Kredibilitas Greenpeace sebagai LSM internasional di bidang lingkungan hidup kian memudar. Berbagai kalangan mempertanyakan motivasi keberadaan LSM tersebut di Indonesia karena dinilai justru merusak perekonomian nasional.
Seperti diketahui, Greenpeace dituding menggunakan data bohong setelah International Trade Strategies Asia Pasific Global (Asia Global) melakukan audit investigasi. Lembaga audit independen yang berbasis di Melbourne, Australia itu menemukan fakta bahwa selama ini Greenpeace sering melakukan kebohongan public.
Sekjen Prodem Andri menegaskan adanya dugaan data palsu Greenpeace tentu sangat merusak kepentingan nasional. Faktanya, sambung Andri, Greenpeace sudah mengancam perekonomian nasional. Ini membuktikan bahwa pengaruh neokolonialisme masih tertancap kuat di seluruh dunia terutama negara berkembang. Itulah sebabnya, Andri mendesak pemerintah mengkaji ulang kehadiran Greenpeace.
"Greenpeace sama sekali tidak menguntungkan bagi Indonesia, lalu untuk apa dipertahankan?" tandas Andri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/10).
Andri menjelaskan, dibutuhkan tanggungjawab dan nasionalisme semua pihak untuk mengusir Greenpeace dari Indonesia. Selain pemerintah, Andri meminta agar DPR juga segera turun tangan.
"Ada sesuatu yang tidak fair dalam kegiatan Greenpeace. Untuk itu, Ketua DPR harus memberikan pernyataan tentang adanya upaya destruktif dari pihak asing," katanya.
Sementara pengamat ekonomi Drajad Wibowo mengatakan Greenpeace harus mampu membuktikan bahwa data yang digunakan Greenpeace selama ini adalah akurat. Jika tidak, kredibilitas Greenpeace akan rusak.
"Data harus akurat, informasinya valid, dan dari sumber yang memang bisa dipertanggungjawabkan," katanya. Drajad juga menambahkan, campur tangan pemerintah saat ini sangat mendesak karena menyangkut kepentingan nasional. "Pemerintah harus pro aktif mengungkapkan fakta sebenarnya," tukas dia.
Drajad menegaskan, Greenpeace bisa dikenai pidana maupun perdata jika memang terbukti menggunakan data palsu. "Pidana maupun perdata bisa ditempuh jika terbukti. Pemerintah mulai sekarang sudah harus proaktif. Karena itu, Greenpeace wajib membuktikan keabsahan datanya secepat mungkin. Kalau tidak, bisa panjang urusannya," tegasnya.
Beberapa waktu lalu Direktur ITS Global, Alan Oxley, mengungkapkan, pihaknya
telah mengkaji dokumen bulan Juli 2010 bertajuk "Bagaimana Sinar Mas Meluluhkan Bumi," sebuah laporan yang memfokuskan sebagian besar perhatiannya pada
praktik-praktik kehutanan yang berkelanjutan dari Asia Pulp & Paper (APP) yang berbasis di Jakarta. Menurut Oxley, audit tersebut secara sistematis menganalisis 72 klaim Greenpeace terhadap APP yang mencakup lebih dari 300 catatan kaki dan sekitar 100 referensi.
"Pemeriksaan yang cermat atas bukti tersebut menunjukkan bahwa laporan Greenpeace tersebut sangat menyesatkan dan sama sekali tidak dapat dipertahankan. Klaim tentang ekspansi perusahaan besar-besaran secara rahasia di Indonesia didasarkan pada informasi fiktif. Dan informasi yang mendukung dugaan bahwa perusahaan terlibat dalam praktik kehutanan ilegal pada lahan gambut adalah tidak berdasar maupun merupakan kesalahan yang sangat serius," tegas Oxley. (*/X-11)
07 Okt 2010
Source:http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/07/173691/89/14/Greenpeace-Perlu-Diusir-dari-Indonesia
Membantu Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank Dalam Penerapan Sustainable Finance (Keuangan Berkelanjutan) - Environmental & Social Risk Analysis (ESRA) for Loan/Investment Approval - Training for Sustainability Reporting (SR) Based on OJK/GRI - Training for Green Productivity Specialist (GPS) by APO Methodology. Hubungi Sdr. Leonard Tiopan Panjaitan, S.sos, MT, CSRA, GPS di: leonardpanjaitan@gmail.com atau Hp: 081286791540 (WA Only)
Thursday, October 14, 2010
Novotel Bandung Raih Sertifikasi Green Globe
Bandung - Novotel Bandung telah berhasil meraih Sertifikasi Green Globe. Program bergengsi Green Globe Earthcheck Certification yang dikelola EC3 Global ini diperoleh Novotel Bandung, karena telah berhasil melakukan penghematan energi hingga hanya 6,5 persen dari jumlah total pengeluaran hotel.
"Hotel di Bandung rata-rata menghabiskan 12 hingga 14 persen anggaran untuk biaya penggunaan energi. Novotel bisa menekan sampai setengahnya," ujar Engkun Kurnia, General Manager Novotel Bandung dalam konferensi pers di Ballroom Novotel, Jalan Cihampelas, Rabu (13/10/2010).
Penghematan yang dilakukan Novotel terutama pada sistem pemanas air, yang menggunakan panas buangan dari pendingin ruangan atau AC.
Penghematan energi juga dilakukan lewat penggantian lampu menjadi LED yang lebih hemat energi, penggunaan photocell untuk timer lampu, dan mematikan AC pada pukul 1 hingga 4 dinihari.
Selain itu Novotel juga menganjurkan tamu dianjurkan menghemat air, tamu yg menginap lebih sehari tdk mencuci handuk tiap hari dan pengolahan limbah air. "Air hasil pengolahan ini kemudian digunakan untuk menyiram tanaman," ungkap Engkun.
Tak hanya itu, Novotel juga melakukan pemisahan sampah organik dan non-organik. Sampah ini kemudian dijual Novotel dan uangnya masuk ke foundation program beasiswa anak-anak.
Novotel juga mengklaim produk seperti sabun dan sampo yang disediakan untuk tamu dibeli dari penjual lokal dan menggunakan kemasan bio-degridable yang bisa didaur ulang.(ern/ern)
13 Okt 2010
Source:http://bandung.detik.com/read/2010/10/13/181602/1464174/486/novotel-bandung-raih-sertifikasi-green-globe?881104485
"Hotel di Bandung rata-rata menghabiskan 12 hingga 14 persen anggaran untuk biaya penggunaan energi. Novotel bisa menekan sampai setengahnya," ujar Engkun Kurnia, General Manager Novotel Bandung dalam konferensi pers di Ballroom Novotel, Jalan Cihampelas, Rabu (13/10/2010).
Penghematan yang dilakukan Novotel terutama pada sistem pemanas air, yang menggunakan panas buangan dari pendingin ruangan atau AC.
Penghematan energi juga dilakukan lewat penggantian lampu menjadi LED yang lebih hemat energi, penggunaan photocell untuk timer lampu, dan mematikan AC pada pukul 1 hingga 4 dinihari.
Selain itu Novotel juga menganjurkan tamu dianjurkan menghemat air, tamu yg menginap lebih sehari tdk mencuci handuk tiap hari dan pengolahan limbah air. "Air hasil pengolahan ini kemudian digunakan untuk menyiram tanaman," ungkap Engkun.
Tak hanya itu, Novotel juga melakukan pemisahan sampah organik dan non-organik. Sampah ini kemudian dijual Novotel dan uangnya masuk ke foundation program beasiswa anak-anak.
Novotel juga mengklaim produk seperti sabun dan sampo yang disediakan untuk tamu dibeli dari penjual lokal dan menggunakan kemasan bio-degridable yang bisa didaur ulang.(ern/ern)
13 Okt 2010
Source:http://bandung.detik.com/read/2010/10/13/181602/1464174/486/novotel-bandung-raih-sertifikasi-green-globe?881104485
Thursday, September 30, 2010
Mahasiswa Siarkan Video Seks Teman Sekampus
Penyalahgunaan teknologi oleh kaum muda kembali terjadi. Sebuah aktivitas mesum mahasiswa terekam dalam video dan dibocorkan online. Kegemparan pun terjadi di kampus Rutgers University, New Jersey, Amerika Serikat.
Adalah dua mahasiswa baru di kampus besar tersebut, yang diam-diam meletakkan kamera video pada sebuah kamar asrama. Alhasil, ketika penghuni kamar itu berhubungan intim, mereka berhasil merekamnya.
Lebih parahnya lagi, rekaman itu kemudian mereka siarkan langsung di dunia maya. Dua pelaku yang masih berusia 18 tahun, Dharun Ravi dan Molly Wei, tak ayal segera ditangkap aparat keamanan.
Baik Ravi maupun Wei menyerahkan diri secara sukarela setelah perbuatan mereka terungkap. Kepolisian setempat menyatakan, keduanya bakal dijerat di pengadilan terkait pelanggaran privasi.
Aparat keamanan di kampus melancarkan investigasi setelah memergoki keberadaan kamera di kamar korban. Dari sinilah, kedua pelaku akhirnya terbukti sebagai biang keladinya.
"Pihak universitas mengurus kasus ini dengan serius dan telah memiliki kebijakan untuk menangani mahasiswa dengan perilaku semacam itu," demikian pernyataan Rutgers University.
Menurut peraturan hukum di New Jersey, perbuatan merekam aktivitas pribadi orang lain tanpa seizin pihak yang melakukannya adalah kejahatan berat. Dikutip detikINET dari NBC, Kamis (30/9/2010), ancaman hukumannya sampai lima tahun penjara.
( fyk / rou )
30 Sep 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/09/30/072409/1451882/398/mahasiswa-siarkan-video-seks-teman-sekampus/?i991102105
Adalah dua mahasiswa baru di kampus besar tersebut, yang diam-diam meletakkan kamera video pada sebuah kamar asrama. Alhasil, ketika penghuni kamar itu berhubungan intim, mereka berhasil merekamnya.
Lebih parahnya lagi, rekaman itu kemudian mereka siarkan langsung di dunia maya. Dua pelaku yang masih berusia 18 tahun, Dharun Ravi dan Molly Wei, tak ayal segera ditangkap aparat keamanan.
Baik Ravi maupun Wei menyerahkan diri secara sukarela setelah perbuatan mereka terungkap. Kepolisian setempat menyatakan, keduanya bakal dijerat di pengadilan terkait pelanggaran privasi.
Aparat keamanan di kampus melancarkan investigasi setelah memergoki keberadaan kamera di kamar korban. Dari sinilah, kedua pelaku akhirnya terbukti sebagai biang keladinya.
"Pihak universitas mengurus kasus ini dengan serius dan telah memiliki kebijakan untuk menangani mahasiswa dengan perilaku semacam itu," demikian pernyataan Rutgers University.
Menurut peraturan hukum di New Jersey, perbuatan merekam aktivitas pribadi orang lain tanpa seizin pihak yang melakukannya adalah kejahatan berat. Dikutip detikINET dari NBC, Kamis (30/9/2010), ancaman hukumannya sampai lima tahun penjara.
( fyk / rou )
30 Sep 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/09/30/072409/1451882/398/mahasiswa-siarkan-video-seks-teman-sekampus/?i991102105
Ribuan Nama Terkait Film Porno Bocor di Internet
Aparat di Inggris sedang giat memburu pelaku pembajakan film porno via internet. Namun masalah heboh terjadi, data pribadi ribuan pelaku bocor dan menyebar di dunia maya.
Ya, data personal sekitar 5300 pelaku download porno ilegal terungkap ke publik. Mereka adalah para pelanggan jaringan internet milik perusahaan Sky.
Kebocoran ini dianggap sebagai pelanggaran privasi dan peraturan hukum bertajuk Data Protection Act. Sebab nama para pelaku, alamat dan titel film mesum yang mereka unduh tampil begitu lengkap.
Daftar ini pada awalnya dikompilasi perusahaan hukum bernama ACS:Law yang bertugas melakukan pelacakan. Nah, rupanya database milik ACS diserbu cracker sehingga data tersebut tampil di internet.
Kasus ini diselidiki Komisi Informasi Inggris. Mereka bakal menanyai ACS, mengapa kebocoran tampak mudah terjadi. Jika ada pelanggaran, ACS terancam denda sampai 500 juta poundsterling.
"Setiap organisasi yang memproses data personal harus memastikan data itu tetap aman. Hal ini adalah prinsip penting dalam Data Protection Act," kata juru bicara Komisi Informasi Inggris.
Kebocoran data ini bikin resah. Pasalnya, para pelaku download ilegal itu kemungkinan belum tentu bersalah. Mereka bisa tercoreng citranya jika tersangkut dalam daftar.
Aparat Inggris memang serius memburu tersangka pembajakan. Sebab, seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (29/9/2010), aktivitas itu merugikan Inggris sebanyak 1 miliar poundsterling per tahunnya. ( fyk / rou )
29 Sep 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/09/29/120525/1451114/398/ribuan-nama-terkait-film-porno-bocor-di-internet/
Ya, data personal sekitar 5300 pelaku download porno ilegal terungkap ke publik. Mereka adalah para pelanggan jaringan internet milik perusahaan Sky.
Kebocoran ini dianggap sebagai pelanggaran privasi dan peraturan hukum bertajuk Data Protection Act. Sebab nama para pelaku, alamat dan titel film mesum yang mereka unduh tampil begitu lengkap.
Daftar ini pada awalnya dikompilasi perusahaan hukum bernama ACS:Law yang bertugas melakukan pelacakan. Nah, rupanya database milik ACS diserbu cracker sehingga data tersebut tampil di internet.
Kasus ini diselidiki Komisi Informasi Inggris. Mereka bakal menanyai ACS, mengapa kebocoran tampak mudah terjadi. Jika ada pelanggaran, ACS terancam denda sampai 500 juta poundsterling.
"Setiap organisasi yang memproses data personal harus memastikan data itu tetap aman. Hal ini adalah prinsip penting dalam Data Protection Act," kata juru bicara Komisi Informasi Inggris.
Kebocoran data ini bikin resah. Pasalnya, para pelaku download ilegal itu kemungkinan belum tentu bersalah. Mereka bisa tercoreng citranya jika tersangkut dalam daftar.
Aparat Inggris memang serius memburu tersangka pembajakan. Sebab, seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (29/9/2010), aktivitas itu merugikan Inggris sebanyak 1 miliar poundsterling per tahunnya. ( fyk / rou )
29 Sep 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/09/29/120525/1451114/398/ribuan-nama-terkait-film-porno-bocor-di-internet/
1.000 Orang Hadiri Konferensi Hacker Dunia
Meski beraktivitas di dunia maya namun ketika menggelar ajang kumpul-kumpul, para hacker tetap melakukannya secara off-line di dunia nyata. Bahkan, acara bertajuk Hactivity 2010 itu disesaki oleh sekitar 1.000 orang.
Acara ini sendiri digelar di Budapest, Hungaria pada Sabtu (18/9/2010) waktu setempat selama dua hari. Diharapkan, ajang ini digunakan lebih dari sekadar ajang kongkow-kongkow bagi para peretas kelas dunia.
Namun juga bisa menjadi sarana berbagi ilmu, informasi, dan melatih jurus-jurus baru di ranah dunia sistem keamanan internet, komputer dan jaringan.
Bruce Scheier, seorang pakar keamanan cyber ternama didapuk menjadi pembuka acara. Penggiat IT kelas dunia lainnya yang turut terjun adalah Alexander Kornbrust dari Oracle, Robert Lipovsky yang membawa nama ESET, serta hacker asal Amerika Serikat Mitch Altman.
Meski bertajuk kongres, namun Hacktivity 2010 juga menyediakan acara santai, yakni games. Namun tetap saja, permainan yang disiapkan penyelenggara tak jauh-jauh dari aksi peretasan. Lihat saja judul game yang disediakan, 'Hack the Vendor'. Demikian dkutip detikINET dari AFP, Minggu (19/9/2010).
( ash / ash )
19 Sep 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/09/19/110553/1443133/398/1000-orang-hadiri-konferensi-hacker-dunia
Acara ini sendiri digelar di Budapest, Hungaria pada Sabtu (18/9/2010) waktu setempat selama dua hari. Diharapkan, ajang ini digunakan lebih dari sekadar ajang kongkow-kongkow bagi para peretas kelas dunia.
Namun juga bisa menjadi sarana berbagi ilmu, informasi, dan melatih jurus-jurus baru di ranah dunia sistem keamanan internet, komputer dan jaringan.
Bruce Scheier, seorang pakar keamanan cyber ternama didapuk menjadi pembuka acara. Penggiat IT kelas dunia lainnya yang turut terjun adalah Alexander Kornbrust dari Oracle, Robert Lipovsky yang membawa nama ESET, serta hacker asal Amerika Serikat Mitch Altman.
Meski bertajuk kongres, namun Hacktivity 2010 juga menyediakan acara santai, yakni games. Namun tetap saja, permainan yang disiapkan penyelenggara tak jauh-jauh dari aksi peretasan. Lihat saja judul game yang disediakan, 'Hack the Vendor'. Demikian dkutip detikINET dari AFP, Minggu (19/9/2010).
( ash / ash )
19 Sep 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/09/19/110553/1443133/398/1000-orang-hadiri-konferensi-hacker-dunia
'86% Pengguna Internet Indonesia Pernah Jadi Korban'
Symantec memperkirakan 86% pengguna internet di Indonesia pernah menjadi korban tindak kejahatan cybercrime. Demikian survei yang dilakukan perusahaan keamanan internet tersebut terhadap ratusan responden di Tanah Air.
Dari riset skala kecil itu, Effendy Ibrahim, head of Internet Safety Advocate & Consumer Business Symantec Asia, menarik kesimpulan bahwa cybercrime terjadi karena ketidakpedulian dari pengguna akan bahaya keamanan di internet.
"Para penjahat cyber secara sengaja mencuri uang dalam jumlah kecil agar tidak terdeteksi, namun semua itu jika dijumlahkan nilainya akan besar," papar Effendy dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (29/9/2010).
Ia menyayangkan, jika pengguna internet tidak melaporkan kerugian, justru mereka sendiri yang malah membantu para penjahat online tersebut agar tetap tidak terdeteksi.
Berdasarkan laporan Symantec, 45% korban kejahatan cyber di Indonesia tidak pernah menyelesaikan secara tuntas kasus yang mereka alami. Padahal, selain menderita kerugian finansial (28%), para korban juga terkena dampak psikologis seperti marah (69%), terganggu (57%) dan kecewa (57%). ( fw / rns )
29 Sep 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/09/29/160906/1451418/323/86-pengguna-internet-indonesia-pernah-jadi-korban/?i991102105
Dari riset skala kecil itu, Effendy Ibrahim, head of Internet Safety Advocate & Consumer Business Symantec Asia, menarik kesimpulan bahwa cybercrime terjadi karena ketidakpedulian dari pengguna akan bahaya keamanan di internet.
"Para penjahat cyber secara sengaja mencuri uang dalam jumlah kecil agar tidak terdeteksi, namun semua itu jika dijumlahkan nilainya akan besar," papar Effendy dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (29/9/2010).
Ia menyayangkan, jika pengguna internet tidak melaporkan kerugian, justru mereka sendiri yang malah membantu para penjahat online tersebut agar tetap tidak terdeteksi.
Berdasarkan laporan Symantec, 45% korban kejahatan cyber di Indonesia tidak pernah menyelesaikan secara tuntas kasus yang mereka alami. Padahal, selain menderita kerugian finansial (28%), para korban juga terkena dampak psikologis seperti marah (69%), terganggu (57%) dan kecewa (57%). ( fw / rns )
29 Sep 2010
Source:http://www.detikinet.com/read/2010/09/29/160906/1451418/323/86-pengguna-internet-indonesia-pernah-jadi-korban/?i991102105
Wednesday, September 29, 2010
Cybercrime, Ancaman Kejahatan Paling Berbahaya di Dunia
Tingkat kriminal di dunia maya kian meningkat. Kejahatan cyber atau cybercrime menjadi ancaman internasional yang perlu mendapat perhatian serius. Bahkan menurut Ronald Noble, Sekretaris Jenderal Interpol, cybercrime adalah salah satu ancaman pidana paling berbahaya yang pernah ada.
Demikian pendapat yang diungkapkan Noble dalam sebuah pidato pada Konferensi Keamanan Informasi Interpol di Hong Kong. Menurutnya cybercrime adalah ancaman yang sangat konkret. "Mengingat anonimitas dunia maya, ini mungkin menjadi salah satu ancaman pidana paling berbahaya yang pernah kita hadapi," tegasnya.
Belum lagi ancaman teroris lewat dunia maya yang juga dapat mengganggu infrastruktur sebuah negara, katakanlah melumpuhkan jaringan listrik atau sistem perbankan sebuah negara.
Sejalan dengan hal ini, survey yang dilakukan Symantec kepada 7.000 pengguna internet mengungkapkan bahwa hampir dua pertiga (65 persen) pengguna internet berusia 18 tahun ke atas telah menjadi korban kejahatan cyber, mulai dari penipuan email spam hingga pencurian informasi kartu kredit.
China berada di posisi paling atas dengan korban kejahatan cyber paling banyak yaitu mencapai 83 persen, disusul India dan Brazil masing-masing 76 persen, dan Amerika Serikat 73 persen.
Salah satu perusahaan keamanan di Chengdu, Cina mengklaim telah mendeteksi ancaman cybercrime sebanyak 100.000 setiap harinya. Dan kejahatan ini sudah terorganisir.
Cybercrime juga memperdagangkan data-data hasil curian yang diperoleh dari komputer. Informasi detil kartu kredit, misalnya, dijual di pasar gelap dengan kisaran harga antara lima sampai 20 dolar.
"Pencurian identitas dan informasi pribadi adalah masalah besar," kata Stacey Wu, senior director di Symantec. "Sebagai contoh, jika penjahat cyber mengetahui bahwa seorang user melakukan banyak transaksi online, maka nilai dari informasi user tersebut akan lebih berharga di pasaran.
Nilai kejahatan cyber sendiri, yang berasal dari bisnis ilegal, diperkirakan mencapai 105 miliar dolar. Karena itu, sangat penting bagi pengguna internet dan perusahaan untuk melindungi diri. Kejahatan cyber adalah nyata, senyata pencuri atau perampok, hanya saja kita tidak bisa melihat mereka.(mls/mar)
Sumber : AFP
24 Sept 2010
Source:http://www.idsirtii.or.id/index.php/news/2010/9/24/200/cybercrime-ancaman-kejahatan-paling-berbahaya-di-dunia.html
Demikian pendapat yang diungkapkan Noble dalam sebuah pidato pada Konferensi Keamanan Informasi Interpol di Hong Kong. Menurutnya cybercrime adalah ancaman yang sangat konkret. "Mengingat anonimitas dunia maya, ini mungkin menjadi salah satu ancaman pidana paling berbahaya yang pernah kita hadapi," tegasnya.
Belum lagi ancaman teroris lewat dunia maya yang juga dapat mengganggu infrastruktur sebuah negara, katakanlah melumpuhkan jaringan listrik atau sistem perbankan sebuah negara.
Sejalan dengan hal ini, survey yang dilakukan Symantec kepada 7.000 pengguna internet mengungkapkan bahwa hampir dua pertiga (65 persen) pengguna internet berusia 18 tahun ke atas telah menjadi korban kejahatan cyber, mulai dari penipuan email spam hingga pencurian informasi kartu kredit.
China berada di posisi paling atas dengan korban kejahatan cyber paling banyak yaitu mencapai 83 persen, disusul India dan Brazil masing-masing 76 persen, dan Amerika Serikat 73 persen.
Salah satu perusahaan keamanan di Chengdu, Cina mengklaim telah mendeteksi ancaman cybercrime sebanyak 100.000 setiap harinya. Dan kejahatan ini sudah terorganisir.
Cybercrime juga memperdagangkan data-data hasil curian yang diperoleh dari komputer. Informasi detil kartu kredit, misalnya, dijual di pasar gelap dengan kisaran harga antara lima sampai 20 dolar.
"Pencurian identitas dan informasi pribadi adalah masalah besar," kata Stacey Wu, senior director di Symantec. "Sebagai contoh, jika penjahat cyber mengetahui bahwa seorang user melakukan banyak transaksi online, maka nilai dari informasi user tersebut akan lebih berharga di pasaran.
Nilai kejahatan cyber sendiri, yang berasal dari bisnis ilegal, diperkirakan mencapai 105 miliar dolar. Karena itu, sangat penting bagi pengguna internet dan perusahaan untuk melindungi diri. Kejahatan cyber adalah nyata, senyata pencuri atau perampok, hanya saja kita tidak bisa melihat mereka.(mls/mar)
Sumber : AFP
24 Sept 2010
Source:http://www.idsirtii.or.id/index.php/news/2010/9/24/200/cybercrime-ancaman-kejahatan-paling-berbahaya-di-dunia.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia
Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...
-
Peta Jalan Interaktif: Peningkatan E-Learning Produktivitas BLK Dashboard ini merupakan elaborasi materi pelatihan Green...
-
Jurnal pendampingan masyarakat ini ditulis oleh: Leonard Tiopan Panjaitan, (Konsultan di Trisakti Sustainability Center - TSC) , Ajen Kur...
-
Jurnal pendampingan masyarakat ini ditulis oleh: Leonard Tiopan Panjaitan (Konsultan di Trisakti Sustainability Center - TSC) , Ajen Kurniaw...