc, yang secara gencar sejak beberapa tahun belakangan ini memproduksi perangkat penyimpanan digital yang terkoneksi ke dalam jejaring digital (NAS), menghadirkan produk yang menarik perhatian setelah dalam beberapa saat sebelumnya menggunakan produk sejenis.
QNAP Systems memperkenalkan produk TS-639 Pro Turbo NAS sebagai produk andalan untuk menyimpan aset-aset digital secara aman, bisa diandalkan, serta memiliki kinerja tinggi. Memiliki enam penampang untuk memuat hard disk berbagai kapasitas, TS-639 Pro dilengkapi prosesor kecepatan tinggi 1,6 GHz, memori DRAM sebesar 1 GB, dua buah rongga gigabit Ethernet, serta memiliki fitur konfigurasi RAID 0/1/5/6 /5+ sebagai sistem penyimpanan dan pengarsipan masif.
Produk yang cocok untuk keperluan bisnis modern ini didukung dengan sistem kendali berbasis web yang sangat mudah digunakan siapa saja. Bahkan, fitur menarik lainnya adalah selain mampu menjadikan beberapa perangkat hard disk sebagai sebuah hard disk ukuran besar secara tunggal, TS-639 Pro ini juga memiliki fitur RAID secara online yang memudahkan migrasi dan ekspansi kapasitas kalau diperlukan.
Sisi lain yang juga tidak kalah menarik seperti pada produk QNAP sebelumnya adalah dukungan aplikasi yang tertanam dalam TS-639 Pro ini untuk menjadikan perangkat ini sebagai file server, FTP server untuk menyimpan atau mengambil data dari jarak jauh, serta replikasi yang dilakukan secara aman dengan teknologi enkripsi.
Produk NAS canggih ini juga mampu melakukan pertukaran hard disk secara hot-swap, tanpa harus memastikan perangkat terlebih dahulu. Kemampuan ini memungkinkan untuk terus mempertahankan kinerja TS-639 Pro tanpa harus mengganggu pekerjaan yang sedang berlangsung, dan data yang tersedia di dalamnya tetap aman.
Perimbangan
Fitur lain yang tidak kalah menarik adalah tersedianya dua buah rongga gigabit LAN yang bisa dikonfigurasi untuk mengambil alih satu sama lain (failover) bila terjadi kerusakan pada salah satu sambungan LAN. Fitur ini memastikan kalau akses ke berbagai data, bisa berlangsung terus-menerus tidak terganggu karena cacatnya salah satu rongga LAN.
Fitur lainnya dari kehadiran dua rongga LAN ini adalah memungkinkan terjadi pengimbangan (load balancing) lalu lintas data yang ke dan dari perangkat TS-639 Pro ini. Fitur ini melakukan agregasi pita jaringan untuk mendorong kecepatan pemindahan.
Selain itu, dengan dua rongga LAN ini, TS-639 Pro ini bisa memiliki dua buah alamat protokol internet (IP address), membagi kelompok kerja jaringan sesuai kebutuhan perkantoran. Menarik juga kalau usaha kecil menengah yang bergerak dalam penyediaan jasa digital bisa memanfaatkan produk QNAP ini untuk membangun situs web sendiri tanpa harus memiliki server yang besar.
Sebagai perangkat pusat data, QNAP TS-639 Pro menyenangkan untuk digunakan karena kemudahan penggunaannya serta ragam fitur yang dimilikinya. Dan, produk seperti TS-639 Pro ini akan menjadi andalan penting di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi.
Senin, 19 Oktober 2009 | 14:52 WIB
Penulis: Oleh Rene L Pattiradjawane
Source: http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/19/14520691/40.tahun.internet
Selain cara mengakses dan menyimpan berbagai data digital tersebut, isu lain yang tidak kalah penting dengan semakin membengkaknya jumlah data digital ini adalah masalah keamanan karena sensitivitas data tersebut untuk berbagai kepentingan, terutama berkaitan dengan bisnis atau menyangkut masalah kerahasiaan, termasuk di tingkat pemerintahan.
Sejak lama kita memerhatikan kecepatan akses jejaring digital, khususnya terkait dengan jejaring internet, memang telah menimbulkan berbagai kecenderungan untuk menyimpan data yang diperoleh secara cepat tersebut. Kelipatan kecepatan akses jejaring digital internet menyebabkan terjadinya penambahan eksponensial untuk menyimpan data yang diakses.
Dengan demikian, penyimpanan digital yang bisa diandalkan menjadi terlalu penting dan tidak bisa diabaikan oleh mereka yang memang mengandalkan pekerjaannya dengan mengakses jejaring digital, baik dalam skala internet maupun intranet. Kecepatan akses data digital ini terbukti ikut menentukan keberhasilan berbagai perusahaan, termasuk usaha kecil menengah, untuk bekerja secara efektif dan efisien untuk bisa bersaing secara global.
Di sisi lain, pola penyimpanan yang semakin membesar juga mengharuskan secara paralel untuk melakukan pencadangan (backup) untuk memastikan data yang tersimpan dalam berbagai hard disk bisa terus-menerus tersedia, tidak rusak karena virus, atau rusak karena kegagalan perangkat keras hard disk.
Bisnis modern
Perusahaan asal Taiwan, QNAP Systems Inc, yang secara gencar sejak beberapa tahun belakangan ini memproduksi perangkat penyimpanan digital yang terkoneksi ke dalam jejaring digital (NAS), menghadirkan produk yang menarik perhatian setelah dalam beberapa saat sebelumnya menggunakan produk sejenis.
QNAP Systems memperkenalkan produk TS-639 Pro Turbo NAS sebagai produk andalan untuk menyimpan aset-aset digital secara aman, bisa diandalkan, serta memiliki kinerja tinggi. Memiliki enam penampang untuk memuat hard disk berbagai kapasitas, TS-639 Pro dilengkapi prosesor kecepatan tinggi 1,6 GHz, memori DRAM sebesar 1 GB, dua buah rongga gigabit Ethernet, serta memiliki fitur konfigurasi RAID 0/1/5/6 /5+ sebagai sistem penyimpanan dan pengarsipan masif.
Produk yang cocok untuk keperluan bisnis modern ini didukung dengan sistem kendali berbasis web yang sangat mudah digunakan siapa saja. Bahkan, fitur menarik lainnya adalah selain mampu menjadikan beberapa perangkat hard disk sebagai sebuah hard disk ukuran besar secara tunggal, TS-639 Pro ini juga memiliki fitur RAID secara online yang memudahkan migrasi dan ekspansi kapasitas kalau diperlukan.
Sisi lain yang juga tidak kalah menarik seperti pada produk QNAP sebelumnya adalah dukungan aplikasi yang tertanam dalam TS-639 Pro ini untuk menjadikan perangkat ini sebagai file server, FTP server untuk menyimpan atau mengambil data dari jarak jauh, serta replikasi yang dilakukan secara aman dengan teknologi enkripsi.
Produk NAS canggih ini juga mampu melakukan pertukaran hard disk secara hot-swap, tanpa harus memastikan perangkat terlebih dahulu. Kemampuan ini memungkinkan untuk terus mempertahankan kinerja TS-639 Pro tanpa harus mengganggu pekerjaan yang sedang berlangsung, dan data yang tersedia di dalamnya tetap aman.
Perimbangan
Fitur lain yang tidak kalah menarik adalah tersedianya dua buah rongga gigabit LAN yang bisa dikonfigurasi untuk mengambil alih satu sama lain (failover) bila terjadi kerusakan pada salah satu sambungan LAN. Fitur ini memastikan kalau akses ke berbagai data, bisa berlangsung terus-menerus tidak terganggu karena cacatnya salah satu rongga LAN.
Fitur lainnya dari kehadiran dua rongga LAN ini adalah memungkinkan terjadi pengimbangan (load balancing) lalu lintas data yang ke dan dari perangkat TS-639 Pro ini. Fitur ini melakukan agregasi pita jaringan untuk mendorong kecepatan pemindahan.
Selain itu, dengan dua rongga LAN ini, TS-639 Pro ini bisa memiliki dua buah alamat protokol internet (IP address), membagi kelompok kerja jaringan sesuai kebutuhan perkantoran. Menarik juga kalau usaha kecil menengah yang bergerak dalam penyediaan jasa digital bisa memanfaatkan produk QNAP ini untuk membangun situs web sendiri tanpa harus memiliki server yang besar.
Sebagai perangkat pusat data, QNAP TS-639 Pro menyenangkan untuk digunakan karena kemudahan penggunaannya serta ragam fitur yang dimilikinya. Dan, produk seperti TS-639 Pro ini akan menjadi andalan penting di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi.
Senin, 19 Oktober 2009 | 14:52 WIB
Penulis: Oleh Rene L Pattiradjawane
Source: http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/19/14520691/40.tahun.internet
Fitur Cerdas Melindungi Keamanan Mesin ATM
Kejahatan perbankan adalah persoalan yang berada di sekitar kita sehari-hari dan sering kali dianggap menjadi bagian dari kehidupan layaknya seperti kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kejahatan perbankan pun menjadi semakin canggih merugikan pihak bank dan nasabah secara bersamaan.
Kejahatan perbankan dalam bentuk fisik seperti penodongan atau perampokan setelah nasabah ke luar dari bank atau mesin anjungan tunai mandiri (ATM) selalu berada di sekeliling kita. Orang pun berharap banyak kepada pengelola bank untuk bisa memperbaiki jasa keamanan nasabah, terutama di dalam atau sekitar ATM yang sering kali bermasalah.
Banyak lokasi ATM yang diperdaya oleh orang-orang jahat mengambil keuntungan dari persoalan teknologi ATM sebagai ”kasir yang tidak berbicara.” Banyak kasus, misalnya, rongga kartu ATM dihambat dan nasabah harus menghubungi nomor telepon tertentu dari stiker yang tertera di bawahnya.
Setelah menelepon, nasabah diminta nomor rahasia identifikasi personal (PIN) dan pelaku kejahatan pun bergegas masuk ke mesin ATM yang sudah diincar mengambil kartu ATM nasabah tersebut. Dan, dengan leluasa rekening nasabah dikuras sebanyak mungkin menggunakan kartu ATM nasabah yang sah, nomor PIN yang sah, tetapi oleh orang jahat.
Celakanya, sering kali nasabah tidak berdaya dan meyakinkan pihak bank kalau dirinya menjadi korban kejahatan. Proses layanan bank sangat lambat, nasabah menjadi stres karena kehilangan uang dan, sialnya, uang pun tidak bisa kembali dianggap seperti tabrak lari di jalan raya.
Keamanan nasabah
Ini adalah dilema teknologi, ketika mesin ATM yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia menjadi rentan kejahatan, mulai mengelabui nasabah sampai menggondol mesin ATM. Dan mungkin hanya di Indonesia mesin ATM harus dijaga satpam karena sangat rawan terhadap berbagai kejahatan.
Kemajuan teknologi komunikasi informasi sebenarnya memberikan alternatif lain terhadap persoalan ini dengan memperluas kemampuan solusi keamanan dan pengintaian dengan melakukan monitoring atas orang, benda, ataupun perilaku lain di lingkungan mesin ATM. Dan yang menarik, kemampuan ini sekarang tersedia secara terjangkau dan memiliki berbagai fitur teknologi termasuk algoritme yang canggih yang melakukannya.
Salah satu produk yang dicoba Kompas adalah Trendline buatan BlueStar SecuTech Inc, perusahaan asal China yang menyediakan teknologi perangkat keras dan lunak berupa ATM Specialized Digital Video Recording yang mampu memberikan perlindungan menyeluruh lingkungan mesin ATM.
Perangkat Trendline BSR-5003AMN memiliki penyimpanan digital yang memudahkan pengarsipan video digital untuk digunakan pada saat terjadinya kejahatan mesin ATM. Perangkat ini memiliki rongga video input untuk empat buat kamera analog, yang secara tersembunyi di simpan di dalam ruang mesin ATM.
Fitur menarik dari produk Trendline ini adalah kemampuan inteligensi algoritme perangkat lunaknya melakukan analisis video. Trenline memiliki algoritme yang mampu untuk melakukan identifikasi atas obyek yang hilang atau tidak dijaga di wilayah yang terlindungi.
Analisis ini termasuk kemampuan untuk mengenali poster atau stiker yang seharusnya tidak boleh ada pada mesin ATM, kamera yang tidak diotorisasi, ataupun obyek-obyek lain. Perangkat Trendline akan memonitor terus-menerus dan ketika terdeteksi akan memicu alarm bagi pihak keamanan bank untuk bertindak.
Fitur cerdas
Fitur lainnya menghitung orang (people counting), di mana jumlah orang pada daerah tertentu di dalam mesin ATM bisa ditentukan jumlahnya. Fitur ini sangat berguna, terutama untuk melindungi nasabah yang menarik uang pada malam hari ketika masuk sendirian ke dalam ruang mesin ATM.
Ada juga fitur yang memungkinkan untuk melindungi ruang tertentu dengan menggunakan fitur pagar semu (virtual fence), misalnya, hanya satu arah tertentu dalam ruang di bank yang bisa dilalui. Dan, ketika ada orang yang melanggarnya, alarm dipicu dan obyek yang tertangkap dalam kamera akan ditandai dengan segi empat berwarna dan diikuti geraknya.
Fitur ini juga dilengkapi dengan fitur lain yang disebut sebagai perlindungan perimeter, menetapkan semacam zona panas di mana wilayah tertentu tidak boleh ada obyek atau orang. Dan, yang paling canggih dari fitur Trendline ini adalah kemampuan untuk mendeteksi muka dengan masker.
Pendeteksian ini termasuk canggih bukan karena picu alarm bunyi karena orang masuk mesin ATM dengan helm, tetapi mampu mendeteksi orang yang menutup mulutnya dengan masker dan menggunakan topi walaupun mata dan hidungnya tidak ditutupi. Fitur ini tidak banyak dimiliki oleh perangkat sejenis yang tersedia di pasaran.
Dilengkapi koneksi jejaring digital LAN, perangkat Trendline ini bisa menjadi solusi menarik bagi perbankan untuk bisa melindungi diri dari kejahatan atas mesin ATM. Instalasi Trendline juga mudah dan bisa dilakukan secara cepat dan penggunaannya dengan perangkat antarmuka yang sederhana, tetapi memiliki fitur-fitur canggih, termasuk stempel hari dan waktu untuk memudahkan pencarian.
Melalui teknologi seperti Trendline ini dan ketika digunakan dengan nomor identifikasi tunggal yang akan diterapkan di Indonesia, akan mudah melacak siapa yang melakukan kejahatan atas mesin-mesin ATM yang marak terjadi selama ini. Dan, sekaligus memberikan perlindungan kepada nasabah untuk bertransaksi secara aman dan nyaman. (RLP)
Senin, 19 Oktober 2009 | 15:09 WIB
Source:http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/19/1509501/40.tahun.internet
Kejahatan perbankan dalam bentuk fisik seperti penodongan atau perampokan setelah nasabah ke luar dari bank atau mesin anjungan tunai mandiri (ATM) selalu berada di sekeliling kita. Orang pun berharap banyak kepada pengelola bank untuk bisa memperbaiki jasa keamanan nasabah, terutama di dalam atau sekitar ATM yang sering kali bermasalah.
Banyak lokasi ATM yang diperdaya oleh orang-orang jahat mengambil keuntungan dari persoalan teknologi ATM sebagai ”kasir yang tidak berbicara.” Banyak kasus, misalnya, rongga kartu ATM dihambat dan nasabah harus menghubungi nomor telepon tertentu dari stiker yang tertera di bawahnya.
Setelah menelepon, nasabah diminta nomor rahasia identifikasi personal (PIN) dan pelaku kejahatan pun bergegas masuk ke mesin ATM yang sudah diincar mengambil kartu ATM nasabah tersebut. Dan, dengan leluasa rekening nasabah dikuras sebanyak mungkin menggunakan kartu ATM nasabah yang sah, nomor PIN yang sah, tetapi oleh orang jahat.
Celakanya, sering kali nasabah tidak berdaya dan meyakinkan pihak bank kalau dirinya menjadi korban kejahatan. Proses layanan bank sangat lambat, nasabah menjadi stres karena kehilangan uang dan, sialnya, uang pun tidak bisa kembali dianggap seperti tabrak lari di jalan raya.
Keamanan nasabah
Ini adalah dilema teknologi, ketika mesin ATM yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia menjadi rentan kejahatan, mulai mengelabui nasabah sampai menggondol mesin ATM. Dan mungkin hanya di Indonesia mesin ATM harus dijaga satpam karena sangat rawan terhadap berbagai kejahatan.
Kemajuan teknologi komunikasi informasi sebenarnya memberikan alternatif lain terhadap persoalan ini dengan memperluas kemampuan solusi keamanan dan pengintaian dengan melakukan monitoring atas orang, benda, ataupun perilaku lain di lingkungan mesin ATM. Dan yang menarik, kemampuan ini sekarang tersedia secara terjangkau dan memiliki berbagai fitur teknologi termasuk algoritme yang canggih yang melakukannya.
Salah satu produk yang dicoba Kompas adalah Trendline buatan BlueStar SecuTech Inc, perusahaan asal China yang menyediakan teknologi perangkat keras dan lunak berupa ATM Specialized Digital Video Recording yang mampu memberikan perlindungan menyeluruh lingkungan mesin ATM.
Perangkat Trendline BSR-5003AMN memiliki penyimpanan digital yang memudahkan pengarsipan video digital untuk digunakan pada saat terjadinya kejahatan mesin ATM. Perangkat ini memiliki rongga video input untuk empat buat kamera analog, yang secara tersembunyi di simpan di dalam ruang mesin ATM.
Fitur menarik dari produk Trendline ini adalah kemampuan inteligensi algoritme perangkat lunaknya melakukan analisis video. Trenline memiliki algoritme yang mampu untuk melakukan identifikasi atas obyek yang hilang atau tidak dijaga di wilayah yang terlindungi.
Analisis ini termasuk kemampuan untuk mengenali poster atau stiker yang seharusnya tidak boleh ada pada mesin ATM, kamera yang tidak diotorisasi, ataupun obyek-obyek lain. Perangkat Trendline akan memonitor terus-menerus dan ketika terdeteksi akan memicu alarm bagi pihak keamanan bank untuk bertindak.
Fitur cerdas
Fitur lainnya menghitung orang (people counting), di mana jumlah orang pada daerah tertentu di dalam mesin ATM bisa ditentukan jumlahnya. Fitur ini sangat berguna, terutama untuk melindungi nasabah yang menarik uang pada malam hari ketika masuk sendirian ke dalam ruang mesin ATM.
Ada juga fitur yang memungkinkan untuk melindungi ruang tertentu dengan menggunakan fitur pagar semu (virtual fence), misalnya, hanya satu arah tertentu dalam ruang di bank yang bisa dilalui. Dan, ketika ada orang yang melanggarnya, alarm dipicu dan obyek yang tertangkap dalam kamera akan ditandai dengan segi empat berwarna dan diikuti geraknya.
Fitur ini juga dilengkapi dengan fitur lain yang disebut sebagai perlindungan perimeter, menetapkan semacam zona panas di mana wilayah tertentu tidak boleh ada obyek atau orang. Dan, yang paling canggih dari fitur Trendline ini adalah kemampuan untuk mendeteksi muka dengan masker.
Pendeteksian ini termasuk canggih bukan karena picu alarm bunyi karena orang masuk mesin ATM dengan helm, tetapi mampu mendeteksi orang yang menutup mulutnya dengan masker dan menggunakan topi walaupun mata dan hidungnya tidak ditutupi. Fitur ini tidak banyak dimiliki oleh perangkat sejenis yang tersedia di pasaran.
Dilengkapi koneksi jejaring digital LAN, perangkat Trendline ini bisa menjadi solusi menarik bagi perbankan untuk bisa melindungi diri dari kejahatan atas mesin ATM. Instalasi Trendline juga mudah dan bisa dilakukan secara cepat dan penggunaannya dengan perangkat antarmuka yang sederhana, tetapi memiliki fitur-fitur canggih, termasuk stempel hari dan waktu untuk memudahkan pencarian.
Melalui teknologi seperti Trendline ini dan ketika digunakan dengan nomor identifikasi tunggal yang akan diterapkan di Indonesia, akan mudah melacak siapa yang melakukan kejahatan atas mesin-mesin ATM yang marak terjadi selama ini. Dan, sekaligus memberikan perlindungan kepada nasabah untuk bertransaksi secara aman dan nyaman. (RLP)
Senin, 19 Oktober 2009 | 15:09 WIB
Source:http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/19/1509501/40.tahun.internet
Internet Baru Dimanfaatkan Sebatas Kulit
Penggunaan internet yang bisa mendukung sistem-sistem dan aktivitas tersambung online 24 jam, baru dimanfaatkan sebatas permukaanya saja, belum sampai ke isinya. Sebab banyak institusi pemerintah, perguruan tinggi, hingga perkantoran yang masih menjalankan sistem maupun aktivitasnya secara manual.
Jika terus demikian, internet yang mendukung online akan malah sia-sia. Hal itu disampaikan pengamat teknologi informasi Wing Wahyu Winarno, di sela-sela acara Yogyakomtek, pameran komputer di Jogja Expo center (JEC) yang digelar 17-21 Oktober.
"Kita mesti berpikir, masa internet yang bisa online nonstop hanya digunakan untuk mengirim email, chatting , transfer data, download, dan membuka facebook. Apakah mencari informasi sebanyak-banyaknya, dan transaksi perbankan dan membayar tagihan telepon yang menjadi lebih mudah, juga sudah cukup?" paparnya.
Wing mengatakan, sistem online mestinya bisa dimanfaatkan lagi ke banyak sektor yang selama ini dianggap boros waktu, tenaga, dan biaya. Misalnya memudahkan urusan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Sur at Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sehingga seseorang yang merantau tidak perlu susah-suah pulang kampung. Selain itu, kampus-kampus juga mestinya bisa menggunakan internet online agar urusan membayar uang kuliah bisa diangsur.
"Mengapa tidak dijalankan sistem unik, misalnya kapan saja mahasiswa punya uang, bisa langsung dimasukkan sebagai cicilan uang kuliah. Jadi, membayar uang kuliah, atau uang-uang keperluan kuliah yang lain, bisa ringan karena tidak sekaligus," ujarnya.
Perguruan tinggi pun, menurut Wing, bisa saling bertukar informasi buku. Kampus-kampus kecil bisa menjalankan strategi ini. Menurutnya, tak perlu satu kampus membeli aneka buku yang komplet, karena akan memberatkan dari sisi biaya.
Timothy Siddik, Presiden Direktur Zyrex, dalam diskusi di JEC Sabtu lalu mengatakan, instansi-instansi pemerintah pun belum banyak yang mengerjakan urusan pengadaan barang dan jasa secara online. Akibatnya, banyak waktu, uang, dan tenaga yang terbuang.
Penulis: Lukas Adi Prasetya
Senin, 19 Oktober 2009 | 20:39 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/19/20391867/internet.baru.dimanfaatkan.sebatas.kulit
Jika terus demikian, internet yang mendukung online akan malah sia-sia. Hal itu disampaikan pengamat teknologi informasi Wing Wahyu Winarno, di sela-sela acara Yogyakomtek, pameran komputer di Jogja Expo center (JEC) yang digelar 17-21 Oktober.
"Kita mesti berpikir, masa internet yang bisa online nonstop hanya digunakan untuk mengirim email, chatting , transfer data, download, dan membuka facebook. Apakah mencari informasi sebanyak-banyaknya, dan transaksi perbankan dan membayar tagihan telepon yang menjadi lebih mudah, juga sudah cukup?" paparnya.
Wing mengatakan, sistem online mestinya bisa dimanfaatkan lagi ke banyak sektor yang selama ini dianggap boros waktu, tenaga, dan biaya. Misalnya memudahkan urusan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Sur at Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sehingga seseorang yang merantau tidak perlu susah-suah pulang kampung. Selain itu, kampus-kampus juga mestinya bisa menggunakan internet online agar urusan membayar uang kuliah bisa diangsur.
"Mengapa tidak dijalankan sistem unik, misalnya kapan saja mahasiswa punya uang, bisa langsung dimasukkan sebagai cicilan uang kuliah. Jadi, membayar uang kuliah, atau uang-uang keperluan kuliah yang lain, bisa ringan karena tidak sekaligus," ujarnya.
Perguruan tinggi pun, menurut Wing, bisa saling bertukar informasi buku. Kampus-kampus kecil bisa menjalankan strategi ini. Menurutnya, tak perlu satu kampus membeli aneka buku yang komplet, karena akan memberatkan dari sisi biaya.
Timothy Siddik, Presiden Direktur Zyrex, dalam diskusi di JEC Sabtu lalu mengatakan, instansi-instansi pemerintah pun belum banyak yang mengerjakan urusan pengadaan barang dan jasa secara online. Akibatnya, banyak waktu, uang, dan tenaga yang terbuang.
Penulis: Lukas Adi Prasetya
Senin, 19 Oktober 2009 | 20:39 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/10/19/20391867/internet.baru.dimanfaatkan.sebatas.kulit
Subscribe to:
Posts (Atom)
Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia
Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...
-
Peta Jalan Interaktif: Peningkatan E-Learning Produktivitas BLK Dashboard ini merupakan elaborasi materi pelatihan Green...
-
Jurnal pendampingan masyarakat ini ditulis oleh: Leonard Tiopan Panjaitan, (Konsultan di Trisakti Sustainability Center - TSC) , Ajen Kur...
-
Jurnal pendampingan masyarakat ini ditulis oleh: Leonard Tiopan Panjaitan (Konsultan di Trisakti Sustainability Center - TSC) , Ajen Kurniaw...