Manado, Kompas - Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indroyono Susilo mengatakan, Manado Ocean Declaration yang sebagian berisikan peranan laut dalam perubahan iklim dunia menjadi acuan penting Indonesia dalam membicarakan masalah kelautan secara global.
Sejauh ini gencarnya upaya mengampanyekan agar laut menjadi sektor penting dari pembicaraan perubahan iklim sudah dapat diterima banyak negara.
Berbicara kepada pers di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (25/9), Indroyono Susilo, menguraikan, dari 199 paragraf draf kerangka kerja PBB untuk perubahan iklim yang akan dibahas dalam pertemuan PBB mengenai Perubahan Iklim (UNCCC), 7-18 Desember 2009 di Kopenhagen, Denmark, 18 paragraf di antaranya membicarakan sektor kelautan.
Progresif
Masuknya agenda kelautan dalam agenda UNFCCC merupakan langkah maju dan cukup progresif karena sebelumnya sektor laut tidak pernah dibicarakan dalam forum besar PBB.
”Sebelumnya ada 20 paragraf, tetapi dikurangi. Hal itu tidak masalah sebab sebelumnya laut tidak pernah diperhatikan orang, apalagi oleh negara-negara besar,” katanya.
Indonesia sendiri telah memanfaatkan sejumlah forum internasional untuk berkampanye soal laut. Langkah Indonesia tersebut juga didukung oleh negara-negara pulau kecil yang mendesak negara-negara di luar mereka untuk sepakat mengurangi emisi.
Ia menjelaskan, Aliansi Negara-negara Pulau Kecil (AOSIS) yang beranggotakan 42 negara itu rentan menghadapi bencana berupa banjir dan badai besar sebagai akibat dari perubahan iklim, yang terpicu pemanasan global yang sekarang berlangsung.
Menurut Indroyono, AOSIS meminta semua negara harus sepakat menahan agar kenaikan temperatur atmosfer bumi hanya sekitar 1,5 derajat celsius dari temperatur masa praindustri, sekitar dua abad lalu.
Saat ini rata-rata suhu bumi telah meningkat sekitar 0,8 derajat celsius dari zaman praindustri. (zal)
Senin, 28 September 2009 | 03:42 WIB
Source: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/09/28/03424244/indonesia.terus.kampanyekan.laut
Membantu Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank Dalam Penerapan Sustainable Finance (Keuangan Berkelanjutan) - Environmental & Social Risk Analysis (ESRA) for Loan/Investment Approval - Training for Sustainability Reporting (SR) Based on OJK/GRI - Training for Green Productivity Specialist (GPS) by APO Methodology. Hubungi Sdr. Leonard Tiopan Panjaitan, S.sos, MT, CSRA, GPS di: leonardpanjaitan@gmail.com atau Hp: 081286791540 (WA Only)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Gig Economy’s Contribution to National Economy, Green Jobs, and Productivity in Indonesia
Read full paper here: Gig Economy in Indonesia Written by Leonard Tiopan Panjaitan, MT, CSRA, GPS, CPS Consultant at Trisakti Sustainability...
-
Peta Jalan Interaktif: Peningkatan E-Learning Produktivitas BLK Dashboard ini merupakan elaborasi materi pelatihan Green...
-
Jurnal pendampingan masyarakat ini ditulis oleh: Leonard Tiopan Panjaitan, (Konsultan di Trisakti Sustainability Center - TSC) , Ajen Kur...
-
Jurnal pendampingan masyarakat ini ditulis oleh: Leonard Tiopan Panjaitan (Konsultan di Trisakti Sustainability Center - TSC) , Ajen Kurniaw...
No comments:
Post a Comment