Sunday, October 11, 2009

Suburnya Industri Rokok, Sehari Rp 330 Miliar "Dibakar"

Prevalensi perokok di Indonesia semakin hari semakin meningkat dan memprihatinkan. Menurut data yang diperoleh Kompas.com dari panitia acara Deklarasi Generasi Muda Bangsa Indonesia Tanpa Rokok, Minggu (11/10) di Gedung Kebangkitan Nasional Stovia, peningkatan tertinggi perokok di Indonesia terjadi pada kelompok remaja umur 15-19 tahun, yaitu dari 7,1 persen pada 1995 menjadi 17,3 persen pada 2004, atau naik 144 persen selama sembilan tahun.

Tak hanya itu, konsumsi rokok di Indonesia pada 2008 mencapai 240 miliar batang atau setara dengan 658 juta batang rokok per harinya, yang berarti uang senilai Rp 330 miliar "dibakar" oleh para perokok di Indonesia dalam satu harinya.

Dengan sumber daya ekonomi yang sudah terbatas, 63 persen laki-laki dewasa dari 20 persen penduduk termiskin di Indonesia, melalui konsumsi rokoknya, telah menyumbang 12 persen penghasilan bulanannya kepada industri rokok.

Bahkan, menurut data Susenas 2006 menunjukan bahwa pengeluaran untuk membeli rokok adalah 5 kali lebih besar dari pengeluaran untuk telur dan susu (2,3 persen), 2 kali lipat pengeluaran untuk ikan (6,8 persen), dan 17 kali lipat pengeluaran membeli daging (0,7 persen).

Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau FA Moeloek mengingatkan pemerintah bahwa usaha mengatasi kemiskinan tidak akan berhasil dilakukan oleh apabila permasalahan rokok dan tembakau tersebut tidak diselesaikan.

Menurutnya, pemerintah harus segera mengatur masalah tersebut, salah satunya melalui UU pengaturan tembakau. "Pengentasan kemiskinan tidak mungkin terjadi kalau masalah tembakau ini belum diselesaikan. Kalau pemerintah mau entaskan kemiskinan atur rokok ini secara baik melalui undang-undang atau yang lainnya," katanya saat jumpa pers di Gedung Kebangkitan Nasional Stovia, Jakarta, Minggu.

Indosat Juga Dapatkan Tambahan Frekuensi 3G

PT Indosat Tbk (Indosat) juga mendapat tambahan frekuensi 3G seperti halnya Telkomsel setelah dikeluarkan Keputusan Menteri Kominfo nomor 268/KEP/M.KOMINFO/9/2009. Dalam KM itu, ditetapkan alokasi tambahaan blok pita frekuensi radio bagi penyelenggara jaringan bergerak seluler IMT 2000 pada pita frekuensi 2.1 GHz untuk Indosat pada rentang frekuensi 1955-1960 MHz berpasangan dengan 2145-2150 MHz.

"Kami gembira atas tambahan frekuensi 3G yang diberikan pemerintah. Kami akan gunakan untuk meningkatkan kapasitas layanan 3G kepada pelanggan serta menjawab kebutuhan pasar broadband yang terus tumbuh secara signifikan, agar pelanggan dan masyarakat luas dapat menikmati kualitas layanan Indosat yang lebih handal," kata Presiden Direktur Indosat, Harry Sasongko, Selasa (8/9) di Jakarta.

Sebelumnya sesuai dengan mekanisme yang ditawarkan pemerintah beberapa waktu lalu Indosat telah menyatakan minatnya untuk menambah alokasi frekuensi 3G (second carrier) dan telah mengirimkan surat tanggapan atas penawaran dari pemerintah dengan harga sesuai dengan yang dit awarkan pemerintah.

Hingga saat ini layanan 3.5G Indosat dapat dinikmati 26 kota yaitu Jabodetabek, Banda Aceh, Medan, Batam, Palembang, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Cepu, Salatiga, Kudus, Jepara, Magelang, Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Makassar.

Dengan diberikannya tambahan frekuensi 3G ini akan semakin memberikan keleluasaan bagi Indosat untuk terus meningkatkan kapasitas di kota-kota tersebut dengan terus memper luas cakupan layanan 3.5G di daerah yang lain di seluruh Indonesia.

SELASA, 8 SEPTEMBER 2009 | 18:27 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono

JAKARTA, KOMPAS.com - http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/18274562/indosat.juga.dapatkan.tambahan.frekuensi.3g..

Telkom Optimistis "Backbone" Mataram Kupang Tepat Waktu



PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) optimistis menyelesaikan pembangunan backbone serat optik Mataram Kupang (Mataram-Kupang Cable System) sepanjang 1.041 km dengan tepat waktu. Meski , peresmian dimulainya proyek itu ditunda. Ket.Foto: Tumpukan pipa poly ethylene untuk kabel serat optik siap kirim di PT Rusli Vinion Sakti di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Demikian kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, Minggu (11/10) di Jakarta. Peresmian dijadwalkan 12 Oktober 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun karena jadwal Presiden padat, rencana peresmian dijadwal ulang.

Eddy Kurnia menegaskan, penundaan peresmian proyek yang juga dikenal sebagai bagian dari Proyek Palapa Ring tidak mengganggu jadwal proyek yang ditargetkan selesai tahun 2010. "Telkom akan terus fokus menyiapkan sebaik mungkin segala sesuatunya, baik proses maupun penggelarannya," ujarnya.

Palapa Ring merupakan megaproyek pembangunan tulang punggung (backbone) serat optik yang diinisiasi oleh Pemerintah (Cq. Menkominfo), terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable). Kabelbackbone yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di Kawasan Timur Indonesia.

Mataram-Kupang Cable System merupakan bagian dari proyek pembangunan backbone di KTI yang mencakup Mataram-Kupang, Manado-Sorong, dan Fakfa k-Makassar. Proyek Mataram Kupang Cable System merupakan inisiatif Telkom untuk mendukung percepatan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang diharapkan selesai akhir September 2010.

Backbone serat optik Mataram Kupang (Mataram Kupang Cable System), memiliki 6 Landing Point di kota Mataram, Sumbawa Besar , Raba, Waingapu dan Kupang, serta 810 Km darat dengan 15 node di kota Mataram, Pringgabaya, Newmont, Taliwang, Sumbawa Besar, Ampang, Dompu, Raba, Labuhan Bajo, Ruteng, Bajawa, Ende, Maumere, Waingapu, dan Kupang.

Percepatan pembangunan backbone Matara Kupang didorong oleh perubahan mendasar pada layanan Telkom. "Bila pada masa lalu layananTelkom lebih banyak berbasis voice , maka dewasa ini telah berubah menjadi TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment)," jelas Edy Kurnia. Ia meyakini KTI sebagaimana wilayah lain di Indonesia sangat memerlukan layanan TIME untuk lebih memajukan wilayahnya.


MINGGU, 11 OKTOBER 2009 | 11:17 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono

JAKARTA, KOMPAS.com - http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/10/11/11171015/telkom.optimistis.backbone.mataram.kupang.tepat.waktu

PT Telkom Uji Coba Layanan TV Interaktif

PT Telkom menggelar uji coba terhadap layanan Internet Protocol Television (IPTV), Selasa (8/9).
Acara ini dihadiri pejabat di lingkungan Depkominfo serta Mitra Depkominfo yang terdiri dari pimpinan operator telekomunikasi, televisi, serta asosiasi antara lain APJII, Mastel, Aptel, dan KPI menjadi saksi uji coba layanan berteknologi baru ini untuk menonton televisi yang disebut TELKOM IPTV.

Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia mengungkapkan, dengan keluarnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 30/PER/ MKOMINFO/8/2009 tentang Penyelenggaraan Layanan Televisi Protokol Internet (Internet Protocol Television/IPTV) di Indonesia tanggal 19 Agustus 2009, maka tidak ada keraguan lagi bagi Telkom untuk menggelar layanan IPTV kepada publik.

"Uji coba layanan IPTV Telkom ini menjadi satu bukti bahwa Telkom senantiasa berupaya memberikan yang terbaik bagi pelanggannya," ujar Vice President Public and Marketing Communication Tel kom, Eddy Kurnia. Telkom berharap layanan ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat modern yang haus akan informasi.

Sebagai penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom terus berbenah seiring perkembangan teknologi agar memenuhi kebutuhan pelanggan. "Salah satu nilai tambah yang akan diberikan ke pelanggan publik adalah IPTV, suatu layanan TV interaktif melalui jaringan Speedy. IPTV melengkapi Speedy sebagai layanan triple play yaitu 3 layanan voice , internet dan video dengan satu koneksi kepada pelanggan," ujar Eddy Kurnia.

Berbeda dengan layanan payTV yang ada saat ini, IPTV Telkom memiliki fitur interaktif yang sangat beragam, penonton dimungkinkan memilih program favoritnya tanpa perlu takut ketinggalan program favorit lainnya.

Hal tersebut dimungkinkan karena kemampuan layanan IPTV untuk merekam atau menghentikan gambar saat tayangan sedang berlangsung. Dengan demikian kendali atas program televisi sepenuhnya ada di tangan penonton (personal). Selain itu gambar yang dihadirkan juga memiliki kualitas yang jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan payTV yang ada saat ini.

Fitur-fitur lain yang dapat disediakan oleh IPTV adalah, Electronic Program Guide (EPG), yaitu: panduan pengaturan progam secara elektronik ; Digital Video Recording (DVR), yaitu fitur untuk merekam siaran langsung (real time broadcast) dalam jaringan server yang dapat diakses kapanpun diinginkan; Time-Shift TV, yaitu fitur untuk menghentikan gambar saat tayangan sedang disiarkan dan dapat dilanjutkan kembali tanpa ada yang terpotong; Pay Per View, yaitu siaran berbayar per gambar; Video on Demand (VoD) : layanan siaran video sesuai permintaan penonton; Music on Demand : layanan siaran musik sesuai permintaan penonton; dan Parental guide yaitu layanan untuk melindungi anak dan remaja dari siaran yang yang tidak diperuntukkan bagi usia mereka.

Penonton juga dimanjakan dengan fitur Game dan ke depannya akan dikembangkan juga layanan penunjang antara lain, shopping TV yaitu layanan bagi para penonton memesan dan membeli barang yang diminati saat menyaksikan sebuah tayangan televisi.

SELASA, 8 SEPTEMBER 2009 | 18:37 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono

JAKARTA, KOMPAS.com -http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/08/18374175/pt.telkom.uji.coba.layanan.tv.interaktif.

Saturday, October 10, 2009

'Sunat' Kuota Bandwidth: Telkomsel Kembalikan Kuota Normal Flash?

Jakarta - Di tengah hujan kritik dari pelanggan yang memprotes kebijakan Telkomsel menyunat kuota bandwith layanan mobile broadband Telkomsel Flash, tiba-tiba Telkomsel membuat kebijakan baru untuk mengembalikan kuota menjadi 2GB. Namun, ini hanya berlaku selama satu bulan.

Melalui pesan singkat, Telkomsel mengumumkan kebijakan baru tersebut kepada para pelanggan TelkomselFlash.

"Pelanggan Yth. Sbg wujud apresiasi kami terhadap pelanggan TELKOMSELFlash, selama 1 bulan (Tgl 1 s/d 31 Okt 09), Fair Use Paket TELKOMSELFlash Unlimited anda kembali ke kuota semula yaitu 2 GB. Setelah tgl tsb Fair Use Paket Anda kembali ke kondisi existing.Terimakasih," demikian isi sms yang diterima salah seorang pelanggan Flash.

Ada kesan kebijakan Telkomsel ini hanya setengah hati, karena pelanggan TelkomselFlash hanya dapat menikmati kuota normal sebesar 2 GB itu selama sebulan, mulai tanggal 1-31 Oktober 2009. Setelah tanggal tersebut, Fair Use Paket pelanggan akan kembali ke kondisi existing.

Dan meskipun dalam sms tersebut disebutkan bahwa kebijakan ini berlaku mulai tanggal 1 Oktober, namun pelanggan melaporkan bahwa sms pemberitahuan tersebut baru diterima hari ini, Jumat (9/10/2009) atau selang 8 hari setelah kebijakan tersebut diberlakukan.

Sebelumnya, operator seluler ini memberlakukan pemangkasan kuota bandwith tanggal 1 September 2009 lalu. Dimana untuk Paket Basic, pelanggan diberi kuota 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps dan Paket Advance 1 GB kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro kecepatan maksimum 3,6 Mbps untuk 2 GB.

Jika penggunaan melebihi kuota secara otomatis kecepatan menjadi internet biasa. Paket Pro menjadi 128 kbps dan paket basic serta advance menjadi 64 kbps. Kebijakan ini mengundang protes keras dari banyak pelanggan. ( faw / wsh ) 



09 Oktober 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/10/09/094309/1218395/328/telkomsel-kembalikan-kuota-normal-flash

CTIA 2009: Genjot Peran Teknologi Wireless di Dunia Bisnis

San Diego - Dalam tiga hari ke depan, San Diego akan menjadi tuan rumah pagelaran CTIA Wireless IT & Entertainment 2009. Ajang unjuk gigi para penggiat industri wireless terbesar di Amerika Serikat tersebut untuk tahun ini akan mengambil tema mobile business.

Steve Largent, President & CEO CTIA - The Wireless Association mengatakan, tema ini berarti bagaimana mengimplementasikan dan mengambil manfaat teknologi wireless dalam berbagai bidang bisnis.

"Apapun bidangnya mulai dari dunia kesehatan, layanan keuangan, entertainment, energi hingga layanan transportasi," ujarnya ketika membuka acara yang digelar di San Diego Convention Center, Rabu (7/10/2009) waktu setempat.

Hal yang disajikan pun tak hanya soal aplikasi, namun juga menyangkut perkembangan teknologi dan arsitektur network. Untuk itu berbagai bidang yang masih terhubung industri wireless ikut ambil bagian dalam acara yang diselenggarakan hingga 9 Oktober 2009 tersebut.

Mulai dari komunitas pengguna, operator telekomunikasi, pengembang aplikasi, dan industri manufaktur. Di tempat ini, mereka diharapkan dapat berdialog, berbagi ilmu, jika perlu berdebat untuk mencari jalan terbaik dalam menjalankan mobile business.

Selain atas nama perusahaan, acara ini juga turut mengundang sejumlah pemain 'kelas kakap' dalam dunia IT dan Telekomunikasi sebagai pembicara.

Mereka antara lain Senior Vice President Yahoo Mobile David Ko, Co-Founder Qualcomm Irwin Mark Jacobs, President & CEO AT&T Mobility Consumer Markets Ralph de la Vega, hingga Paul Jacobs, Chairman of the Board 7 CEO Qualcomm. ( ash / fyk ) 



08 Oktober 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/10/08/103913/1217683/328/ctia-2009-genjot-peran-teknologi-wireless-di-dunia-bisnis

Industri Telko Indonesia Dinilai Kreatif

San Diego - Dengan ratusan juta penduduk membuat Indonesia menjadi pasar potensial untuk industri telekomunikasi. Namun tak hanya itu, kreativitas para pelaku industrinya juga sangat berperan dalam mempercantik citra Tanah Air.

Setidaknya itulah kesan yang didapat detikINETketika acara Regional Roundtable dengan Jing Wang, EVP Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Qualcomm di sela ajang Editor's Day yang berlangsung di San Diego, Amerika Serikat.

Dalam paparan Jing, meski dikategorikan dalam negara berkembang namun pasar telekomunikasi Indonesia dianggap sangat penting dan berpotensi besar. Hal ini tak hanya dilihat dari jumlah penduduknya, namun juga dari tren pasar dan pelaku industrinya.

Para pengembang dan operator di Indonesia dinilai begitu kreatif dan dinamis, karena banyak konten yang beredar dari pengembang lokal. "Operator pun ada yang menjual ponsel berbasis konten kristiani, islam, lagu Rock dan lainnya," tukasnya.

Produk-produk yang dimaksud Jing tersebut di antaranya merupakan ponsel Slank dan ponsel Esia Hidayah besutan Bakrie Telecom.

Selain itu menurut data yang dimiliki Qualcomm, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, jumlah perangkat berbasis 3G yang digunakan di Indonesia diprediksi akan jauh melampui negara lain di Asia Tenggara + Australia dan Selandia Baru.

Indonesia diestimasi akan menguasai 42% pangsa pasar, sedangkan Malaysia hanya 7 persen, Australia 9 persen, Vietnam 16 persen, serta Filipina 13 persen.

Nah, mengomentari khusus masalah industri CDMA di Tanah Air. Jing menyoroti perihal ketersediaan frekuensi yang dianggapnya masih menjadi isu paling nyaring.

"Seperti soal tambahan frekuensi, ini menjadi masalah penting karena dapat dimanfaatkan para operator untuk mengejar pelanggan WCDMA. ARPU (Average User Per Unit) dari data diprediksi juga akan melonjak karena layanan ini," tandasnya.



07 Oktober 2009
Source:http://www.detikinet.com/read/2009/10/07/170250/1217199/328/industri-telko-indonesia-dinilai-kreatif

Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia

Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...