Thursday, December 2, 2010

ACI (Ancol Cinta Indonesia) dalam Meningkatkan Nasionalisme Melalui Ancol Sustainable Park

Oleh: Leonard Tiopan Panjaitan *)

Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) merupakan satu-satunya area wisata di Indonesia yang merupakan kawasan wisata dan hiburan terpadu yang unik di Indonesia. Salah satu keunikannya karena Ancol terletak di pesisir utara Jakarta sehingga memberikan pesona dan eksotisme tersendiri bagi para pengunjung. Dari situs ancol tertera bahwa Ancol memiliki 9 area besar pusat rekreasi dan hiburan. Area-area tersebut meliputi hailai, bowling, dunia fantasi, pasar seni, atlantis, taman pantai, gondola, sea world, gelanggang samudra. Termasuk tambahan satu eco-park yang tengah dikembangkan oleh pihak TIJA. Sehingga total menjadi sepuluh area wisata terpadu. Namun jumlah tersebut belum termasuk resort-resort yang mengelilingi ancol. Sekelumit peta ancol nampak pada gambar berikut ini:

Gbr-1. Peta Lokasi Area TIJA (sumber: http://www.ancol.com/rekreasi)

Pada 2006, Taman Impian Jaya Ancol berubah nama menjadi Ancol Jakarta Bay City. Total keseluruhan area wisata ini adalah 552 hektar. Luasnya area wisata ancol ini memang ditujukan untuk menampung banyaknya wahana wisata dan hiburan yang meliputi aneka satwa, aquarium air laut dan air tawar, poci-poci, kolam arus parit, baku toki, balada kera, tornado, bianglala, teater 4 dimensi, burung tempur, danau ancol, swimming with dolphin, halilintar, pantai carnaval dan satu lagi yang tengah dikembangkan samudra camping ground. Total 16 spot entertainment dan edukasi. Luar biasa Ancol!

Dengan aneka ragamnya pusat hiburan dan rekreasi yang disediakan oleh pihak TIJA maka tentu membawa dampak yang sangat positif seperti keberhasilan pada aspek tangible dan intangible investment. Data info korporat, tahun 2009 total pengunjung Ancol mencapai 14,1 juta jiwa, meningkat pesat hampir 37% dari jumlah pengunjung Ancol tahun 2005 yang mencapai 10,3 juta orang. Tangible investment meliputi investasi yang riil dan kasat mata seperti pertumbuhan bisnis dan ekonomi kawasan. Pertumbuhan bisnis TIJA mencakup meningkatnya operating revenue perusahaan yang otomatis meningkatkan laba perusahaan, meningkatnya omzet usaha para vendor atau tenant di Ancol, meningkatnya partnership fee karena beberapa mitra ancol seperti perbankan membuka cabang di sini. Tak ketinggalan pula adalah meningkatnya jumlah tenaga kerja di dalam dan sekitar Ancol. Sementara intangible investment mencakup kebutuhan hiburan masyarakat meningkat, pengetahuan pengunjung tentang tentang aneka satwa (termasuk ikan laut/tawar) meningkat, dan adanya unsur edukasi pada beberapa wahana permainan sehingga memberikan rangsangan motorik bagi para pengunjung khususnya segmen anak-anak dan pelajar.

Namun dari data itu semua, TIJA perlu mengoptimalkan potensi-potensinya untuk meningkatkan kesadaran nasionalisme di tanah Air sekaligus meningkatkan kebanggaan pada kekayaan alam Nusantara tercinta. Salah satu penyebab adalah beberapa wahana permainan khususnya di area Dufan yang mengimpor bentuk dari negara-negara barat seperti Disneyland di Amerika Serikat.  Kalau Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah representasi dari warisan budaya nasional (cultural heritage) maka Ancol dapat menjadi representasi dari nation of maritime and biodiversity dari republik ini. Mengapa demikian? Karena terma nasionalisme bukan lagi sekedar bermakna heroik perjuangan fisik namun bergeser menjadi perjuangan kemandirian bangsa melalui pengelolaan kekayaan alam (bumi dan laut) untuk martabat negeri dan sumber produksi nasional secara berkelanjutan (sustainable).

Mengingat Ancol sudah menjadi “legenda hidup” taman wisata dan hiburan nomor wahid di Indonesia dan juga Asia Tenggara maka Ancol pantas menjadi simbol kebanggaan bangsa Indonesia melalui Indonesian Dream. Kalau AS memiliki “American Dream” yang direpresentasikan dalam kapitalisme Disneyland-nya itu, maka Ancol pun secara proaktif dapat menyajikan wajah Indonesia yang eksotis, alamiah dan berkelanjutan. Oleh karenanya mengharapkan Ancol menjadi simbol demikian bukanlah beban yang berat melainkan misi korporat yang mulia demi keharuman bangsa dan negara.

Dalam rangka nasionalisme TIJA ternyata sudah mengembangkan secara luas program ACI (Ancol Cinta Indonesia) meskipun perlu diperkuat lagi dengan taman wisata hiburan yang sudah eksis menjadi lebih sustainable sbb:

Taman Wisata Hiburan Maritim

Mengingat TIJA terletak di bibir pantai, terbentang sepanjang Pantai Marina dan Carnaval maka wahana hiburan dan edukasi Ancol harus mencerminkan keunggulan Indonesia sebagai negeri bahari. Salah satu caranya dengan memperbanyak dan atau merevisi wahana permainan yang berhubungan dengan unsur kelautan dan rangkaian pulau-pulau nusantara. Dengan cara ini Ancol membuat pengunjung khususnya generasi muda untuk bangga mencintai Indonesia sebagai bangsa bahari.

Gbr-2. Perahu-perahu Layar (sumber: http://abnonjakut.blogspot.com)

Salah satunya membuat permainan perahu layar mini khas negeri-negeri kepulauan yang dapat dimainkan secara riang dan kolektif. TIJA juga bisa bekerjasama dengan pihak Bahtera Jaya Ancol untuk membuat festival perahu layar tahunan khas daerah-daerah pesisir nusantara untuk menarik wisatawan dan pengunjung. Selain itu, Wahana Sea world (aquarium air laut dan air tawar) yang sudah eksis kemudian dapat dimodifikasi untuk menambah wawasan tentang Indonesia yang sangat khas akan dunia maritim dan sumber daya perikanan. Untuk Teater 4 Dimensi, dapat ditambahkan program-program tematik yang berhubungan dengan sumber daya laut, dan pemanfaatannya buat perekonomian nasional.

Taman Wisata Hiburan Keanekaragaman Hayati (Biodiveristy)

Indonesia adalah negara kedua dunia setelah Brasil dalam hal jumlah keanekaragaman hayati (biodiversity). Sebanyak 5,131 juta keanekaragaman hayati di dunia, yakni 15,3%-nya berada di Indonesia. Biodiversitas Indonesia sangat berpotensial untuk dijadikan obat herbal seperti jamu-jamuan dan tanaman ramuan lainnya sehingga perlu dieksplorasi lebih lanjut untuk meningkatkan daya unggul ekonomi Indonesia. Dalam hal ini, TIJA melalui pengembangan eco-park-nya perlu memberi ruang untuk biodiversitas Indonesia. Eco-park Ancol dapat diisi dengan berbagai aneka tanaman yang tersebar di seluruh Indonesia. Di samping itu dapat juga dibuat pusat atau ruangan edukasi untuk biodiversitas sehingga pengunjung mendapatkan pengetahuan yang komprehensif yang akhirnya dapat menanamkan nasionalisme pengunjung.

Gbr-3. Pelajar Menanam di Eco Park Ancol (sumber: http://metro-jakut.blogspot.com)


Wahana Edukasi Pahlawan

Ancol banyak sekali memiliki wahana permainan hiburan seperti halilintar, tornado, balada kera dan sebagainya. Untuk meningkatkan nasionalisme, kita benar-benar tidak boleh meninggalkan jasa-jasa para pahlawan kita baik itu perjuangan mereka dalam meraih kemerdekaan nasional RI maupun perjuangan kedaerahan melawan segala bentuk penjajahan. Balada kera memang lucu dan bermanfaat buat hiburan anak-anak namun wahana ini dapat dimodifikasi untuk meningkatkan nasionalisme kita.

Gbr-4. Wahana Balada Kera (sumber: http://www.ancol.com)

Salah satunya dengan menambahkan dengan figur-figur para pahlawan nasional dan daerah sehingga anak-anak ditanamkan sejak dini sikap patriotisme dan heroik para pejuang Indonesia. Atau sekalian saja balada kera yang ditampilkan merupakan khas satwa Nusantara yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Termasuk juga ditampilkan deskripsi (baik secara tulisan maupun audio) singkat habitat para kera nusantara tersebut agar masyarakat paham dan sadar akan satwa yang dilindungi ini.

Ancol Sebagai Kawasan Integrated Sustainable Park

Kawasan Ancol yang relatif luas dan kompleks serta terletak di bibir pantai merupakan keunggulan komparatif dibandingkan kawasan wisata sejenis di luar negeri. Ancol dapat memainkan peranannya sebagai kawasan taman terpadu yang berkelanjutan (integrated sustainable park) dengan memanfaatkan energi terbaharukan untuk mengatasi konsumsi listriknya. Salah satu caranya dengan menggunakan tenaga surya photovoltaic untuk lampu penerangan jalan dan taman. Selain itu, TIJA dapat memanfaatkan juga tenaga angin yang cukup stabil di sekitar bibir pantai. Mengingat Ancol terletak di pesisir Jakarta Utara yang rawan banjir, maka Ancol juga berperan untuk mengatasinya dengan cara membuat lubang-lubang resapan air dan lubang-lubang biopori di sejumlah titik area wisata seperti Dufan.

Keberlanjutan atau sustainability juga harus memanfaatkan daya dukung lingkungan khususnya masalah pengelolaan sampah. Ancol pasti menghasilkan jutaan ton sampah baik dari yang berasal dari pengunjung maupun sampah kiriman dari pulau-pulau terdekat di kepulauan seribu. Oleh karenanya sampah yang dihasilkan tersebut dapat bisa didaur ulang untuk menghasilkan kompos maupun produk-produk komersil berbasis sampah lainnya (aneka kerajinan tangan dan sejenisnya).

Gbr-5. TIJA Diharapkan Menjadi Kawasan Wisata Berkelanjutan Terpadu (Sumber: www.ancol.com)

Semua usaha-usaha yang dilakukan di atas bertujuan untuk membawa Ancol dikenal bukan hanya sekedar pusat wisata hiburan namun juga kawasan yang ramah lingkungan. Sekali lagi, Ancol bernilai tambah untuk meningkatkan kesadaran nasionalisme masyarakat dan mempromosikan kekayaan alam dan budaya nusantara ke pelosok negeri dan dunia. Dengan demikian nyatalah bahwa Ancol Cinta Indonesia!

Source:http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/30/aci-ancol-cinta-indonesia-dalam-meningkatkan-nasionalisme-melalui-ancol-sustainable-park/

Wednesday, December 1, 2010

Presiden Jemput Kursi Perdamaian di Banda Aceh

Rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Simpang Mesra, Jeulingke, Banda Aceh dalam rangka penanaman pohon Trambesi di desa Tibang, Syiah Kuala pada Senin (29/11). Mobil Mercedez Indonesia 1 yang diikuti van meluncur mulus ke lokasi acara tanpa di halang-halangi oleh demonstran yang sejak pagi berdemonstrasi di simpang mesra. SBY juga dijadwalkan untuk menjemput kursi perdamaian.

M Ridha | The Globe Journal
Source:http://www.theglobejournal.com/index.php

Monday, November 29, 2010

Strategi Memilih Solusi Unified Communications di Perusahaan

Untuk memaksimalkan produktivitas, organisasi membutuhkan perangkat komunikasi yang memampukan para karyawan untuk saling terhubung melalui teks, suara dan video yang sepenuhnya terintegrasi dan mudah dipakai. 

Penyebaran luas perangkat dan teknologi baru telah membuat proses mengelola komunikasi menjadi lebih menantang. Para manajer TI harus merangkul perangkat dan media komunikasi baru tersebut – termasuk jejaring sosial – dan merancang solusi kolaborasi untuk bisnis. 

Unified Communications (UC) merupakan paduan dari semua bentuk komunikasi suara, video, web, teks, e-mail, desktop dan mobile di jaringan IP yang mendobrak batasan jarak, waktu dan media. Dengan UC, organisasi dapat berjalan lebih efisien, sementara para karyawan menikmati kendali lebih besar tentang kapan dan dengan cara bagaimana mereka mau dihubungi. 

UC menciptakan lingkungan komunikasi yang mulus (seamless), membuat sebarang individu, sumberdaya atau proses bisnis tersedia kapan pun, di mana pun dan dari sembarang jaringan dan sebarang antarmuka, misalnya via PC, telepon atau perangkat mobile. 

Teknologi telah mengubah cara orang bekerja – memicu lebih banyak kolaborasi yang mengantarkan peningkatan produktivitas. Ia juga dapat meningkatkan kinerja proses bisnis, meningkatkan kepuasan pelanggan,  dapat mengurangi biaya dan meringankan resiko. 

Namun, tantangannya adalah menemukan dan menerapkan satu solusi komunikasi yang cocok bagi semua pengguna dan sesuai dengan cara kerja para karyawan. 

Pendekatan yang Tepat


Ketika memilih sebuah solusi UC, organisasi harus memperhatikan bagaimana melakukan pendekatan people-centric dalam berkomunikasi. Artinya, para pengguna teknologi harus dianggap sebagai prioritas pertama dalam menentukan apa dan bagaimana teknologi akan diterapkan. 

Ini akan memberikan peningkatan kinerja, proses yang lebih ramping, pengambilan keputusan yang lebih cepat dan peningkatan produktivitas. Jadi pertimbangan pertama ketika memilih sebuah solusi UC haruslah mendefinisikan kebutuhan kolaborasi Anda. 

Agar tidak terperangkap dari penerapan silo komunikasi lain dalam organisasi, para manajer TI wajib memahami kebutuhan kolaborasi dari setiap departemen atau unit bisnis dan membangun peta komunikasi yang memenuhi kebutuhan tersebut. Ini seharusnya juga mencakup pelatihan bagi pengguna dan rencana adopsi pengguna. 

Platform yang Tepat


Pertimbangan berikutnya haruslah memilih platform yang tepat. Sebuah rangka kerja UC hanya akan sekuat infrastruktur yang menjadi fondasinya. Layanan suara, data dan video harus bertumpu pada infrastruktur sama yang mengantarkan manfaat maksimal bagi bisnis dalam hal biaya, manajemen dan kesederhanaan. 

Bisa saja membuat host dan mengelola jaringan-jaringan yang terpisah untuk setiap elemen tersebut, tetapi itu mahal dan bisa sulit diskalakan. Adalah penting bahwa jaringan data pendukung harus mampu bekerja ketika ada tambahan tuntutan bandwidth dari kebutuhan bisnis yang digerakkan oleh bisnis. 

Untuk mengelola biaya penerapan komunikasi, memperhatikan pemilihan arsitektur dengan standar terbuka menjadi penting. Banyak vendor UC mempromosikan strategi “cabut dan ganti” yang mengharuskan sebuah organisasi mengeluarkan setiap PBX (private branch exchange) yang sudah tua dan menggantinya dengan PBX Internet Protocol (IP) baru ketika organisasi akan menerapkan sebuah solusi UC. 

Strategi ini sebenarnya membatasi nilai dari penerapan dan organisasi harus mencari vendor yang punya strategi “rangkul dan peluk” yang memaksimalkan penggunaan teknologi yang sudah ada. Pendekatan ini berarti penerapan lingkungan UC tidaklah harus beranggaran mahal. 

Saat ini, SME (perusahaan dengan skala kecil sampai menengah), dan perusahaan-perusahaan besar memiliki beragam pilihan dan platform yang tidak mahal. Dengan memanfaatkan teknologi SIP (Session Initiation Protocol), investasi yang sudah ditanamkan dalam teknologi dapat dipadukan untuk menciptakan sebuah rangka kerja UC yang baru. 

Vendor yang Tepat


Terakhir, untuk mendapatkan manfaat maksimal dari investasi UC, Anda harus memilih vendor yang tepat. Kekuatan infrastruktur dan pengalaman UC total sangat ditentukan oleh pengetahuan, kemampuan dan dukungan on-ground dari vendor dan mitra jaringan. 

Industri UC memiliki banyak vendor yang menyajikan solusi “ujung-ke-ujung” atau “pilihan terbaik”. Periksa daftar di bawah untuk memastikan bahwa Anda memilih vendor yang tepat untuk organisasi Anda:

  • Platform terbuka: Standar industri yang didasarkan pada platform terbuka harus diutamakan karena menyediakan integrasi yang lebih baik bagi aplikasi-aplikasi bisnis Anda. Banyak solusi UC yang hanya terbuka pada tingkatan tertentu. Contoh, sebuah solusi mungkin menyediakan satu atau dua antarmuka terbuka sebagai fitur dasar, tetapi fitur yang lebih canggih tetap tertutup bagi solusi vendor tersebut.
  • Orientasi servis dan sekuriti: Menerapkan UC di tipe arsitektur yang baru bisa menjadi rumit. Enterpise harus mencari vendor yang punya layanan managed yang kuat, profesional secara global untuk membantu mereka menavigasi transisi.
  • Sekuriti real time:  Solusi UC yang aman harus mencakupkan sekuriti yang terbangun secara internal (built-in), bukan ditambahkan sebagai satu lapisan.
  • Kompatibilitas multivendor: Sebuah solusi yang dapat bekerja dalam lingkungan multivendor merupakan keharusan untuk sebuah implementasi yang kuat dan scalable.
Tentang Penulis: Endang Rachmawati adalah Country Manager Avaya Indonesia

28 Nov 2010

2014, Mobile Commerce Diprediksi Booming

Dibandingkan dengan jumlah pelanggan seluler yang mengarah ke angka 200 juta, pengguna layanan mobile commerce saat ini dianggap masih belum seberapa. Tunggu sampai waktu boomingnya tiba di 2014!

Menurut Indra Lestiadi, Division Head Mobile Commerce PT Indosat, para operator telekomunikasi sejak beberapa waktu lalu terus melengkapi layanan m-commerce miliknya. Meski masih terbatas karena terhadang regulasi.

Pasalnya, potensi pasar untuk transaksi jual-beli dan pembayaran melalui ponsel (mobile commerce) diyakini masih sangat besar.

"Hal itu salah satunya karena kemajuan teknologi dan kemudahan yang ditawarkan dari segi pembayaran dan fasilitas. Saya yakin pada 2014 akan ada perubahan yang luar biasa untuk m-commerce," tukas Indra, kepada wartawan, Kamis (25/11/2010).

Pada waktu tersebut, ponsel diprediksi akan menjadi andalan dalam urusan proses transaksi. Bahkan, Indra berani menyebut bahwa hampir semua pembayaran akan lewat gadget yang sejatinya untuk halo-halo tersebut.

"Operator kini menyiapkan diri untuk pembukaan regulasi yang lebih bebas. Pemerintah sekarang kan masih menggunakan regulasi cara pembayaran yang traditional bagi operator. Belum melakukan perubahan dari sisi digital. Ini yang saya liat perlu ada perubahan dari sisi regulasi pemerintah," tukasnya.

Pengguna mobile commerce sendiri saat ini diproyeksi hanya mencapai 20 juta. Dimana lima juta di antaranya, kata Indra, dimiliki oleh Indosat.

"Jadi kalo dibandingkan dengan jumlah pelanggan seluler yang sampai akhir tahun kira-kira mencapai 200 juta, masih besar kan potensi m-commerce ini," pungkasnya.


25 Nov 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/11/25/165301/1502506/328/2014-mobile-commerce-diprediksi-booming/

Telkom Tertarik e-Money

Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah mengaku bahwa pihaknya sangat tertarik untuk mengembangkan bisnis pada sistem pembayaran terutama pengembangan e-money (uang elektronik).

Demikian dikemukakan Rinaldi kepada pers di sela peresmian "Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI)" di gedung Bank Indonesia Jakarta, Kamis (11/11/2010). "Jadi semacam voucher dari Telkom, tapi sudah dilengkapi dengan e-money," kata Rinaldi.

Ditanya berapa dana yang akan diinvestasikan, Rinaldi belum menjelaskan secara spesifik. "Kita dalami dulu," kata Rinaldi. Dikatakan, pihaknya juga membantu jaringan telekomunikasi untuk sistem pembayaran. "Seperti ATM dan kami sebagai penyedia jaringan. Apalagi kami bisa meningkatkan service dan aplikasinya," kata dia.

Sesuai data BI, sistem pembayaran dengan menggunakan uang elektronik (e-money) tidak tumbuh signifikan dibandingkan kartu kredit dan kartu ATM (debet). Per September 2010, transksi e-money hanya sekitar Rp 511 miliar. Sementara, pada periode itu transaksi kartu kredit mencapai Rp 119 triliun, dan kartu ATM Rp 1.452 triliun.


11 Nov 2010
Source:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/11/18542841/Telkom.Tertarik.e.Money

Tarik Uang dari ATM Tanpa Kartu

Permata Bank menyediakan layanan transfer uang melalui telepon seluler (ponsel) yang dapat ditarik di anjungan tunai mandiri (ATM) tanpa memerlukan kartu. Layanan mobile cash itu dapat digunakan penerima yang sedang bepergian dan memerlukan uang tetapi tak membawa kartu ATM.
Senior Vice President Head, Wealth Management, and Retail Liability Products Permata Bank Bianto Surodjo di Bandung, Sabtu (27/11/2010), mengatakan, pengirim uang bisa melakukan transfer dengan mengaksesmobile banking melalui ponsel.
Selanjutnya, data mengenai nomor telepon penerima, jumlah uang yang akan dikirim, dan kode identifikasi dimasukkan. Penerima dapat langsung mengambil uang dengan datang ke ATM Permata Bank terdekat dan memencet tombol manapun di samping layar.
Pada layar akan tertera permintaan untuk memasukkan data-data yang diperlukan. Setelah itu, uang akan langsung keluar. Permata Bank berupaya menjadi lembaga keuangan dengan teknologi terdepan. Di Indonesia terdapat 600 ATM Permata Bank.
28 Nov 2010

Dompetku Terhubung ke 3.000 Toko Alfamart

Kartu seluler milik pelanggan Indosat dalam waktu dekat sudah bisa digunakan sebagai medium untuk alat pembayaran micropaymentdi seluruh toko ritel milik Alfamart yang tersebar di area Jabodetabek.

Menurut Chief Marketing Officer Indosat Guntur Siboro, pihaknya mulai hari ini menghubungkan secara host to host server databasemiliknya dengan mesin pembayaran elektronik yang ada di 3.000 toko ritel Alfamart di area tersebut.

"Meski sudah 3.000 toko Alfamart yang kami koneksikanhost to host, namun yang baru bisa untuk Dompetku hanya 100 toko saja di area Tangerang. Ini murni alasan komersil dari pihak Alfamart," ujarnya di sela Grand Final IWIC 2009 di Hard Rock Cafe, Jakarta, Kamis (19/11/2009).

Dompetku adalah alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang dikembangkan Indosat sejak mendapatkan lisensi APMK tersebut dari Bank Indonesia pada akhir 2007 lalu.

Sejak dikembangkan teknologi host to host, transaksi pembelian melalui Dompetku tak lagi menggunakan SMS, namun cukup menggunakan token sebagai kode pembayaran untuk belanja di merchant.

Saat uji coba tahun lalu, pengguna Dompetku yang mayoritas adalah anggota koperasi Indosat, sempat mencapai 20 ribu. Namun kini jumlahnya menyusut jadi tinggal 2.500. Indosat sendiri berharap pengguna layanan micropayment ini bisa bertambah lagi jadi 5000 sampai akhir 2009.

"Selain untuk pembayaran micropayment, pelanggan juga bisa melakukan cash in, yang semula hanya bisa dilakukan di galeri Indosat, kini juga bisa dilakukan melalui jaringan ATM Bank Permata, Bank Jaringan Bersama ALTO Prima, dan juga di Alfamart," tandas Guntur.
( rou / wsh )


19 Nov 2009


http://www.detikinet.com/read/2009/11/19/175305/1245173/328/dompetku-terhubung-ke-3000-toko-alfamart

Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia

Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...