Sunday, October 11, 2009

PT Telkom Uji Coba Layanan TV Interaktif

PT Telkom menggelar uji coba terhadap layanan Internet Protocol Television (IPTV), Selasa (8/9).
Acara ini dihadiri pejabat di lingkungan Depkominfo serta Mitra Depkominfo yang terdiri dari pimpinan operator telekomunikasi, televisi, serta asosiasi antara lain APJII, Mastel, Aptel, dan KPI menjadi saksi uji coba layanan berteknologi baru ini untuk menonton televisi yang disebut TELKOM IPTV.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia mengungkapkan, dengan keluarnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 30/PER/ MKOMINFO/8/2009 tentang Penyelenggaraan Layanan Televisi Protokol Internet (Internet Protocol Television/IPTV) di Indonesia tanggal 19 Agustus 2009, maka tidak ada keraguan lagi bagi Telkom untuk menggelar layanan IPTV kepada publik.

"Uji coba layanan IPTV Telkom ini menjadi satu bukti bahwa Telkom senantiasa berupaya memberikan yang terbaik bagi pelanggannya," ujar Vice President Public and Marketing Communication Tel kom, Eddy Kurnia. Telkom berharap layanan ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat modern yang haus akan informasi.

Sebagai penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom terus berbenah seiring perkembangan teknologi agar memenuhi kebutuhan pelanggan. "Salah satu nilai tambah yang akan diberikan ke pelanggan publik adalah IPTV, suatu layanan TV interaktif melalui jaringan Speedy. IPTV melengkapi Speedy sebagai layanan triple play yaitu 3 layanan voice , internet dan video dengan satu koneksi kepada pelanggan," ujar Eddy Kurnia.

Berbeda dengan layanan payTV yang ada saat ini, IPTV Telkom memiliki fitur interaktif yang sangat beragam, penonton dimungkinkan memilih program favoritnya tanpa perlu takut ketinggalan program favorit lainnya.

Hal tersebut dimungkinkan karena kemampuan layanan IPTV untuk merekam atau menghentikan gambar saat tayangan sedang berlangsung. Dengan demikian kendali atas program televisi sepenuhnya ada di tangan penonton (personal). Selain itu gambar yang dihadirkan juga memiliki kualitas yang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan payTV yang ada saat ini.

Fitur-fitur lain yang dapat disediakan oleh IPTV adalah, Electronic Program Guide (EPG), yaitu: panduan pengaturan progam secara elektronik ; Digital Video Recording (DVR), yaitu fitur untuk merekam siaran langsung (real time broadcast) dalam jaringan server yang dapat diakses kapanpun diinginkan; Time-Shift TV, yaitu fitur untuk menghentikan gambar saat tayangan sedang disiarkan dan dapat dilanjutkan kembali tanpa ada yang terpotong; Pay Per View, yaitu siaran berbayar per gambar; Video on Demand (VoD) : layanan siaran video sesuai permintaan penonton; Music on Demand : layanan siaran musik sesuai permintaan penonton; dan Parental guide yaitu layanan untuk melindungi anak dan remaja dari siaran yang yang tidak diperuntukkan bagi usia mereka.

Penonton juga dimanjakan dengan fitur Game dan ke depannya akan dikembangkan juga layanan penunjang antara lain, shopping TV yaitu layanan bagi para penonton memesan dan membeli barang yang diminati saat menyaksikan sebuah tayangan televisi.

SELASA, 8 SEPTEMBER 2009 | 18:37 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono

JAKARTA, KOMPAS.com -http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/18374175/pt.telkom.uji.coba.layanan.tv.interaktif.

Saturday, October 10, 2009

'Sunat' Kuota Bandwidth: Telkomsel Kembalikan Kuota Normal Flash?

Jakarta - Di tengah hujan kritik dari pelanggan yang memprotes kebijakan Telkomsel menyunat kuota bandwith layanan mobile broadband Telkomsel Flash, tiba-tiba Telkomsel membuat kebijakan baru untuk mengembalikan kuota menjadi 2GB. Namun, ini hanya berlaku selama satu bulan.

Melalui pesan singkat, Telkomsel mengumumkan kebijakan baru tersebut kepada para pelanggan TelkomselFlash.

"Pelanggan Yth. Sbg wujud apresiasi kami terhadap pelanggan TELKOMSELFlash, selama 1 bulan (Tgl 1 s/d 31 Okt 09), Fair Use Paket TELKOMSELFlash Unlimited anda kembali ke kuota semula yaitu 2 GB. Setelah tgl tsb Fair Use Paket Anda kembali ke kondisi existing.Terimakasih," demikian isi sms yang diterima salah seorang pelanggan Flash.

Ada kesan kebijakan Telkomsel ini hanya setengah hati, karena pelanggan TelkomselFlash hanya dapat menikmati kuota normal sebesar 2 GB itu selama sebulan, mulai tanggal 1-31 Oktober 2009. Setelah tanggal tersebut, Fair Use Paket pelanggan akan kembali ke kondisi existing.

Dan meskipun dalam sms tersebut disebutkan bahwa kebijakan ini berlaku mulai tanggal 1 Oktober, namun pelanggan melaporkan bahwa sms pemberitahuan tersebut baru diterima hari ini, Jumat (9/10/2009) atau selang 8 hari setelah kebijakan tersebut diberlakukan.

Sebelumnya, operator seluler ini memberlakukan pemangkasan kuota bandwith tanggal 1 September 2009 lalu. Dimana untuk Paket Basic, pelanggan diberi kuota 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps dan Paket Advance 1 GB kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro kecepatan maksimum 3,6 Mbps untuk 2 GB.

Jika penggunaan melebihi kuota secara otomatis kecepatan menjadi internet biasa. Paket Pro menjadi 128 kbps dan paket basic serta advance menjadi 64 kbps. Kebijakan ini mengundang protes keras dari banyak pelanggan. ( faw / wsh ) 



09 Oktober 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/10/09/094309/1218395/328/telkomsel-kembalikan-kuota-normal-flash

CTIA 2009: Genjot Peran Teknologi Wireless di Dunia Bisnis

San Diego - Dalam tiga hari ke depan, San Diego akan menjadi tuan rumah pagelaran CTIA Wireless IT & Entertainment 2009. Ajang unjuk gigi para penggiat industri wireless terbesar di Amerika Serikat tersebut untuk tahun ini akan mengambil tema mobile business.

Steve Largent, President & CEO CTIA - The Wireless Association mengatakan, tema ini berarti bagaimana mengimplementasikan dan mengambil manfaat teknologi wireless dalam berbagai bidang bisnis.

"Apapun bidangnya mulai dari dunia kesehatan, layanan keuangan, entertainment, energi hingga layanan transportasi," ujarnya ketika membuka acara yang digelar di San Diego Convention Center, Rabu (7/10/2009) waktu setempat.

Hal yang disajikan pun tak hanya soal aplikasi, namun juga menyangkut perkembangan teknologi dan arsitektur network. Untuk itu berbagai bidang yang masih terhubung industri wireless ikut ambil bagian dalam acara yang diselenggarakan hingga 9 Oktober 2009 tersebut.

Mulai dari komunitas pengguna, operator telekomunikasi, pengembang aplikasi, dan industri manufaktur. Di tempat ini, mereka diharapkan dapat berdialog, berbagi ilmu, jika perlu berdebat untuk mencari jalan terbaik dalam menjalankan mobile business.

Selain atas nama perusahaan, acara ini juga turut mengundang sejumlah pemain 'kelas kakap' dalam dunia IT dan Telekomunikasi sebagai pembicara.

Mereka antara lain Senior Vice President Yahoo Mobile David Ko, Co-Founder Qualcomm Irwin Mark Jacobs, President & CEO AT&T Mobility Consumer Markets Ralph de la Vega, hingga Paul Jacobs, Chairman of the Board 7 CEO Qualcomm. ( ash / fyk ) 



08 Oktober 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/10/08/103913/1217683/328/ctia-2009-genjot-peran-teknologi-wireless-di-dunia-bisnis

Industri Telko Indonesia Dinilai Kreatif

San Diego - Dengan ratusan juta penduduk membuat Indonesia menjadi pasar potensial untuk industri telekomunikasi. Namun tak hanya itu, kreativitas para pelaku industrinya juga sangat berperan dalam mempercantik citra Tanah Air.

Setidaknya itulah kesan yang didapat detikINETketika acara Regional Roundtable dengan Jing Wang, EVP Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Qualcomm di sela ajang Editor's Day yang berlangsung di San Diego, Amerika Serikat.

Dalam paparan Jing, meski dikategorikan dalam negara berkembang namun pasar telekomunikasi Indonesia dianggap sangat penting dan berpotensi besar. Hal ini tak hanya dilihat dari jumlah penduduknya, namun juga dari tren pasar dan pelaku industrinya.

Para pengembang dan operator di Indonesia dinilai begitu kreatif dan dinamis, karena banyak konten yang beredar dari pengembang lokal. "Operator pun ada yang menjual ponsel berbasis konten kristiani, islam, lagu Rock dan lainnya," tukasnya.

Produk-produk yang dimaksud Jing tersebut di antaranya merupakan ponsel Slank dan ponsel Esia Hidayah besutan Bakrie Telecom.

Selain itu menurut data yang dimiliki Qualcomm, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, jumlah perangkat berbasis 3G yang digunakan di Indonesia diprediksi akan jauh melampui negara lain di Asia Tenggara + Australia dan Selandia Baru.

Indonesia diestimasi akan menguasai 42% pangsa pasar, sedangkan Malaysia hanya 7 persen, Australia 9 persen, Vietnam 16 persen, serta Filipina 13 persen.

Nah, mengomentari khusus masalah industri CDMA di Tanah Air. Jing menyoroti perihal ketersediaan frekuensi yang dianggapnya masih menjadi isu paling nyaring.

"Seperti soal tambahan frekuensi, ini menjadi masalah penting karena dapat dimanfaatkan para operator untuk mengejar pelanggan WCDMA. ARPU (Average User Per Unit) dari data diprediksi juga akan melonjak karena layanan ini," tandasnya.



07 Oktober 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/10/07/170250/1217199/328/industri-telko-indonesia-dinilai-kreatif

Thursday, October 8, 2009

Kompas Gramedia Bangun "Green Building"


Kota Jakarta dalam waktu dekat ini memiliki green building atau gedung ramah lingkungan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Pembangunan gedung ramah lingkungan ini merupakan upaya mengurangi pemanasan global dan mendukung penerapan peraturan daerah (Perda) DKI Jakarta tentang konsep green building bagi gedung pemerintah dan swasta. Ket.Foto:Presiden Direktur Kompas Gramedia Jakob Oetama saat ground breaking Allianz Tower di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (5/7) pagi. Gedung berlantai 28 di atas lahan 7.000 m2 ini merupakan green building di Jakarta.

Chairman Kelompok Kompas Gramedia Jakob Oetama dalam sambutannya saat acara ground breaking atau pembuatan tiang bor uji (test pile) di kawasan Kuningan, Jaksel, hari Minggu (5/7) siang, mengungkapkan, kepedulian terhadap isu pemanasan global (global warming) perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, baik dalam skala kecil yaitu tindakan sehari-hari maupun dalam skala besar, seperti membangun gedung berkonsep hijau yang ramah lingkungan.

Hadir antara lain CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, CEO Allianz Jens Reisch dan Volker Miss, Komisaris Utama PT Medialand International Harli Ojong, Direktur PT Medialand International Teddy Surianto, Direktur Procon Hendra Hartono, dan sejumlah undangan lainnya.

Gedung berkonsep hijau yang dinamakan Allianz Tower ini dibangun PT Medialand, perusahaan properti grup Kompas Gramedia, dijadwalkan beroperasi tahun 2010 dan diharapkan menjadi ikon baru bagi gedung perkantoran di Jakarta.

"Sejauh ini masyarakat mengenal Kompas sebagai perusahaan media massa dengan grup majalah Intisari, Bobo, serta toko buku Gramedia dan penerbit PT Gramedia. Tapi masyarakat belum mengenal usaha di bidang real estate yaitu Medialand. Gedung ini dibangun Medialand yang kini tidak setengah-setengah terjun dalam bidang properti. Grup Kompas Gramedia ingin menjadi pionir membangun gedung yang ramah lingkungan," kata Jakob Oetama.

Gedung berlantai 28 yang dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi ini mengacu pada kepedulian terhadap kondisi alam dan bumi tempat manusia hidup. Untuk itu, kata Jakob, perlu diciptakan bangunan yang hemat dalam penggunaan energi dan air sehingga gedung itu ramah lingkungan. "Arsitektur Allianz Tower ini memiliki nilai seni dan filosofi tinggi serta fungsional. Gedung ini memadukan nilai seni gedung dan fungsi, dan ramah terhadap alam," ungkap Jakob Oetama.

Perbandingan lahan dalam gedung ini, sebanyak 70 persen merupakan lahan hijau, dan 30 persen merupakan bangunan. Gedung ini betul-betul ramah lingkungan karena semua aspek bangunan dibuat dengan konsep green building, seperti desain, gedung yang langsing dan pipih, penggunaan teknologi kaca gedung, resapan air, pemanfaatan air hujan, proses daur ulang, penggunaan lampu hingga jenis tanaman yang menghiasi gedung dipilih yang ramah lingkungan.

Jakob Oetama mengatakan, Allianz Tower diibaratkan sebuah buku yang terbuka, yang terdiri dari dua bagian. Bangunan ini memiliki filosofi tentang sebuah sumber atau jendela pengetahuan dan pentingnya suatu informasi, terutama informasi yang prosesnya sangat dinamis, tetapi harus disajikan secara berimbang. Visualisasi lembaran surat kabar, baris, dan kolom yang akrab kita lihat di sebuah media, dituangkan dalam desain bangunan dalam bentuk horizontal dan vertikal sehingga karakter yang muncul dari gedung ini menggambarkan kedinamisan.

Dirut PT Medialand International Teddy Surianto menjelaskan, Allianz Tower sudah memiliki penyewa utama yaitu Allianz, perusahaan asuransi dan jasa finansial terkemuka asal Jerman yang memiliki 77 kantor perwakilan di seluruh dunia.

Desain ramah lingkungan

Sebagai ikon baru bagi kawasan segi tiga emas Jakarta, Allianz Tower berpegang teguh pada pandangan-pandangan desain mengenai environmental sustainable design (ESD). Gedung ini didesain langsing dan pipih di bagian timur dan barat sehingga mengurangi terik cahaya dan panas matahari yang langsung menimpa bagian-bagian ini.

Allianz Tower hanya sedikit membangun basement sehingga 70 persen dari seluruh luas tanah digunakan sebagai kawasan resapan air hujan. Hal ini sangat penting sebagai usaha penanggulangan banjir di Kota Jakarta. Cara ini dibarengi dengan penerapan daur ulang air hujan dan air kotor sehingga mengurangi jumlah air yang dibuang melalui saluran kota ke sungai-sungai. Tanah di gedung ini akan dimaksimalkan sebagai resapan alami. Pemprov DKI Jakarta menganjurkan daerah resapan sekitar 30 persen.

Allianz Tower menggunakan sistem double glazing untuk kulit luar gedung, yaitu kombinasi antara 8 mm reflective glass dan 6 mm clear glass, yang dipasang dengan 12 mm ruang hampa udara di antaranya. Kulit luar double glazing ini akan mengurangi masuknya panas ke dalam gedung secara drastis dan menghilangkan polusi suara dari luar gedung.

Teddy juga mengungkapkan, konsep daur ulang dipakai untuk menghargai lingkungan. Rain water harvesting atau penampungan air hujan pada atap gedung disimpan di tangki-tangki air di basement untuk dipakai bersama air yang sudah didaur ulang dari sewage treatment plant.

Sebanyak 80 persen air kotor akan didaur ulang menjadi air bersih untuk menyirami tanaman, flushing water untuk toilet dan pemakaian air di cooling tower untuk mendinginkan ruang-ruang kerja melalui sistem water cooled air conditioning. Sebanyak 20 persen air kotor harus dibuang ke waduk limbah DKI Jakarta yang sudah ada di utara gedung ini.

Teddy menambahkan, gedung ini menggunakan lampu-lampu LED dan TS fluorescence yang hemat energi, terutama di sebagian besar ruang perkantoran.

Untuk memudahkan resapan di bawah jalan mobil, di sekeliling gedung disediakan cobble stone untuk paving. Secara energi, parkiran semacam ini tidak membutuhkan ventilasi secara mekanikal dan lampu di siang hari. Ini lebih hemat dibandingkan parkiran basement.

Upaya menjadikan gedung ini ramah lingkungan, diwujudkan pula dengan penanaman pohon-pohon besar yang rindang di taman-taman sekeliling gedung. Ini tentu saja akan mengurangi panas matahari dan temperatur di area sekeliling gedung. "Ini menjadi teras teduh bagi karyawan untuk makan dan beristirahat di bawah pepohonan di luar gedung," katanya.

Minggu, 5 Juli 2009 | 16:46 WIB Laporan wartawan KOMPAS R Adhi Kusumaputra

JAKARTA, KOMPAS.com —  http://properti.kompas.com/read/xml/2009/07/05/16462780/kompas.gramedia.bangun.green.building

Perubahan Iklim Membuat Gempa Menjadi Lebih Dahsyat

Jauh dari gambaran lembut seperti dilukiskan mitologi-mitologi kuno, Dewi Pertiwi sesungguhnya gampang senewen dan meledak-ledak.

Dia begitu peka sehingga sedikit saja cuaca dan iklim berubah, maka tercabiklah kerak bumi, dan keluarlah letusan vulkanik, gempa bumi dan longsor yang semuanya dahsyat.

Pernyataan itu bukan dari pendongeng, melainkan kesimpulan sejumlah ilmuwan yang pertengahan September 2009 berkumpul di London, Inggris, pada satu konferensi bertajuk "Climate Forcing of Geological and Geomorphological Hazards".

Para ilmuwan itu menilai perubahan iklim bisa merusak keseimbangan planet Bumi, kemudian menghadiahi manusia dengan rangkaian bencana geologis.

Sudah lama diketahui bahwa antara iklim dan pergerakan kerak bumi saling berkaitan, namun baru kini ditegaskan bahwa betapa pekanya lapisan bumi terhadap udara, es dan air di atasnya.

"Anda tak perlu perubahan besar-besaran untuk memancing respons kerak bumi," kata Bill McGuire dari University College London (UCL), ketua konferensi ilmuwan itu.

Simon Dya dari Universitas Oxford, serta McGuire dan Serge Guillas dari UCL, memaparkan bukti, bagaimana perubahan halus pada tingkat permukaan laut mempengaruhi kegempaan di Patahan Pasifik Timur, salah satu batas lempeng benua yang menjadi mekar paling cepat.

Para ilmuwan memokuskan perhatian pada lempeng mini Easter - lempeng tektonik yang menghampar di bawah samudera di lepas pantai Pulau Easter - karena lempeng ini relatif terisolir dari sesar-sesar lain.

Fokus ini mempermudah upaya membedakan perubahan-perubahan dalam lempeng tektonik yang terjadi karena sistem iklim, dari yang tercipta akibat tumbukan.

Sejak 1973, datangnya gelombang El Nino setiap sekian tahun berkorelasi dengan frekuensi gempa bawah laut berkekuatan magnituda 4 dan 6.

Ilmuwan yakin, kemunculan El Nino dan terjadinya gempa bawah laut itu berkaitan. El Nino menaikkan permukaan air laut sampai puluhan centimeter. Ilmuwan juga yakin berat air ekstra bisa meningkatkan tekanan aliran fluida dalam pori-pori batuan dasar laut.

Tekanan ini cukup menetralisir energi geseran yang menyangga batuan agar tetap di tempatnya, sehingga sesar-sesar menjadi mudah bergeser. "Perubahan pada tingkat permukaan laut terjadi pelan dan usikan kecil saja bisa berdampak luar biasa besar," kata Day.

Letusan Vulkanik

Perubahan kecil di samudera itu juga dapat mempengaruhi letusan vulkanik, sambung David Pyle dari Universitas Oxford.

Setelah meneliti letusan-letusan vulkanik dalam 300 tahun terakhir, Pyle menilai karakter vulkanisme (aktivitas vulkanik) berbeda-beda, tergantung musim.

Katanya, letusan vulkanik di seluruh dunia 20 persen lebih sering terjadi di musim dingin (belahan bumi utara) ketimbang di musim panas.

Itu karena tingkat permukaan air laut global turun perlahan selama musim dingin, dan berhubung daratan lebih banyak di belahan utara, maka air menjadi lebih banyak membeku menjadi es dan salju selama musim dingin (belahan selatan).

Sementara itu, kebanyakan gunung api teraktif di dunia hanya puluhan kilometer dari pantai. Ini menunjukkan, penyusutan bobot samudera di tepi benua yang terjadi secara musiman akibat menurunnya permukaan air laut, bisa memicu letusan vulkanik di seluruh dunia, ulas Pyle.

Pandangan tentang beberapa gunung api meletus saat permukaan air laut turun, tak berarti naiknya permukaan laut akibat perubahan iklim, akan menekan aktivitas vulkanik.

Di Alaska, Gunung Pavlof lebih sering meletus pada bulan-bulan di musim dingin, sementara penelitian awal Steve McNutt dari Observatorium Gunung Api menyimpulkan, naiknya permukaan laut 30 cm setiap musim dingin, terjadi karena rendahnya tekanan udara dan kuatnya gelombang badai.

Lokasi Gunung Api Pavlof berada menunjukkan, bobot tambahan di samudera terdekat bisa menekan magma ke permukaan.

Di wilayah lain, berat estra samudera saat tingkat permukaan laut naik, bisa melengkungkan kerak bumi dan mengurangi pemampatan sehingga magma menjadi lebih mudah mencapai permukaan di gunung-gunung api terdekat, kata McGuire.

Semua contoh itu agaknya saling bertentangan, namun intinya setiap perubahan permukaan laut bisa mengubah tekanan di tepi benua yang cukup untuk memicu letusan gunung berapi yang sudah siap meletus, kata McGuire.

Perubahan kecil dalam curah hujan bisa juga memicu letusan vulkanik. Pada 2001, letusan besar di gunung api Soufriere Hills di Pulau Montserrat di Karibia terjadi karena tingginya curah hujan.

Curah hujan yang tinggi ini menggoyahkan kubah gunung api hingga cukup untuk memuntahkan magma dalam perut gunung api.

Kini, hujan tropis tampaknya sudah umum dianggap bisa memicu letusan gunung api, sedangkan menurut model ilmiah iklim, banyak kawasan, termasuk daerah tropis, bertambah panas akibat perubahan iklim.

Adrian Matthews dari Universitas East Anglia dan para koleganya, meneliti respons menit ke menit gunung berapi Montserrat setelah dikenai lebih dari 200 rangsangan selama tiga tahun. Tim peneliti menemukan, respons itu terlihat dari meningkatnya aktivitas vulkanik selama dua hari.

Hujan harian meningkatkan kemungkinan keroposnya kubah gunung api dari 1,5 sampai 16 persen sehingga tak perlu menunggu hujan besar. "Anda juga tak perlu badai (untuk menggerogoti kubah gunung)," kata Matthews.

Lapisan Es

Mungkin hambatan geologis terbesar selama perubahan iklim adalah dampak mencairnya lapisan es. Di samping risiko bahwa sedimen-sedimen goyah yang muncul karena es mencair bisa menyelinap masuk laut sebagai longsor pemicu tsunami, tanggalnya lapisan es juga bisa memicu letusan gunung api.

"Bahkan penciutan (lapisan es) puluhan sentimeter saja sudah cukup menciptakan perubahan," kata Andrew Russell dari Universitas Newcastle.

Contohnya glasier Vatnajokull di Islandia yang berdiri di atas batas lempeng dan sejumlah gunung api yang kemungkinan sirna dua abad nanti. "Jika itu sirna, Anda mesti berjuang membunuh kengerian dari membesarnya beban (samudera) yang akan meningkatkan aktivitas vulkanik," kata Russell.

Di awal zaman es terakhir, aktivitas vulkanik di Islandia utara meningkat hingga 30 kali lebih besar dibandingkan sekarang. Dan jika nanti gunung-gunung api di belahan utara yang tertutup es itu meletus, maka hamburan letusan akan menebari dunia.

Ilustrasinya terjadi pada 1783 saat Gunung Berapi Laki di Islandia memuntahkan debu belerang ke seluruh Eropa sehingga benua ini mengalami satu musim dingin maut yang membunuh ribuan orang.

Saat ini memang belum jelas berapa besar perubahan iklim akan memengaruhi frekuensi dan intensitas gempa bumi serta letusan gunung api mengingat kepekaan Planet Bumi terhadap iklim baru teramati intens belakangan ini.

Selain itu, belum cukup data untuk menciptakan model pemrakira cuaca yang mengaitkan kedua sistem. "Tapi yang pasti, aksi manusia semakin mudah memprovokasi Planet Bumi," kata McGuire.

Kamis, 8 Oktober 2009 | 09:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com —http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/08/09513570/perubahan.iklim.membuat.gempa.menjadi.lebih.dahsyat

Rame-Rame Bangun Mal Berwawasan Lingkungan


TAK cuma pemukiman yang mengusung konsep kawasan berwawasan lingkungan hijau alias green property. Mal atau pusat perbelanjaan pun mulai menerapkan konsep serupa. Sebab, mereka yakin, cara ini merupakan salah satu strategi pemasaran untuk memikat calon konsumen.

Manajer Divisi Pelayanan Riset Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, pengembang memang harus bisa menawarkan konsep mal yang berbeda. Misalnya, dengan mengusung konsep hijau. “Green mall bisa juga menarik perhatian pasar,” katanya.

Contoh pusat perbelanjaan yang menerapkan konsep tersebut adalah Orchard Walk Mall yang berada di Bogor Nirwana Residence. Kenapa? “Sebab, letak mal di bawah kaki Gunung Salak yang memang daerahnya masih hijau,” ujar Manajer Pemasaran Bogor Nirwana Residence, Atang Wiharna.

Mengaku bulan lantaran latah memakai konsep green mall, Atang bilang, pihaknya menggunakan konsep hijau pada Orchard Walk Mall yang berdiri di atas lahan seluas 2,3 hektare untuk menyesuaikan dengan lokasi sekitar.

Karena itu, Orchard Walk Mall merupakan pusat perbelanjaan yang punya bangunan terbuka atau beken dengan sebutan eco mall. Sebab, tidak menggunakan penyejuk udara atau air conditioner (AC) seperti mal pada umumnya. “Kami menyediakan banyak ruang terbuka untuk sirkulasi udara,” kata Atang.

Di timur Jakarta, siap berdiri Indonesia Green Mall yang juga mengusung konsep berwawasan lingkungan. Pusat perbelanjaan ini akan hadir di Sentra Niaga TMII. Rencananya, mal tersebut akan dibangun di atas lahan dengan luas 6,7 hektare.

Hanya 20% dari area itu yang akan berupa bangunan, sisanya merupakan kawasan hijau yang ditumbuhi aneka pohon dan tumbuhan. Indonesia Green Mall bakal memakai konsep terbuka. Tak semua fasilitas ada di dalam gedung.

PT Alam Sutera Realty Tbk juga berencana membangun pusat belanja dengan konsep green mall bernama Alam Sutera Mall. Lokasinya, di tengah-tengah perumahan Alam Sutera yang berada di Serpong, Tangerang. “Mal maupun perumahan kami punya konsep green property,” ujar Hendra Kurniawan, Sekretaris Perusahaan Alam Sutera.

Alam Sutera Mall terintegrasi dengan taman bertema (theme park). Mal tersebut digadang bakal menjadi mal pertama di daerah Tangerang yang memadukan kawasan perbelanjaan dengan hiburan sekaligus, dalam maupun luar ruangan. Luas bangunan mal dirancang sekitar 7 hektare. Sedangkan tamannya seluas 15,75 hektare. Pembangunannya bakal melahap biaya sebanyak Rp 450 miliar. (KONTAN/Hans Henricus Benedictus/Lamgiat Siringoringo)

Senin, 5 Oktober 2009 | 07:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  http://properti.kompas.com/read/xml/2009/10/05/07352269/rame-rame.bangun.mal.berwawasan.lingkungan

Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia

Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...